Seperti yang sudah kita ketahui bahwa agama saat ini sangat sering menjadi barang jualan. Produk kosmetik bergelar halal menjadi incaran. Dakwah dengan bonus mendapatkan rupiah juga tidak kalah ketinggalan.

Dauroh poligami yang menyatakan bahwa selalu ada kebaikan dalam syariah Allah adalah salah satunya. Mereka membuka kelas live dengan berbagai narasumber seharga Rp3.500.000 dan disertai bonus hadirnya beberapa akhwat yang siap ta’addud/poligami. Judul besar mereka adalah “Cara Kilat dapat Istri 4”.

Duh, ini mengkhawatirkan sekali. Apalagi jika kita mencari kata poligami di platform instagram. Akan muncul berbagai pernyataan yang mendukung ke arah sana dengan kebutaan yang sangat keliru.

Sebuah akun menyatakan bahwa tiga istri yang akur lebih baik daripada satu istri yang ribut terus. Paradigma berpikir menjadi diputarbalikkan. Lah, kalau punya satu istri saja ribut terus, bagaimana dengan memiliki tiga istri? Duh, Gusti...

Akun yang lain menyatakan, terdapat 3 hal mengapa Alquran memperbolehkan poligami. Yang pertama, katanya, untuk maslahat sang wanita agar tidak terlewatkan kesempatan menikah. Padahal menurut badan pusat statistik nasional, jumlah laki-laki itu lebih banyak daripada perempuan.

Pada tahun 2015 saja rasionya adalah sebanyak 101,2 dan 101. Sehingga laki-laki lebih banyak 2% dibanding perempuan di Indonesia. Bahkan di dunia juga, menurut data Midyear World tahun 2016, jumlah laki-laki di dunia ini 3.532.503.174 orang dan jumlah perempuannya sekitar 3.485.040.790 yang berarti 101 laki-laki banding 100 perempuan.

Jadi ya, sudah terbantahkan kalau bilang poligami karena mau nolongin perempuan. Kecuali kalau memang mau menikah dengan para janda seperti Nabi Muhammad SAW. Karena ya, memang harapan hidup perempuan lebih tinggi daripada laki-laki sehingga sangat memungkinkan banyak perempuan yang sudah ditinggal suaminya di usia senja dan mereka sangat membutuhkan bantuan.

Yang kedua, katanya, poligami untuk maslahat laki-laki agar lelaki tidak terlewat manfaat saat salah seorang wanita udzur. Ini harus digarisbawahi, manfaat apa? 

Yang jelas, ketika wanita udzur, yang tidak diperbolehkan itu menjima atau bersetubuh. Berarti apakah laki-laki begitu tidak bisanya menahan nafsu ketika perempuan datang bulan? Jadi sepertinya pernyataan bahwa perempuan memiliki nafsu 9 dan laki-laki memiliki 1 nafsu sudah terbantahkan sendiri dengan fakta ini.

Dan yang ketiga untuk maslahat umat, agar jumlah umat menjadi banyak sehingga mampu menandingi musuhnya. Ini paradigma terbalik lagi nih. Lah, kalau mau mengalahkan musuh, yo berhentilah kamu ngobrolin masalah poligami dan bikin forum-forum poligami harga jutaan ini. Mari bikin teknologi terbaru, bikin penelitian gimana caranya gak banjir dan menanggulangi bencana.

Lagian toh kalau mau jumlah umat lebih banyak plus maslahah, udah aja adopsi anak-anak jalanan di Indonesia yang berjumalh 16.920 di tahun 2017. Itu sudah pasti maslahah dan bisa menambah jumlah umat loh, akhi. Dan pahalanya insyaAllah gak main-main.

Selain di platform instagram, sekarang kita juga ramai masalah poligami di berbagai pemberitaan karena ketua umum PSI Mbak Grace Natalie dalam Festival di Surabaya menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah mendukung poligami.

Saya kagum dengan PSI dengan ketegasan ini. Walaupun saya kira pembahasan mereka juga kurang dalam tentang masalah ini (saya menggarisbawahi bahwa bahasan ini murni tentang poligami, bukan untuk mendukung golongan anu dan anu yang suka nganu).

Yang menarik adalah lagi-lagi para pendukung poligami yang mengomentari hal tersebut dengan menggunakan cara berpikir yang hiya-hiya sekali. Contohnya adalah komentar dari Mardani Ali Sera yang menyatakan bahwa ada kampanye melawan syariat. 

Padahal Syariat Haji, Umroh, Zakat, Waris, dll, dananya mbantu bangsa ini. Secara sederhana saja, saya hendak menanyakan, apakah nanti poligami juga membantu dana bangsa ini? Atau pernahkah beliau membaca penelitian psikologi seorang anak korban poligami yang kemudian akhirnya malah merugikan bangsa kita?

Saya kira isu tentang agama tidak bisa dicampuradukan dengan pembelaan politik. Asal melawan lawan politik dan tidak memikirkan landasan berpikir dari argumennya adalah sebuah penghinaan agama dan penghinaan nalar manusia.

Saya lebih menghormati pendapat KH. Cholil Nafis yang membahasnya juga dari struktur agama. Karena saya menyadari bahwa masalah poligami adalah juga seperti masalah dalam Islam lainnya yang memiliki tafsir berbeda. Walaupun ya baperan dengan mendoakan PSI tidak lolos Pemilu dan Komnas Perempuan dibubarkan adalah bukan cuitan yang bijaksana bagi seorang Tokoh seperti beliau.

Dan dalam hal ini, saya mengikuti ijtihad KH. Husein Muhammad yang menyatakan bahwa poligami bukan tradisi Islam (silahkan cari di portal mubaadalah.com milik Fahmina Institute yang fokus membahas relasi laki-laki dan perempuan dalam Islam dengan kajian terkini *numpang ngiklan*).

Jadi, poligami menurut saya tidak memiliki pembenaran sama sekali jika kita melihat dari sudut pandang sosio-temporal yang ada. Kamu boleh berbeda pendapat atau bahkan mendukung pendapat, asalkan argumenmu masuk akal dan bukan hanya karena untuk menjatuhkan satu golongan atau hanya untuk menonjolkan golonganmu.