Hampir semua orang tidak sepakat dengan ide dan konsep yang di pakai oleh Charles Darwin. Karena sebagian yang mereka pahami. Itu bertentangan dengan konsep seleksi alam dan hukum relativitas.

Menurutnya Darwin, — ide dan esensi dari segala yang tidak bisa di belah adalah bukan jiwa, melainkan seluruh entitas biologis yang tersusun secara terkombinasi dan terpisah. Dalam teori evolusi, Charles Darwin menyebutkan itu sebagai sel-sel, dan molekul-molekul DNA yang terdiri dari bagian-bagian yang terkecil. Itu dapat menyebabkan terjadinya langsung pembelahan, dan pembuahan sel-sel baru.

Tetapi di dalam sel-sel dan molekul-molekul DNA kita adalah, —sesuatu yang dapat di mutasi, dan di belah. Itu tidak bisa terjadi dalam seleksi alam. Dari sini Anda bisa memahami terjadi kontradiktif dan ketidakilmiahan antara hukum relativitas dan teori evolusi.

Dia mengerti bahwa pohon ek dan gajah itu hanya terjadi sebagai akibat proses evolusi, dan kombinasi yang panjang dari pembuahan sel-sel yang baru.

Sedangkan,—mata Anda dia lupa, bahwa itu juga adalah sebuah sistem yang tersusun secara kompleks dari banyak bagian-bagian yang terpisah. Namun memiliki kombinasi dan sistem yang sama. Dari pembuahan-pembuahan sel yang baru. Yaitu berupa lensa, korne dan retina. Anda berpikir bahwa mata yang demikian kompleks dan tersusun secara rapi. Itu menurut Charles Darwin memiliki entitas, dan satu-kesatuan sel-sel dan mutasi.

Yang sifatnya,— berkelanjutan, berevolusi dari waktu ke waktu. Namun itu tidak terjadi begitu saja. Tetapi melalui tahap, proses jutaan tahun.

Mata Anda yang sekarang ini sangat mirip dengan mata erektus yang hidup selama 1 juta tahun. Agak kurang sama dengan mata Australopithecus, yang hidup selama 5 juta tahun yang lalu. Berbeda dengan mata dryolestes, yang memang sudah hidup selama 150 tahun yang lalu. Itu juga tampaknya Anda tidak memiliki kesamaan khusus dari organisme-organisme bersel tunggal lainya, yang sudah hidup selama jutaan triliunan tahun yang lalu.

Meskipun mutasi, dan organisme-organisme bersel tunggal itu memungkinkan Anda mampu membedakan merah dan putih, cerah dengan mendung. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa, satu genetik itu dapat menyebabkan Anda berubah.

Katakanlah mata Anda terlihat sipil ke atas, di bandingkan mata seorang ibu Anda melengkung ke bawah. Itu terjadi bukan karena proses Anda dari turun-temurun. Tetapi melainkan itu adalah mutasi genetik dari sel-sel, organisme-organisme, dan molekul-molekul DNA yang membuahi sel-sel baru. Sehingga faktor keturunan Anda memiliki entitas yang sama dari pertumbuhan sebelumnya.

***

Makanya ini yang kemudian Charles Darwin menolak keras tentang esensi dari segala yang hidup adalah energi, benda, waktu, dan ruang. Bukan jiwa! Titik

Tetapi, dari sini —Charles Darwin keliru, dan tidak akan tahu bahwa kosmis,— dunia ini adalah asalnya dari benda, energi, ruang dan waktu. Meskipun teori relativitas bermaksud lain tentang semua itu. Namun bagi saya, esensi dan konkusi dari segala hal yang" bergerak dan berubah" Itu berdasarkan hukum yang sama. Tetapi sebagian besar di antara kita merasa ragu, sedikit tidak teliti bahwa ruang dan waktu sebetulnya "muncul dari ketiadaan".

