Sebuah ilmu pengetahuan tidak lepas dari penelitian ilmiah. Sesuatu dikatakan sebagai ilmu pengetahuan jika dapat dibuktikan secara empiris. Misalnya, mengapa es batu dapat mencair pada suhu 20 derajat celcius?

Untuk dapat membuktikan mengapa es batu dapat mencair, biasanya kita akan melakukan penelitian. Es batu dapat mencair karena sifat es yang tidak tahan panas, misalnya.

Perjalanan ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti begitu saja, tetapi terus berkembang. Salah satu filsuf yang berbicara mengenai pengetahuan manusia, yaitu Hegel. Hegel merupakan salah satu filosof yang berpikiran bahwa pengetahuan manusia tidak berhenti begitu saja. Ilmu pengetahuan pun tidak bisa di sebutkan sebagai kebenaran yang absolut.

Menurut Franz Magnis dalam bukunya “Pemikiran Karl Marx”, Hegel berpendapat bahwa mengetahui adalah proses di mana objek yang diketahui dan subjek yang mengetahui saling mengembangkan, sehingga tidak pernah sama atau selesai. Maksudnya, pengetahuan yang benar, yakni terus mengembangkan dari proses penelitian atau singkatnya tidak menyerah untuk meneliti terus.

Franz Magnis juga mengatakan bahwa pengetahuan menurut Hegel tidak dapat diibaratkan dengan kita berjalan-jalan di kebun, pada satu saat memperhatiakn tanaman jagung, kemudian tanaman bunga mawar, lalu pupuk sudah siapkan, dan akhirnya kita mengetahui proses penyiraman. Tetapi, menurut Hegel, pengetahuan adalah ongoing process, di mana apa yang diketahui dan aku yang mengetahui terus berkembang.

Maka, pengetahuan harus dapat disangkal atau dinegasi sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap apa yang telah kita terima hasilnya, tetapi terus dicari, difalsifikasi (disalahkan). Pengetahuan jangan dianggap sebagai kebenaran, tetapi yang benar dalam penyangkalan tetap dipertahankan. Itulah inti dialektika Hegel yang merupakan wujud pengetahuan manusia.

Franz Magnis menerangkan bahwa Hegel melukiskan perjalanan dari pengetahuan sederhana dan langsung ke pengetahuan absolut. Pengetahuan absolut adalah titik akhir perjalanan filsafat melalui segala fenomen pengelaman dan kesadaran yang menawarkan diri. Apa pun unsur di dunia, sejarah, penghayatan diri sendiri, pikiran manusia pada akhirnya dapat ditempatkan dalam keterkaitannya.

Pengetahuan absolut berarti bahwa tidak ada lagi yang asing bagiku, di mana pun aku berada pada diriku sendiri, karena aku memahaminya. Aku menyatu dengan seluruh realitas. Jadi pengetahuan itu dapat dikatakan sebagai pengetahuan yang absolut karena tak ada segi dari pengetahuan yang tidak berlaku atau masih dapat diatasi.

Bagi Hegel, filsafat yang sampai pada pengetahuan absolut itu bahkan berada di atas agama. Bagai Hegel, roh semesta sendiri merupakan proses yang menemukan diri melalui lika-liku perkembangan kesadaran diri dan kemajuan yang akhirnya menyatu dalam pengetahuan absolut. Agama merupakan pengetahuan absolut dalam bentuk simbolis, sedangkan filsafat dalam kenyataan karena sadar akan dirinya sendiri.

Memang benar agama sebagai pengetahuan absolut, karena agama merupakan pengetahuan yang tidak dapat disangkal lagi oleh pengikutnya. Misal, Allah adalah satu. Allah adalah satu tidak dapat dibuktikan melalui penelitian ilmiah, tetapi semua orang tetap memercayai bahwa Allah adalah satu (Esa). Agama merupakan sebuah paham yang harus dipahami kepercayaan manusia, bukan sebagai alat untuk bahan percobaan.

Dengan demikian, apa yang dapat kita refleksikan melihat pemikirannya Hegel? Sebagai manusia, kita pun patut percaya kepada Sang Pencipta, yakni Allah. Dalam setiap agama, kita pun diajarkan oleh pemuka agama untuk menaati segala perintah-Nya. Misalnya jangan berbohong. Kita, sebagai manusia yang beragama, tentu menaati perintah tersebut. Tetapi apakah kita benar-benar menyadarinya?

Melalui cara berpikir Hegel, kita dapat belajar betapa agama merupakan suatu pengetahuan yang absolut. Kita sebagai pengikutnya hanya dapat menerima bukan menghakimi, mempersalahkan, mencari suatu kebenarannya. Jika ilmu pengetahuan oke dapat disalahkan, tetapi tidak dengan agama. Kita hanya dapat memercayai suatu keyakinan.

Ilmu pengetahuan juga tidak dapat dikatakan sebagai pengetahuan yang absolut. Mengapa demikian? Ilmu pengetahuan berkembang berkat usaha manusia untuk mencari tahu sebab-sebab yang ada di semesta alam. Misalnya bagaimana bumi itu terbentuk? Maka, para ilmuan mulai mencari; dan ditemukanlah teori Big Bang.

Pemikiran Hegel tentu sangat relevan hingga saat ini. Bagaimana jadinya jika ilmu pengetahuan itu berhenti? Mungkin manusia tidak akan berkembang. Dengan ilmu pengetahuan terus dicari, maka manusia akan berkembang. Pemikiran Hegel tentu membuka mata batin kita bahwa kita sebagai manusia zaman now tidak malas untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan.

Akhirnya, marilah kaum muda, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Janganlah dirimu malas. Jadikanlah masa mudamu untuk dapat berinovasi dengan hal-hal yang baru. Teori-teori yang telah ada wajib untuk diuji kembali. Belajarlah pada Hegel yang tidak yakin akan pengetahuannya. Jangan sampai ilmu pengetahuan menjadi kebenaran yang absolut, tetapi teruslah dicari.

Hegel, di masa kini, penuh banyak sumbangan. Pemikiran tentang dialektika dapat menjadi cerminan bagi manusia zaman now. Oleh karena itu, saat ini para ilmuan mengembangkan ilmu pengetahuan dengan sangat canggih. Semoga kita terus belajar pada Hegel untuk setia kepada ilmu pengetahuan sehingga dapat berkembang terus tanpa henti.