Jakarta - Pekan lalu saya berkunjung ke kantor pusat BNN (Badan Narkotika Nasional). Bersama pimpinan tempat saya bekerja untuk melakukan kerja sama terkait pelatihan dan penanggulangan bahaya narkoba. Dalam hal ini salah satu tindakan pencegahan terhadap dinamisnya situasi karyawan di perusahaan baik operasional, lingkungan kerja maupun lingkungan tempat tinggal karyawan tersebut.

Setelah melakukan perbincangan dengan Irjen Drs. Andjar Dewanto, S.H, M.B.A "memaparkan materi yang dipresentasikan terkait perkembangan penyebaran narkoba di Indonesia dan menyampaikan juga tentang program perdayaan masyarakat, dilakukan bimbingan teknis, penyuluhan-penyuluhan, pelatihan narkoba, regulasi, satuan tugas pencegahan, rehabilitas narkoba, berantas narkoba, kegiatan narkoba dan tes urine" ungkap Irjen Andjar Dewanto.

"Lanjut menyampaikan program terkait lingkungan bersinar" mempunyai tahapan pelatihan berjenjang dan berlanjut. Dengan tujuan pada saat implementasi atau pelaksanaannya bisa melibatkan pihak yang berkepentingan dalam rangka mencegah dampak dan bahayanya narkoba. Pada dasarnya membutuhkan kesadaran oleh masyarakat umum bahwa bahaya narkoba dan sejenisnya akan merusak masa depan. Sehingga menjadi faktor utama untuk saling membahu memberantas beredarnya narkoba.

Bukan rahasia umum lagi kalau di setiap daerah "Hampir" banyaknya Narkoba baik pemakai, pengedar, bandar dan apapun itu? Judulnya ada Narkoba di daerah baik di kota maupun pelosok nusantara, menjadi lahan atau tempat mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup atau memperkaya diri dengan melakukan transaksi obat terlarang yang membahayakan dan membunuh anak bangsa secara pelan-pelan dan berlahan menghantui masa depan yang akan lenyap?

Informasi yang didapatkan dari BNN pusat data per 29 Agustus 2021. Dengan pemetaan sebaran peredaran narkoba di kawasan provinsi Indonesia, dengan rincian sebagai berikut :

1. Sumatera Utara : 1.200 kawasan.
2. Jawa Timur : 1.164 kawasan.
3. Lampung : 905 kawasan.
4. Jawa Tengah : 749 kawasan.
5. Sumatera Selatan : 747 kawasan.
6. Jawa Barat : 733 kawasan.
7. Sumatera Barat : 550 kawasan.
8. Sulawesi Selatan : 381 kawasan.
9. Aceh : 244 kawasan.
10. Kalimantan Barat : 235 kawasan.

11. Kepulauan Babel : 181 kawasan
12. Kalimantan Timur : 180 kawasan
13. DKI Jakarta : 158 kawasan
14. Kalimantan Selatan : 143 kawasan
15. Sulawesi Tenggara : 140 kawasan
16. Sulawesi Utara : 133 kawasan
17. Kepulauan Riau : 130 kawasan
18. Kalimantan Tengah : 96 kawasan
19. Riau : 82 kawasan
20. Nusa Tenggara Barat : 74 kawasan

21. Gorontalo : 58 kawasan
22. Bali : 57 kawasan
23. Maluku Utara : 49 kawasan
24. Papua : 37 kawasan
25. Bengkulu : 34 kawasan
26. Yogyakarta : 33 kawasan
27. Sulawesi Barat : 30 kawasan
28. Banten : 30 kawasan
29. Kalimantan Utara : 20 kawasan
30. Nusa Tenggara Timur : 13 kawasan

31. Jambi : 10 kawasan  
32. Papua Barat : 9 kawasan
33. Maluku : 7 kawasan

"Gabungan dari 33 provinsi terdapat 8.762 kawasan narkoba kategori bahaya dan waspada". Yang menjadi sorotan atau pantauan dari pihak pemerintah terutama aparat penegak hukum agar tetap adil dan tegas secara merata, sehingga timbul efek jera dari lapisan masyarakat manapun. Jangka panjangnya jangan biarkan pihak lain mencari kesempatan dari berbagai kepentingan baik kesenangan maupun menjadi kekayaan.

Adapun "indikator karekteristik pokok adalah kasus kejahatan narkoba, angka kriminalitas, angka kekerasan, bandar pengedar narkoba, kegiatan produksi narkoba, angka pengguna narkoba, barang bukti narkoba, entry point narkoba dan kurir narkoba". Sedangkan "indikator karakteristik pendukung adalah banyak lokasi hiburan, tempat kos dengan hunian privasi tinggi, tingginya angka kemiskinan, ketiadaan sarana publik dan rendahnya interaksi sosial masyarakat".

