Memasuki tahun 2020, Pandemi Covid-19 memaksa banyak orang untuk lebih lama tinggal di rumah. Orang mulai terbiasa bekerja dari rumah, berjualan dari rumah, bahkan sekolah juga dilakukan dari rumah disebabkan penerapan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kegiatan-kegiatan perkantoran seperti rapat, seminar, maupun diskusi juga dilakukan dengan menggunakan aplikasi rapat jarak jauh semacam Zoom Meeting atau Google Meeting.

Untuk menghilangkan rasa jenuh akibat terlalu lama tinggal di rumah, banyak orang yang mulai mencari kegiatan hiburan untuk mengisi waktu senggang. Ada yang menekuni hobi bercocok tanam, ada yang memilih hobi membuat kerajinan tangan, ada yang memanfaatkan waktu luang dengan merapihkan seluruh sudut rumah. Selain itu, ada pula yang menambah ilmu dengan mengikuti kursus-kursus dalam jaringan (daring). Salah satu kursus daring yang banyak digemari adalah kursus fotografi dengan menggunakan kamera Hand Phone (HP).

Beberapa waktu yang lalu, kegiatan fotografi dianggap sebagai hobi yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan berduit. Hal ini disebabkan karena berbagai peralatan untuk memfoto, baik itu kamera, bermacam-macam jenis lensa, maupun biaya kursus untuk mempelajari seluk-beluk ilmu fotografi hanya bisa dijangkau dengan merogoh kocek yang dalam.

Namun saat ini, hobi fotografi tidak lagi menjadi barang mahal yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang. Revolusi kualitas kamera HP yang semakin baik dengan harga yang relatif terjangkau membuat prinsip dasar ilmu fotografi dapat dipraktekkan hanya dengan memakai kamera HP. Aplikasi tambahan untuk mengedit agar tampilan foto dapat menjadi lebih bagus, semacam Snapseed, Lightroom atau Adobe Photoshop Express juga dapat diunduh gratis dari Play Store.

Berikut ini hal-hal yang diperlukan bagi seseorang yang hendak menekuni hobi fotografi dengan menggunakan kamera HP. Sudah barang tentu, peralatan yang digunakan adalah HP berkamera. Pastikan lensa kamera sudah dibersihkan, tidak ada debu, kotoran, atau sidik jari yang menempel pada lensa kamera HP, agar foto yang dihasilkan bisa terlihat tajam. Untuk kursus yang berlangsung selama tujuh hari, kisaran biaya yang dipatok oleh penyelenggara berkisar antara seratus hingga dua ratus ribu rupiah.

Metode pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Whatsapp Group, yang dapat diikuti oleh murid-murid yang tinggal di seantero nusantara. Kursus fotografi daring ini bahkan juga dapat diikuti oleh murid-murid yang bermukim di luar negeri. Foto-foto yang dikirimkan oleh para peserta pun menjadi semakin bervariatif, karena objek yang difoto tidak hanya objek yang berada di dalam negeri, namun juga objek yang berasal dari luar negeri.

Peserta dibimbing dari nol untuk memahami prinsip-prinsip dasar fotografi, seperti pengenalan terhadap sudut pengambilan gambar (angle), pencahayaan (lighting), komposisi, editing, dan lain-lain. Setelah para peserta kursus memahami pengetahuan tingkat dasar, para peserta dapat melanjutkan ke kelas selanjutnya, seperti: Kelas Lighting, untuk memahami lebih lanjut tentang pencahayaan; Kelas Food, untuk mendalami berbagai teknik dan komposisi dalam memfoto makanan; Kelas Food Styling, untuk mempelajari cara menata makanan agar dapat tampilannya dapat yang menggugah selera; Kelas Product, untuk mempelajari cara menampilkan sudut pandang terbaik dari sebuah produk atau barang dagangan; Kelas Still Life, untuk mempelajari cara membuat foto benda mati yang seolah-olah hidup atau bercerita; atau Kelas Macro, untuk memfoto benda-benda yang kecil di sekitar kita, yang selama ini luput dari perhatian, seperti serangga, putik bunga atau tetesan embun di pagi hari.

Berbagai teknik fotografi yang dipelajari oleh peserta dapat digunakan sebagai pondasi untuk mempelajari seluk beluk dunia fotografi. Selanjutnya, jika dirasa sesuai dengan minat dan bakat, serta didukung oleh kondisi finansial yang baik, peserta dapat lanjut belajar menggunakan kamera DSLR atau kamera Mirrorless. Kursus fotografi daring ini tidak hanya menyasar segemen dewasa, tetapi juga membuka kelas untuk anak-anak dan remaja.

Bagi para pemilik usaha daring, kursus fotografi ini sangat bermanfaat agar mereka dapat memfoto sendiri produk yang dijual. Foto yang bagus, yang dapat menunjukkan keunggulan sebuah produk, dapat menjadi etalase yang sempurna bagi pengusaha daring. Pembeli dapat memperoleh informasi yang maksimal dan berikutnya tertarik terhadap barang dagangan yang diiklankan. Kemampuan untuk memfoto sendiri produk yang akan dijual, juga dapat menekan biaya promosi, karena pedagang tidak perlu lagi membayar jasa fotografer.

Selain itu, masih banyak manfaat ilmu fotografi yang bisa dirasakan oleh para peserta: peserta dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Peserta dapat menghilangkan rasa bosan akibat terlalu lama tinggal di rumah saja. Peserta dapat melepaskan jenuh dan stress akibat tekanan di tempat bekerja. Peserta dapat menambah teman dengan berkenalan, baik secara daring maupun luring, dengan sesama peserta kursus, atau bergabung dengan komunitas fotografi.

Selain itu, peserta dapat mengasah kemampuan dengan mengikuti berbagai kompetisi (challenge). Hadiah dari kompetisi ini bermacam-macam jenisnya, peserta bisa mendapatkan apresiasi dengan dinobatkan sebagai foto terbaik pada kompetisi tersebut. Peserta bisa mendapatkan hadiah hiburan semacam pulsa atau kupon yang telah disiapkan oleh pihak sponsor atau panitia penyelenggara. Peserta dapat menambah income atau pemasukan dengan berprofesi sebagai penyedia jasa foto produk, foto makanan, foto manusia, dan lain-lain.

Peserta dapat berjualan foto pada situs microstock semacam Shutterstock, Dreamstime, atau Depositphotos, dan lain-lain. Walaupun untuk awalan, foto dibanderol dengan harga yang relatif murah, namun foto dijual dalam mata uang Dollar Amerika, dan foto dapat dijual berulang kali. Selanjutnya peserta yang sudah menguasai ilmu fotografi dapat mengajarkan ilmu yang dimiliki dengan menjadi mentor atau membuka kelas fotografi sendiri.