"Siapa pun bisa marah, marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal mudah." - Aristoteles-

Kata-kata bijak ini mungkin yang bisa membuat kita untuk menyikapi insiden bendera Indonesia terbalik di buku panduan Sea Games 2017. Buku panduan dibagikan kepada para pejabat yang hadir dalam pembukaan SEA Games 2017 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia hari sabtu pada tanggal 19 Agustus 2017. 

Insiden tersebut membawa dampak yang cukup besar bagi masyarakat Indonesia, reaksi kemarahan dan aksi protes dilontarkan secara frontal melalui media sosial dan pemberitaan media massa (cetak atau online) plus viral foto yang pakai meme. Hujatan pedas terhadap Malaysia sampai berujung pada ucapan "Ganyang Malaysia". 

Meskipun Pemerintah Malaysia mengucapkan permintaan maaf secara langsung kepada rakyat Indonesia di hadapan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi atas insiden terbaliknya bendera Indonesia yang tercetak di buku cendera mata pada pembukaan SEA Games 2017. 

Permintaan maaf itu disampaikan melalui Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Khairy Jamaluddin, seusai melakukan pertemuan dengan Menpora di Hotel Shangrilla, Kuala Lumpur,  hari Minggu tanggal 20 Agustus 2017. 

"Hati boleh panas tapi kepala tetap harus dingin", bicara harga diri bangsa ini harusnya bisa kita tempatkan bukan terpicu emosi bahkan menampilkan sikap yang arogan dan kebablasan. Jas Merah (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah). 

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat "Jasmerah" adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. Merujuk kembali pada Pidato Sukarno pada tahun 1963 tentang "Ganyang Malaysia." 

Sikap Sukarno terkait Konfrontasi Indonesia-Malaysia atau yang lebih dikenal sebagai Konfrontasi saja adalah sebuah perang mengenai masa depan pulau Kalimantan, antara Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962-1966 membuktikan beliau seorang pemimpin yang tegas dan berani. 

Keteladanan sikapnya yang berjiwa besar dengan tidak membalas perlakuan Malaysia yangmenginjak-injak lambang negara dan  foto-fotonya. Sukarno meradang saat lambang negara Garuda Pancasila diinjak tapi kematangan kepemimpinannya dengan membakar semangat rakyat Indonesia dengan bersatu padu untuk melawan ketidakadilan demi keutuhan NKRI. 

Kita semua cinta Indonesia membakar semangat dengan karya bukan malah terpicu amarah yang balik menyerang dengan hujatan kebencian, apalagi melakukan bakar bendera Malaysia dan viralkan meme di media sosial yang nyinyir. Harga diri bangsa tidak menodai kebanggaan bangsa kita yang lagi bertanding di Sea Games 2017.

Kemerdekaan bangsa ini hanya mungkin lahir dari orang-orang yang memiliki gagasan besar. Dan NKRI hanya mungkin bertahan selamanya, jika dikelola oleh orang-orang yang berjiwa besar. Bangsa ini hanya bisa menjadi bangsa yang besar, jika dikelola oleh orang-orang yang memiliki gagasan besar, dan berjiwa besar. Hanya orang-orang berjiwa besar yang mampu berdamai dengan sejarah bangsanya.