Asumsi dasar yang dibangun dalam pengembangan teknologi adalah untuk kesejahteraan umat manusia. Pun juga kertas, sebagai sebuah produk kemajuan teknologi pada zamannya juga dialamatkan untuk kesejahteraan umat manusia. Dalam hal ini sebagai medium tulis, baca dan pertukaran informasi.

Dibandingkan dengan bahan-bahan yang lainnya yang juga difungsikan sebagai medium tulis, baca dan pertukaran informasi sebelumnya (seperti tulang-tulang hewan, kulit-kulit hewan, pelepah tumbuhan dan bahkan batu) kertas hadir dengan keunggulannya tersendiri, lebih efisien (tepat guna) dan juga efektif (berhasil guna).

Dalam perkembangannya kertas telah sampai pada bentuknya yang paling sempurna di zaman sekarang. Kendatipun telah dipandang sebagai produk kuno dengan hadirnya produk yang lebih modern – kertas elektronik (e-paper) dan internet.

Tulisan ini dibagi dalam tiga bagian, difokuskan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan bentuk varian medium tulis, baca dan pertukaran informasi; Pertama, Dari kertas biasa (paper) menuju kertas elektronik (e-paper); Kedua, Dari e-paper menuju internet; dan Ketiga, Fungsi paralel Antara paper, e-paper dan internet. Bukan kertas dalam fungsinya yang lain, seperti sebagai pembungkus atau pembersih.

Dari Paper Menuju E-Paper 

Daya tarik utama sebuah teknologi adalah efisiensinya, sementara daya tahan utamanya adalah efektifitasnya. Teknologi yang baik selain efisien juga harus efektif untuk dimanfaatkan sesuai dengan tujuan diciptakannya.

Telah banyak teknologi yang hadir, tetapi tidak sedikit pula yang tak mampu bertahan lama. Masalah efektifitas masih menjadi ‘pekerjaan rumah (PR)’ paling utama bagi para pengembang teknologi sampai sekarang.

Salah satu perkembangan teknologi hari ini adalah teknologi elektronik. Kemajuan teknologi elektronik disebut juga oleh sebagian pemikir sebagai ancaman atas eksistensi kertas. Frederick Wilfrid Lancester pada 1978 misalnya, meramalkan masyarakat tanpa kertas (paperless society), yaitu sebuah masyarakat yang tidak lagi menggunakan kertas sebagai medium tulis, baca, dan pertukaran informasi.

Tentu yang dimaksud Lancester disini adalah kertas biasa, yang sering digunakan dalam keseharian kita. Dalam perkembangannya, berkat kemajuan teknologi elektronik pula, kertas telah mengalami perubahan bentuk (konversi) - dari kertas biasa menjadi kertas elektronik (e-paper). Hadirnya kertas elektronik (e-paper) ini sedikit banyak telah mengambil alih peran kertas biasa.

Apa yang diperankan kertas biasa dapat juga diperankan oleh kertas elektronik (e-paper). Mulai dari sebagai medium tulis, baca dan juga pertukaran informasi. Tetapi keduanya memiliki kualitas yang berbeda-beda. Kertas biasa lebih unggul berperan sebagai media baca, karena dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan yang tinggi. Sementara kertas elektronik (e-paper) lebih unggul dalam peran menulis, karena dapat memberikan kerapian dan juga efisiensi yang tinggi. Untuk membantu, perhatikan tabel dibawah ini :

Selain itu, kertas biasa dapat memberikan kebebasan untuk digunakan dan fleksibilitasnya untuk diperlakukan membuatnya penting untuk dipertimbangkan. Persis disinilah daya tarik kertas biasa masih diperhitungkan. Cocok untuk menulis sesuatu yang tidak membutuhkan kerapian yang tinggi, misalnya membuat mind mapping yang butuh tulisan acak atau dalam dunia pendidikan sebagai medium untuk menyambut ide-ide yang perlu disegerakan untuk ditulisi.

Pada akhirnyapun, apa yang ditulis dikertas elektronik (e-paper) umumnya butuh dicetak pada kertas biasa. Hal ini dilakukan atas dasar alasan yang sama; fleksibilitas, kenyamanan dan kepuasan bagi penggunanya.

Sementara kertas elektronik (e-paper) – microsoft office word misalnya – telah termekanisasi otomatis, sehingga hanya dapat bekerja sesuai dengan mekanisme sistem kerjanya. Akibatnya kehilangan fleksibilitas, karena tak dapat melakukan apa-apa lagi diluar sistem kerjanya. Cocok untuk kebutuhan yang membutuhkan kerapian dan efisiensi.

Dari E-Paper menuju Internet

Belum selesai dengan kertas elektronik (e-paper), kini telah hadir varian baru dalam bentuknya yang paling canggih – internet. Gabungan antara kertas elektronik (e-paper) yang dikaitkan dengan jaringan (koneksi) sehingga memungkinkan seseorang dapat terhubung dengan yang lainnya secara lebih mudah, luas dan juga cepat. Keunggulan internet ada pada kemampuannya dalam bertukar informasi, lebih cepat dan juga lebih luas. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel dibawah ini :

Internet tak cukup baik sebagai medium baca, sebagaimana juga e-paper. Selain alasan kenyamanan dan kepuasan, internet mengharuskan penggunanya untuk selalu online agar dapat terhubung. Efektifitas ketiga jenis varian medium tulis, baca dan pertukaran informasi tersebut diatas hanya pada bagian-bagian tertentu saja. Oleh itu, memilih salah satunya saja berarti menyusahkan kehidupan itu sendiri.

