Munculnya wabah baru setelah Covid-19 ini bukan lagi tentang masalah apakah itu akan terjadi atau tidak, tetapi masalah kapan wabah baru itu akan datang. Indonesia sepertinya tidak belajar dari permasalahan flu burung yang melanda negeri kita beberapa tahun lalu, dan akibatnya kita kewalahan menghadapi wabah Covid-19 pada saat ini.

Apakah tidak terlalu cepat untuk berbicara masa depan ketika kita masih berjuang menghadapi Covid-19 ini? Tidak, justru kita terlambat dengan baru membicarakannya saat ini. Kita tidak siap dengan alat medis, alat laboratorium, alat pelindung diri, kapasitas rumah sakit dan banyak lainnya yang seharusnya kita sudah siapkan dari jauh-jauh hari.

Permasalahan Covid-19 ini yang memang ditutupi oleh China di awal dan juga WHO yang mengamininya menjadikan hampir semua negara tidak mempersiapkan negaranya sendiri dengan baik untuk menghadapi gelombang kasus infeksi Covid-19. Indonesia pun tidak luput, bahkan kita dapat menilik ke belakang permasalahan Covid-19 ini dijadikan bahan gurauan oleh para pejabat kita.

Dalam usaha untuk dapat mengatasi sebuah wabah yang sangat menular, maka diperlukan tiga macam usaha. Pertama, Test, yaitu usaha untuk dapat melaksanakan testing terhadap individu yang kemungkinan terinfeksi.

Kedua, Trace, yaitu usaha untuk dapat melakukan pelacakan terhadap kontak dan pergerakan individu yang terinfeksi untuk dapat menemukan individu-individu lain yang memiliki kemungkinan untuk terpapar.

Ketiga, Treat, yaitu usaha untuk merawat individu yang terinfeksi agar menjadi sembuh dan agar tidak menginfeksi individu lainnya.

Mempersiapkan diri untuk menghadapi wabah selanjutnya merupakan hal yang harus kita laksanakan pada saat ini. Indonesia dan juga mungkin hampir semua negara di dunia harus mempersiapkan beberapa kebijakan dan peraturan dalam usaha untuk menghadapi wabah.

Pembentukan Badan yang Fokus Menghadapi Permasalahan Penyakit Menular

Di Korea Selatan, lembaga ini dinamakan dengan Korea Centers for Disease Control and Prevention. Lembaga seperti ini dibutuhkan agar penanganan dan persiapan menghadapi wabah memang dipimpin oleh ahli. 

Fokus utama dari lembaga ini adalah untuk mempersiapkan negara untuk menghadapi wabah dan juga agar penanganan wabah berdasar kepada data, fakta, dan ilmu pengetahuan ini akan meminimalisasi kepentingan politik atau ekonomi jangka pendek untuk masuk yang dapat membahayakan kesehatan publik.

Pembangunan Laboratorium

Setiap pemerintah provinsi, dan bila memungkinkan kabupaten/kota, harus memiliki laboratoriumnya masing-masing dengan tingkat minimal Biosafety level 2 dan maksimal Biosafety level 3. Kemudian pemerintah pusat juga harus memiliki laboratorium dengan Biosafety level 4. Laboratorium ini pun harus dibarengi dengan sumber daya manusia yang kapabel.

Laboratorium ini terlihat jelas sangat penting dibutuhkan saat ini di mana kapabilitas testing Indonesia sangat rendah sekali jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Juga adanya lab dengan level keamanan yang tinggi akan menjadikan Indonesia dapat lebih cepat meneliti wabah sebelum itu menyebar lebih luas lagi dengan mengetahui karakteristik dari penyebab wabah itu di awal.

Stok Alat Pelindung Diri di Fasilitas Kesehatan

Setiap fasilitas kesehatan dari mulai rumah sakit, puskesmas, klinik, sampai ke praktek dokter individu harus memiliki stok alat pelindung dirinya masing-masing dengan durasi waktu tertentu misalnya untuk selama 3 bulan. Ini berlaku untuk fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun milik swasta.

Dari pandemi ini dapat kita lihat bahwa fasilitas kesehatan kita memang tidak memiliki desain dan persiapan untuk dapat menangani wabah dengan munculnya berbagai keluhan kekurangan stok alat pelindung diri yang bahkan terjadi di rumah sakit pemerintah khusus Covid-19.

Stok Strategis Milik Pemerintah

Pemerintah pusat mau pun daerah harus memiliki stokpile strategis dari alat kesehatan seperti alat pelindung diri, alat medis, masker medis, ventilator dan lain sebagainya. Ketika fasilitas kesehatan sudah mulai akan menghabiskan stoknya sendiri, maka pemerintah dapat membantu mereka dengan mengirimkan alat kesehatan yang mereka butuhkan sembari menunggu stok mereka sendiri untuk dapat dipenuhi kembali.