Selanjutnya kita pikirkan bersama bagaimana dengan generasi penerus bangsa dengan penjelasan ilustrasi dibawah ini. Yang dijelaskan berdasarkan analisa dari singkatan "Narkoba" :

#Huruf N dari Narkoba :

N = Nasib anak bangsa, dari semua kalangan masyarakat akan berdampak negatif. Bila tidak dilakukan pengawasan dari kedua orang tuanya hal ini akan menjadi bias terhadap kenakalan anak remaja terutama dari pergaulan, persahabatan, lingkungan dan ada rasa ingin coba-coba untuk melakukannya. Seperti kita ketahui, selain data yang disampaikan diatas beberapa informasi dari televesi juga bahwa narkoba sangat berbahaya bagi penggunnanya. 

#Huruf A dari Narkoba :

A = Akan diuji sikap, perilaku, perbuatan, mental dan pikirannya. Jauh itu dari pengawasan atau dalam pengawasan kedua orang tua, ini akan menguji cara berpikir anak muda zaman sekarang untuk tetap mengikuti pesan dari kedua orang tuanya. Tujuannya sih sederhana saja, agar tidak tergoda terhadap penggunaan narkoba atau obat-obatan terlarang dan sejenisnya. Karena seorang anak tidak selalu bersama kedua orang tuanya, oleh karena itu selama 24 jam pasti  ada waktu untuk keluar rumah dan lain sebagainya.

#Huruf R dari Narkoba :

R = Racun kehidupan yang sangat menggoda dan mempengaruhi generasi penerus untuk mengikutinya. Ini yang harus diwaspadai karena selain menjadi pemakai narkoba bisa saja sebagai pengedar atau kurir bahkan terlibat juga sebagai bandar besar narkoba. Bagaimana menyelidikinya terhadap generasi penerus tidak mengikuti terkena bahaya narkoba, sekali-kali memang perlu tau atau identifikasi lingkungan baik dari sahabatnya, tempat bermainnya dan aktivitasnya apa saja.

#Huruf K dari Narkoba :

K = Karena sangat menggiurkan terutama menambah penghasilan dan membuat pikiran lebih tenang untuk berimajinasi dalam berbagai aktivitas. Ini salah satu untuk menghipnotis bagi mental dan pikirannya yang sudah terganggu, sebab dengan beberapa menit bila berhasil mengedarkan atau menghantarkan narkoba bisa mendapat uang puluhan juta bahkan ratusan juta, tergantung beratnya narkoba tersebut. Sedangkan bagi pengguna kemungkinan perasaan senang itu sudah diatas segalanya "anggap saja dunia milik mereka" maksudnya milik pemakai narkoba tersebut.

#Huruf O dari Narkoba :

O = Orang-orang yang sudah terjebak dalam godaan narkoba akan terbuai dalam suasana yang menyenangkan. Maksudnya orang-orang disini adalah seluruh masyarakat khususnya Indonesia baik laki-laki maupun perempuan, usia remaja sampai dengan lanjut usia tidak pandang buluh lagi, jadi siapapun yang sudah terkena narkoba agak sulit dilakukan penyembuhannya. Walaupun sudah dilakukan proses rehabilitas membutuhkan proses yang cukup panjang juga. Jadi, jangan biarkan narkoba bergentanyangan dilingkungan sekitar kita.

#Huruf B dari Narkoba :

B = Bahkan ada juga yang lebih seramnya lagi mengalami sifat ketergantungan terhadap obat terlarang, apapun yang dilakukan harus tersedia obat-obatan haram tersebut. Putus harapan hilang masa depan, bila tergantung dengan narkoba karena makin lama makin nyaman yang seakan-akan membawa ke angkasa dengan tujuan hampa. Hanya mengikuti pikiran kosong yang tidak bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun untuk orang lain, dalam hal ini tentu menjadi sangat prihatin bila generasi penerus kita sudah mengalaminya.

#Huruf A dari Narkoba :

A = Akibatnya adalah masa depan menjadi suram, merepotkan keluarga, harta banyak terjual, tidak dipercaya sama tetangga, pikiran terganggu walaupun sudah sembuh, dan masih banyak yang lainnya. Mari bersama-sama kita menjaga generasi penerus dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk lingkungan masyarakat atau dengan kegiatan belajar, olaharaga atau kegiatan yang lebih penting lainnya. Dengan demikian, kuncinya adalah tetap saling peduli satu sama lain serta mengingatkan bila ada tindakan kurang baik yang berada dilingkungan kita.

"Selamatkan generasi penerus kita" dengan tidak menggunakan narkoba.