Tak heran daya tarik internet hari ini sangat tinggi. Disatu sisi karena tulisannya sangat rapi yang tak lain hasil dari e-paper, tetapi disisi lain juga memiliki keunggulan terbaik pada perannya dalam pertukaran informasi.

Posisi ketiga jenis varian medium tersebut sangat jelas, sebagaimana akan dijelaskan pada bagian berikut ini.

Fungsi Paralel; Antara Paper, E-Paper dan Internet

Menuju kehidupan yang terbaik, adalah menyelaraskan pilihan-pilihan kehidupan. Dualisme sesuatu tak jarang menghadirkan kesulitan bagi kehidupan itu sendiri. Antara dunia nyata atau dunia maya, antara komputerisasi atau konvensional, antara kertas elektronik (e-paper) atau kertas biasa (paper) dan atau antara e-paper dan internet tidak semestinya untuk dipisahkan.

Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan kekurangan dan kelebihan masing-masing varian medium tulis, baca dan pertukaran informasi tersebut – baik paper, e-paper maupun internet. Apa yang tak bisa diberikan oleh jenis yang satu dapat diberikan oleh jenis yang lainnya. Ketiganya saling melengkapi untuk mendukung kehidupan terbaik bagi manusia.

Atau paling tidak, ketiga jenis varian medium tersebut diperlakukan sesuai dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing – artinya kehadiran yang lainnya tidak saling menegasikan keberadaan satu atas yang lainnya.

Hal ini penting untuk disadari, agar dapat mengantarkan kita untuk tidak salah dalam memposisikan teknologi. Fungsi dan peran kertas dalam kehidupan kita lebih jelas terasa ketika kita memahami posisi masing-masing dari ketiga jenis varian tersebut. Agar dapat memandang lebih realistis dan tidak menutup mata pada kekurangan-kekurangannya.

Kertas biasa (paper) unggul sebagai medium baca, kertas elektronik (e-paper) unggul sebagai medium tulis dan terakhir internet unggul sebagai medium pertukaran informasi. Sebagaimana dapat kita perhatikan pada tabel sebelumnya diatas.

Dengan demikian, dapat kita katakan bahwa hadirnya internet tidak dimaksudkan untuk meniadakan kertas elektronik (e-paper), dan juga hadirnya e-paper tidak dimaksudkan untuk meniadakan kertas biasa. Fungsi paralel ketiga jenis varian medium ini yang sesungguhnya kita butuhkan sesuai dengan keunggulannya masing-masing.

Sebagai contoh,  kertas biasa dapat digunakan untuk membuat mind mapping atau ide-ide acak awal dari sebuah tulisan, kertas elektronik (e-paper) dapat digunakan untuk merapikan hasil dari kertas biasa dan internet dapat digunakan sebagai medium untuk meyebar luaskan (pertukaran informasi) hasil tulisan tersebut. Dan terakhir butuh dicetak untuk mendapatkan kualitas terbaik dalam membaca. Sebagaimana pada alur dibawah ini :

Peran kertas biasa dalam kehidupan modern masih dapat diandalkan, terutama dalam dunia pendidikan. Toh dalam kenyataannya penggunaan kertas biasa masih relevan dengan zaman modern ini kendatipun kertas elektronik (e-paper) dan internet sudah ada.

Hal ini dapat terjadi karena setiap kemajuan teknologi, tak serta merta dapat menjawab kebutuhan manusia akan daya guna (efektifitas) yang ditawarkannya. Oleh itu, kini sikap bijak manusia yang menentukan berikutnya. Tentu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang rasional. Untuk dapat keluar dari ekstrim satu ke ekstrim yang lainnya - dari ekstrim kertas biasa menuju ekstrim kertas elektronik (e-paper), atau menuju ekstrim internet.

Dari uraian diatas, tak bisa dihindari bahwa ramalan Lancester yang sebelumnya telah disingggung dengan masyarakat tanpa kertasnya (paperless society) sangat bergantung pada efektifitas pengganti kertas (paper) – yaitu kertas elektronik (e-paper) dan internet. Selain itu juga, masyarakat tanpa kertas (paperless society) juga mengharuskan setiap penggunanya untuk memiliki instrument (alat) aksesnya (computer atau smartphone).

Dua hal tersebut diatas menjadi prasyarat utama yang harus dipenuhi untuk masyarakat tanpa kertas (paperless society) Lancester. Tanpa dipenuhinya prasyarat itu, masyarakat tanpa kertas (paperless society) lebih dekat dengan utopis. Apakah masyarakat tanpa kertas (paperless society) mungkin, masih tetap merupakan masalah, karena sejarah sering menyalahi ramalan.