Milenial harus bergerak progresif siap tempur menghadapi dunia yang penuh tantangan, sebuah tantangan yang menjadi motivasi untuk melampaui diri yang lalu dan bergegas melangkah maju kedepan. Dengan istilah perjuangan yang membara yaitu jangan mau tertinggal dengan kemalasan untuk berpikir diluar kotak. 

Berbagi gagasan dan ide yang luas kepada teman-teman sehingga tidak ada batas yang namanya dalam mencipta. Berproses bukan hanya sibuk membagikan status yang tak jelas maknanya kemana seperti hari ini viral besok sudah jadi hoax. 

Sudah saatnya generasi pantang lelah bangkit dari keterpurukan yang membuat diri lesu menetap menyesali yang lalu hingga enggan tak melangkah kedepan. Jangan pernah menyerah sebelum mencoba sebab kita tak boleh cepat pesimis dengan keadaan. Hidup yang tak diperjuangkan tak layak untuk dijalani maka langkahkan kaki dengan harapan yang besar bahwa niat harus kuat menyatu besar dengan semangat.

Tetap tegar melawan badai kegelisahan yang penuh getir pedih lika-liku kehidupan. Menjalin keseriusan tanpa mudah menyerah. Maju tak gentar penuh gairah ciptakan hal-hal yang baru menjadi penggagas warna keberagaman. 

Tak lekang oleh waktu dan tak mudah capek dalam rasa sakit. Lihatlah kegagalan sebagai proses bukan sebagai nasib buruk bahwa hidup telah berakhir. Mungkin banyak diantara kita yang mengalami hal tersebut, kegagalan tak bisa dihindari tapi bukan berarti strategi tak bisa direncanakan. 

Hidup harus melangkah kedepan tanpa terbebani oleh perjalanan di masa lalu. Bagaimanapun sakitnya menjalani hidup yang tak kunjung menemukan kebahagiaan itu, tetaplah bersyukur. Mungkin inilah yang terbaik diantara segala keburukan nasib yang menimpa kehidupan.

Tanpa ada tantangan tak kan ada yang namanya perjuangan, sama seperti bila tak ada pertanyaan maka takkan ada jawaban. Satu jawaban bisa bermula dari ribuan pertanyaan dan dari satu solusi teraebut bisa menghasilkan beribu keraguan, yang mengisyaratkan suatu rumus estetika bahwa seni tak selalu identik dengan keindahan. 

Seni adalah perihal cinta dan Mencintai artinya memperjuangkan, bukan memasrahkan segalanya kepada takdir bahwa nasib telah memberi kuasa penuh terhadap impian. Yang menyalah dari proses penciptaan berkarya adalah berhenti sebelum dimulai dan terhenti setelah lama berproses. 

Karya sebagaimana ia dicintai takkan pernah berkata lelah dan rasa sakit adalah motivasi untuk tetap mempertahankan eksistensi suatu impian. Cita-cita tak boleh mati dimakan usia walau waktu berlalu jauh meninggalkan hasrat. Yakin dan percaya bahwa berkarya tak mengenal kata ampun. Segalanya ditempuh apapun yang terjadi.

Saya berhutang banyak inspirasi dari Joe Satriani, karena seluruh karya yang ia ciptakan begitu rampung indah. Seimbang tanpa tekanan yang memaksa. Joe Satriani adalah sosok musikus yang telah banyak melahirkan generasi musisi berprestasi seperti Steve Vai, Kirk Harmet Metallica, Andy Timmons, dan banyak lainnya yang tak bisa disebutkan. Ia Joe Satriani adalah sosok yang tidak pelit ilmu sebab ia sadar bahwa bila ilmu itu dibagikan akan menular besar kepada dirinya sehingga inilah yang membuatnya selalu sukses dalam menghadapi lkan karya-karya bermutu.

Karya yang bermutu adalah proses yang panjang, sebuah karya yang tidak sembarang jadi dan membutuhkan percobaan yang berulang-ulang dalam percobaan sebelum sampai pada satu inspirasi yang utuh. Dalam kesunyian ada pemikiran yang ramai, dan dalam kecekcokan keributan tak ada makna yang bisa dipetik. 

Lukisan The Blue River karya seniman Pierre Auguste Renoir dikerjakan dalam proses yang begitu panjang yaitu 10 tahun dari 1890 sampai 1900 yang dimana suatu hal yang dikerjakan dengan ketekunan yang kuat.

Sebuah dilema yang begitu panjang kiranya jika berkarya cepat merasa puas maka seorang pengamat yang kritis akan mudah menemukan celah kekeliruan dari sebuah karya. Menurut Hanafi "Seni adalah kesibukan pendakian yang tak pernah sampai, seni adalah aroma yang ditinggalkan peristiwanya yang tak mungkin lagi dirunut jejaknya. 

Hidup tak sepenuhnya bisa mengejar kesempurnaan. Kalaupun yang sempurna adalah kesucian, itu hanya berbentuk citra luar bukan yang di dalam. Itulah kenapa seseorang bila ingin terlihat  lihatlah dari pikirannya bukan sekedar apa yang bisa ia miliki dengan cepat.

Delapan puluh persen dari kehidupan kita sebetulnya kita hayati dengan perasaan dan imajinasi, bukan dengan pikiran. Seni sebaliknya justru menghidupkan segala hal, memberi nyawa, memandang semua sebagai bagian dari hidup kita. Seni adalah salah satu bidang mendasar yang membuat manusia lebih beradab dan manusiawi. 

Menurut Bambang Sugiharto bahwa kekuatan seni adalah melukiskan kedalaman pengalaman yang sebenarnya tak tampak dan tak terlukiskan, memperkatakan hal yang tak terrumuskan, membunyikan hal yang tak tersuarakan, ataupun menarikan inti pengalaman batin yang tak terungkapkan. Kemampuan menangkap esensi dari sesuatu dalam rangka menggugah emosi tertentu dan otak. 

Seni memberi nyawa pada segala, menghidupkan realitas sekeliling kita. Sains berkomunikasi pada nalar, seni berdialog pada perasaan dan imajinasi, dan dengan cara itu menimbulkan perenungan.

Sebagai pertimbangan akhir mungkin lebih baik bagi kita untuk tidak terjebak pada harapan yang sebenarnya tak bisa kita dapatkan, bahkan lebih baik kita tak usah untuk terlalu memiliki harapan yang begitu besar tentang impian yang ingin dicapai yang besar kemungkinan berujung pada kegagalan.

Intinya berjuang saja dulu dengan prinsip diantara semua itu kita jangan sampai tak memiliki misi perjuangan di muka bumi ini. Skeptis dalam arti jangan menyerahkan segalanya kepada mereka yang mampu, yasudah nikmatilah kehidupan ini sebagaimana adanya tanpa terjebak pada keinginan manusia yang sama pada umumnya. 

Orang memiliki apa yang tak kita punya dan kita memiliki apa yang tak mereka miliki. Menjudge sesuatu dengan terlalu besar merendahkan adalah satu tanda bahwa seseorang memiliki iri dan dengki yang lebih besar serta ketamak'an. 

Menjadi terasing tanpa harus terbebani oleh kisruh harapan saling meninggi siapa yang paling bagus antara aku dan kamu membuat persahabatan yang mulanya dekat menjadi jauh, sudah berteman baik-baik namun tak lama berpisah hanya karena saling cemburu tentang dia sudah diberikan kemudahan dan kita masih berada dalam kesulitan. Tak mudah menjalani hidup yang kini dilalui dan seseorang tak sepatutnya memaksa satu prinsip bahwa kita harus sama.