Apa yang paling sering membuat kita merasa kecewa? Biasanya tentu saja kecewa datang sebab apa yang kita hadapi tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Semakin besar perbedaan antara harapan dan kenyataan yang kita hadapi, semakin besar pula rasa kecewa kita. Lantas, seberapa sering kita merasa kecewa? Kecewa sama orang lain atau kecewa sama diri sendiri?

Kecewa itu adalah perasaan yang lumrah. Wajar banget. Yang perlu kita ingat adalah terkadang kecewa itu datang dari hal-hal di luar kendali kita, seperti kecewa kepada orang lain. Sudahlah, kita akui saja, kita nggak bisa mengontrol hidup orang lain kan? Tetapi, terkadang yang paling menyayat hati adalah kecewa dengan diri sendiri. Kecewa dengan diri sendiri karena kebodohan yang tidak pernah pergi, menghancurkan usaha yang sudah dibangun setengah mati, hingga akhirnya mengkhianati ekspektasi..

Buat kamu yang sering merasa kecewa dengan diri sendiri…

Perihnya hanya diri sendiri yang tau. Ketika satu-satunya sumber hidup jiwa raga kita sendiri menjadi pelaku dari kegagalan dan runtuhnya ekspektasi yang sudah terbangun lama. Buat kamu yang sering merasa kecewa dengan diri sendiri, tenggelam dan larut dengan kekecewaanmu sendiri sering kali menjadi pelarian favorit, menarik diri, mengutuki diri atas semua yang terjadi, kehilangan kepercayaan dan tercabutnya rasa cinta pada diri sendiri. Aahhh,.. pedih memang,.. tapi ingatlah untuk bangkit kembali.

Cuma diri kita sendiri yang bisa menarik jiwa dan raga ini keluar dari keterpurukan. Cuma diri kita sendiri yang bisa memutuskan mau melangkah kembali atau terus tenggelam dalam keterpurukan. Karenanya, buat kalian yang sering merasa kecewa pada diri sendiri, kembalilah kuat dan bangkit untuk kembali mengukir hidup yang bermakna.

Terima Kegagalan dengan Ikhlas

Tiada obat terbaik untuk mengobati kegagalan, kecuali hati yang lapang dan ikhlas untuk menerima. Terkadang, kita harus jatuh untuk sadar bahwa kita memang belum layak, kita belum cukup ikhtiar, kita tidak sesempurna yang kita pikirkan, dan kita bukanlah makhluk yang sempurna. Terkadang, kita harus gagal dan sedih untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena itu, tatkala harapmu tak sesuai dengan kenyataan, terimalah dengan ikhlas dan sabar. Berat memang, butuh waktu pasti. Tapi akuilah, dan berdamailah dengan diri kita sendiri. Jangan biarkan satu kegagalan dalam episode hidup kita menyebabkan kita terpuruk dan membenci kehidupan kita yang panjang di dunia ini.

Mensyukuri apa yang tersisa

Di kala kecewa menyapa, hati hancur berkeping, sedih menyesak melanda dada, rasanya semua ikut runtuh dan sirna. Namun sejatinya, akan selalu ada hal tersisa yang bis akita syukuri. Bersyukur sudah melewati proses ikhtiar panjang walaupun masih gagal, bersyukur dapat mengisi waktu dengan upaya dan jerih payah walau hasilnya belum juga sesuai dengan harapan. Bersyukur atas diri yang sudah kuat bertahan hingga akhir, bersyukur karena masih mampu tegak berdiri untuk berjuang lagi.

Apapun kegagalan yang dihadapi, belajarlah untuk menemukan hal-hal sederhana yang mungkin tak kasat mata yang layak untuk di syukuri. Membuka hati dengan ikhlas menerima kegagalan dan mensyukuri apa yang tersisa adalah obat mujarab mengobati rasa kecewa yang mendera

Kita boleh gagal hari ini. Hidup kita mungkin keluar dari rencana, namun tak peduli serendah apapun juga skita terjatuh, kesempatan lain akan selalu ada, selama kita tidak menyerah.

Refleksi dan Perbaiki

Setelah kita mampu berdamai dengan diri kita sendiri dengan rasa ikhlas dan syukur, yang mesti kita lakukan adalah refleksikan kegagalan yang kita hadapi. Pelajari kenapa kenyataan yang kita hadapi tidak sesuai dengan harapan kita. Refleksikan apa yang kurang, ikhtiar apa yang tidak tepat. Karena sarana terbaik untuk mempersempit jarak antara kenyataan dan harapan adalah ikhtiar atau usaha kita. Semakin tinggi harapan yang kita targetkan, semakin besar pula usaha yang harus siap kita lakukan.

Maka, coba renungkan dan catat kembali, adakah kesalahan yang kita perbuat dahulu. Adakah cara yang belum kita coba. Refleksikan perjalanan kegagalan kita, kemudian perbaikilah ke depan. Tanpa adanya perbaikan, maka harapan akan selamanya menjadi harapan.

Never Stop Learning

Tak peduli seberapa dalam rasa kecewamu, bangkitlah. Ingat kembali bahwa tiada yang abadi di dunia ini. Jikapun hari ini kita jatuh dan terpuruk, masih akan selalu ada hari esok. Kita masih punya kesempatan untuk memperbaikinya. Ikhtiar terbaik adalah konsistensi untuk terus belajar. Menambah ilmu, mengasah ketrampilan, dan menambah pengalaman hidup. Jangan biarkan kecewa merampas kebahagianmu, jangan sampai kecewa mematikan harapan lain untuk hari esok.

Buat kalian yang sering merasa kecewa pada diri sendiri…

Lapangkanlah hatimu walau pedih, ikhlas menerima kenyataan yang tak seindah harapan kita, mensyukuri hal-hal lainnya yang tersisa, dan terus bangkit memperbaiki diri tanpa pernah berhenti belajar, adalah pamungkas yang bisa menjadi obat dari rasa kecewamu yang mendalam. Yang bisa menjadi peneduh untuk langkah-langkah besar lainnya di hari esok.