MLM alias Multilevel Marketing. Hampir semua orang tahu apa itu MLM. MLM merupakan strategi pemasaran berantai, di mana tenaga penjual (sales) tidak hanya mendapatkan kompensasi atas penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga atas hasil penjualan sales lain yang mereka rekrut. Dan banyak dari kita, sudah antipati terhadap MLM ini.

Mereka yang antipati biasanya punya pengalaman buruk dengan MLM. Entah itu langsung ataupun tak langsung. Mulai dibohongi, uangnya dibawa kabur tanpa kompensasi, hanya keluar uang tanpa pemasukan. Mereka trauma hal itu menimpanya lagi.

Agama menurut etimologinya memiliki beberapa arti. Dari bahasa Sanskerta, āgama yang berarti tradisi. Dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan. Dan dalam bahasa Ibrani, dan Yudaisme tidak membedakan secara jelas antara, identitas keagamaan nasional, ras, atau etnis.

Salah satu konsep pusat adalah "halakha", kadang-kadang diterjemahkan sebagai "hukum", yang memandu praktik keagamaan dan keyakinan dan banyak aspek kehidupan sehari-hari. Dari hal di atas dapat saya rangkum menjadi satu garis besar yaitu suatu hukum yang berasal dari tradisi untuk mengenal Tuhan. Jadi tidaklah heran jika banyak agama,dengan konsep berbeda-beda.

Agama MLM itu apa? Apa yang ditawarkan? Apa hadiah yang akan diperoleh para anggotanya? Agama MLM adalah agama yang penyebarannya, perekrutan anggotanya, melalui sistem multilevel, member gets member. Agama ini tentunya menawarkan hal yang luar biasa dan ajaib, "obat" berbagai macam penyakit.

Penyakit medis maupun nonmedis bisa disembuhan oleh "obat" mereka. Dan hadiah utama anggota adalah sebuah tempat tinggal yang sangat indah, yang mereka sebut surga. Dan bagi mereka yang gagal ataupun mengkhianat, serta bukan anggota. Mereka akan dikucilkan ditempat yang sangat tak layak huni yang mereka sebut neraka.

Awalnya hal berjalan sangat baik. mereka mulai keluar rumah untuk berjualan produk MLM mereka. Dari pintu ke pintu. Dari sanak saudara, sahabat karib, hingga orang yang tak mereka kenal yang ketemu dijalan. Mereka seperti anak kecil yang diberikan permen loli. Senyum merekah di bibir ketika mereka berjualan. Mereka tertawa terbahak seperti pemburu yang memamerkan tangkapannya ketika bertemu dengan sesama anggota. Semua berjalan baik tak ada problem.

Hingga suatu masa terjadi perpecahan di dalam kubu MLM tersebut. Masing-masing merasa yang paling benar. Dan yang lain salah. Mereka berusaha menjatuhan saudara mereka sendiri. Mereka tak lagi fokus merekrut anggota baru. Mereka saling sibuk saling curi mencuri anggota. Berlangsung ratusan tahun, bahkan sekarang anggota mereka tak lagi tahu sebab muasal pertarungan mereka.

Kini peta pertarungan sudah berubah. Kakak pertama tak lagi berjualan produk "obat" kusam warisan orang tua, mereka membuat "obat" sendiri, yang lebih modern dan sangat dibutuhkan oleh semua orang. Mereka menjual semua orang tanpa terkecuali. Sang nomor dua sudah tak lagi berjualan "obat" kusam itu secara bebas. Hanya pada anggotanya saja, jika ada yang ingin jadi anggotanya, mereka tetap menerima.

Si nomor tiga yang juga kembaran sang kakak si nomor dua. Dia masih sibuk mencari anggota baru, sibuk meredam perpecahan di dalam diri sendiri, sibuk memusuhi kakaknya, dan bertengkar dengan si bungsu. Si bungsu sibuk meredam perpecahan dalam dirinya sendiri, memusuhi dan menyerang kakak-kakaknya. Tapi jika sang kakak membalas, dia berkata, "Kenapa selalu aku yang jadi korban?"

Selain menyerang kakak-kakaknya,dia juga tak segan menyerang pesaing dengan membabi buta.

Memang sudah sifat semua bungsu mungkin, dia tak mau kalah dan selalu ingin menang. Dari cara yang baik sampai yang paling jahat. Mulai dengan berbicara sopan dan santun ketika mencari anggota ataupun dengan cara bengis. "Darahmu halal untuk ditumpahkan jika tak ikut anggota kami," teriak mereka. Bom, roket, senjata api, pembajakan pesawat, dan banyak cara bengis lainnya telah dilakukan.

Agar anggota semakin semangat, mereka menambahkan hadiah hiburan lainnya. Takhta, harta, dan wanita. Mereka menjual "obat" tersebut agar terpilih menjadi anggota dewan, pejabat, ataupun orang terkenal.

Mereka mengatakan bahwa "obat" mereka dapat memberikan kekayaan, mengadakan uang, transfer uang ke team leader, agar dapat mantra ajaib penghasil uang, atau dengan teriak "take beer" dan "tapir" agar dapat fulus dan paha mulus dari restoran punya kakak pertama.

Semakin hari semakin kalap para anggota si bungsu ini. Semakin tak logis dan kekanak-kanakan. Selalu menyalahkan kakak-kakaknya. Selalu mau menang sendiri. Semua yang tak sejalan dengannya selalu dimusuhi. dan diserang. Kita hanya mampu berharap agar si anak ketiga dan si bungsu bisa berdamai. Mereka bisa berdamai.

Jikapun mereka saling berperang, sang kakak pertama akan menang banyak. Produk buatannya pasti akan laku keras dipakai dua adiknya untuk saling mengalahkan. Dan tentu kehancuran didepan mata. Mari berharap agar mereka bisa berdamai.