Industri Manufaktur dan Medis Dalam Negeri

Pemerintah harus mendorong dibangunnya industri manufaktur dan medis seperti pembuatan masker medis, obat-obatan, alat pelindung diri, alat medis seperti ventilator, test kit, vaksin, kimia, dan lainnya.

Selama ini, kita terlalu bergantung kepada negara lain khususnya China untuk dapat mensupply berbagai kebutuhan medis. Kita terkena getahnya ketika pandemi terjadi dan bahkan China mengalami permasalahan manufaktur sehingga supply chain terganggu.

Perekaman Data Pergerakan dan Kontak Individu

Data lokasi dari pergerakan individu harus disimpan entah itu secara lokal di telepon masing-masing atau di cloud server dengan rentang waktu tertentu.

Salah satu yang menjadi usaha penting dalam mencegah penyebaran wabah adalah dengan melakukan contact tracing dari orang yang terinfeksi untuk dapat melihat peta pergerakan, peta persebaran, dan juga titik-titik yang dapat menjadi kemungkinan besar sebagai tempat transmisi. Tetapi kemudian data ini haruslah bersifat tertutup dan hanya dapat diakses pada saat situasi genting darurat kesehatan publik.

Database Digital Riwayat Penyakit dan Perjalanan

Memiliki database yang terintegrasi dan menyeluruh akan memudahkan para tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan juga resepsionis untuk dapat melaksanakan analisis medis secara tepat dan cepat juga mengambil tindakan preventif agar keselamatan mereka dapat terjaga.

Keterbukaan Pemerintah

Pemerintah harus terbuka mengenai semua data penting yang dapat mencegah penyebaran dari wabah terus berlangsung di masyarakat. Pencegahan penyebaran merupakan suatu hal yang penting. Maka dari itu, data apa saja yang dapat membantu mencegah penyebaran ini maka akan menjadi berharga, seperti riwayat perjalanan individu terinfeksi, peta persebaran wabah, berapa jumlah bed rumah sakit, berapa jumlah masker, berapa obat-obatan yang tersedia, berapa kapabilitas testing. 

Permasalahan ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah tidak akan selesai jika wabahnya memang tidak diselesaikan atau dicegah penyebarannya. Terbukanya pemerintah akan meningkatkan kepercayaan publik itu sendiri terhadap pemerintah.

Mekanisme Pengaturan Harga dan Quota

Adanya mekanisme pengaturan harga dan juga quota pembelian bagi alat-alat yang dapat membantu mengurangi penyebaran wabah di masyarakat merupakan sebuah keharusan. Contohnya dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19 adalah masker dan hand sanitizer

Ini untuk mencegah adanya panic buying dan juga mencegah para penimbun untuk mendapatkan keuntungan dengan menaikan harga.

Skema Bantuan yang Matang

Penyiapan skema bantuan dan juga dana atau bahan pokok untuk dapat didistribusikan kepada individu, keluarga, atau kelompok yang terdampak khususnya secara langsung oleh wabah ini dan juga bagi yang terdampak secara tidak langsung.

Agar mereka minimal dapat tetap hidup sehari-hari tanpa harus takut akan mati kelaparan atau ketakutan diusir dari tempat tinggal mereka jika mengontrak menjadi penting agar kontak diantara masyarakat dapat diminimalisasi. Ini akan sangat tergantung dengan data kependudukan yang akurat dan mutakhir.

Contingency Plan yang Jelas

Contingency plan atau rencana persiapan menghadapi wabah selanjutnya harus lah dibuat. Siapa yang akan mengoordinasi, siapa yang akan bertanggung jawab di bidang apa, siapa yang akan menjadi pimpinan di berbagai level, bagaimana karantina dari mulai tingkat wilayah sampai ke tingkat rumah akan dilaksanakan, bagaimana partisipasi dari masyarakat.

Bagaimana alur distribusi logistik, bagaimana pembatasan kegiatan dilaksanakan, bagaimana alur komando dari mulai nasional sampai ke tingkat rukun tetangga/rukun warga, bagaimana data dihimpun dan disebarluaskan, bagaimana pelacakan orang terinfeksi dilaksanakan, bagaimana perawatan bagi pasien, bagaimana isolasi bagi pasien, dan lain sebagainya masih banyak lagi.

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Inilah merupakan beberapa kebijakan dan peraturan yang seharusnya sudah dilaksanakan dan diatur oleh Indonesia sejak dahulu sebelum Covid-19 menyerang. Penting bagi kita agar sedikit demi sedikit mulai dari sekarang berbagai kebijakan ini mulai diterapkan bahkan ketika kita memang sedang menghadapi Covid-19, karena kalau tidak sekarang mau kapan lagi? Mau menunggu dulu datang lagi wabah selanjutnya?

Mempersiapkan berbagai kebijakan diatas memang mahal, tetapi dampak ekonomi ketika kita terserang wabah seperti Covid-19 dan tidak memiliki persiapan menimbulkan dampak yang lebih besar daripada biaya yang kita dikeluarkan di awal untuk mempersiapkan diri.