Seperti Anda mengira bahwa hidup dan mati ke depan bisa terjadi secara bersamaan dan bahkan berbeda. Anda tidak akan tahu, bagaimana air itu mengandung mineral, O², dan CO², sementara api mengandung energi? Itu juga ber-evolusi dalam ruang.

Namun tidak berarti pula bahwa segala yang bergerak, dan berubah, menurut dalam tabung itu sifatnya abadi dan absolut.

Kenapa?

Sebab, karena ada unsur reaksi kimia, dan biokimiawi yang menghubungkan dan menghidupkan kembali antara ruang dengan energi. Sehingga proses waktu akan hilang. Apabila Anda kehabisan energi. Persis seperti baterai handphone Anda sedang habis, butuh energi cas, —atau layaknya Anda sedang butuh makanan di saat Anda waktu lapar. Begitu pula cara ruang, tabung, dan waktu bekerja.

Lain halnya dengan sesuatu yang abadi itu adalah sifatnya holistik, subjektivitas, dan absolut. Tidak bisa di samakan dengan manusia, hewan, tumbuhan, dan siapapun. Meskipun itu melalui tahap seleksi dan evolusi yang panjang tentang ketiadaan. Namun yang tunggal tetap saja memiliki esensi dari hukum yang kekal. Tetapi, terlepas dari itu semua, —apakah Anda percaya, bahwa tampaknya pikiran Darwin itu jauh lebih mengenaskan di bandingkan Nithzhe, Warner Heisenburg dan Einstain.

Darwin mengakui bahwa sesuatu yang abadi adalah bukan jiwa. Melainkan benda,—material yang sudah memiliki entitas, sel-sel,  molekul-molekul, dan jutaan triliunan evolusi. Seperti seekor lalat yang berubah jadi kepompong. Atau evolusi semut jadi rayap langsung bisa terbang. Kalau Anda tidak percaya! Selebihnya, Anda bisa menyaksikan di tempat kalian masing-masing. Bagaimana sejenis binatang itu berubah dan berkembang setahap demi setahap (Evolusi)?

Berbeda dengan ide dan pikiran Heisenburg dan Einstain itu lebih entrik. Karena mereka menganggap bahwa energi, benda, dan waktu adalah unsur partikel-partikel, dan unit terkecil (atom) yang hidup di dalam materi, yang kemudian —menyebabkan terjadi rangsangan dan gesekan, sehingga mengalami reaksi elektrokimiawi dan energi.

Kalau Anda mengamati lebih sederhana lagi! Tidak jauh berbeda dengan kandungan makanan, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Itu mengandung zat-zat besi, kalori, enzim, kalsium, protein, vitamin. Sama seperti kandungan bumi, tanah, air, udara, api, dan tumbuh-tumbuhan.

Misalnya sejenis tumbuhan bunga, —Itu memiliki bagian-bagian tersendiri, cabang-cabang tersendiri, dan ranting-ranting tersendiri, daun-daun tersendiri, kelopak-kelopak tersendiri, bunga-bunga tersendiri, dan buah-buah tersendiri. Meskipun itu dalam keadaan jaringan terpisah.

Tetapi hubungan antara batang dengan rantingnya dari semua jenis tumbuh-tumbuhan itu mengandung satu-kesatuan entitas yang setara, walau proses pertumbuhan yang berbeda. Namun tujuannya sama. Pohon apel dengan buah tomat tidak bisa tumbuh dan berkembang, tanpa melalui proses komposisi tanah, air, udara, dan matahari.

Begitupun dengan,—benda, energi, waktu dan ruang. Itu tidak bisa bekerja sendiri, tanpa memiliki susunan-susunan bagian, molekul-molekul yang bercabang, atom-atom yang bergerak. Dan seterusnya.

Sama seperti tubuh dan otak Anda, yang sedang mengalami proses konstan perubahan. Layaknya seperti tembakan neuron, kontraksi otot, dan aliran hormon. Itu akan terjadi hubungan, perubahan, mutasi, pengembangan, dan transformasi panjang. Dari tahun ke tahun, dari dekade ke dekade, dan dari abad ke abad.