Annie dikenal sebagai anak berumur sebelas tahun di sebuah comic-strip berjudul Little Orphan Annie sejak 1924, penciptanya adalah seorang penulis dan kartunis Harold Gray. Thomas Meehan sendiri pertama membacanya setelah 48 tahun Annie hadir, yaitu pada 1972. 

Awalnya Meehan diminta oleh temannya untuk mengadaptasi Little Orphan Annie dan menuliskan untuk naskah broadway. Sampai akhirnya Meehan terpikir untuk menerbitkannya dalam bentuk sebuah buku utuh tentang Annie dengan mengambil garis besar kehidupannya saja. Lahirlah buku ini.

~

Annie adalah anak yatim piatu yang tinggal di Panti Asuhan Kota New York yang dikhususkan untuk anak perempuan. Annie tak suka disebut sebagai anak yatim piatu, dia merasa masih memiliki orang tua yang lengkap.

Lantas bagaimana bisa orang-orang menyebutnya anak yatim piatu? Karena dia diletakkan begitu saja oleh kedua orang tuanya di depan panti itu saat dia berusia dua bulan, tepat di malam tahun baru dengan sebuah kertas bertuliskan janji bahwa mereka akan datang menjemputnya kembali. Tapi hal itu tak pernah terjadi bahkan sampai Annie berusia sebelas tahun.

Annie bukan anak yang bodoh atau penakut. Dia berani, tegas, teman-temannya menurut padanya, dan dia juga cerdas. Karena sikapnya itulah Miss Hannigan si pengasuh panti kurang suka pada Annie. Dia sering dihukum membersihkan toilet panti atau tugas-tugas berat lainnya. 

Annie dan teman-temannya di panti asuhan dimanfaatkan oleh Miss Hannigan untuk menjahit baju di ruang bawah tanah agar tidak ketahuan oleh orang lain. Baju-baju tersebut dijual tapi hasilnya tidak dibagikan pada Annie dan teman-teman. Seringnya malah mereka ini diberi makanan yang sudah tidak layak.

Setiap malam tahun baru, Annie selalu menunggu dengan cemas kedatangan kedua orang tuanya. Dan setiap tahun kekecewaan saja yang didapatnya. Di malam tahun baru saat usianya sudah sebelas tahun, Annie berniat mencari orang tuanya dan juga karena sudah tidak tahan dengan perlakuan Miss Hannigan, dia memutuskan untuk kabur. 

Di pagi yang dingin itu dengan menyembunyikan dirinya di mobil pengangkut sampah, Annie berhasil keluar dari panti asuhan.

Namun kehidupan di luar panti ternyata tidak semudah yang dia bayangkan, bermodal nekat dan otak yang cukup cerdas Annie mencoba bertahan hidup di jalan. Diawali dengan hidup menumpang pada pasangan suami istri pemilik restoran kecil yang hanya memanfaatkan tenaga Annie untuk bekerja di restoran, Annie lalu bertemu dengan seekor anjing liar yang diberinya nama Sandy.

Setelah berhasil kabur dari pasangan suami istri itu, Annie bertemu sekelompok orang yang tinggal di bawah jembatan kota karena kesamaan kondisi keuangan. Tempat ini dikenal dengan nama Hooverfield, diambil dari nama presiden Hoover yang disalahkan oleh masyarakat atas terjadinya krisis perkenomian di Amerika. 

Ya, setting waktu cerita ini memang mengambil era sekitar tahun 1933 saat terjadinya era depresi Amerika di bawah pemerintahan presiden Franklin D. Roosevelt.

Mereka yang tinggal di Hooverfield ini ulunya adalah orang-orang yang mempunyai pekerjaan tetap tapi sekarang tidak lagi sejak memasuki masa depresi di Amerika. Berbagai cara mereka lakukan untuk bertahan hidup. Annie mencoba peruntungannya berjualan apel dengan bantuan salah satu dari mereka. Sedikit demi sedikit dia sudah bisa menabung uang hasil berjualannya.

Annie masih memegang teguh keyakinannya bahwa dia akan bisa bertemu dengan orang tuanya. Sampai suatu hari saat terjadi pembersihan di area tersebut, Annie ditemukan oleh pihak kepolisian. Annie terpisah dari Sandy dan juga teman-temannya. 

Pak polisi mengantarkannya kembali ke panti asuhan kota. Miss Hannigan tertawa puas saat akhirnya dia mendapatkan Annie kembali, sampai ternyata seseorang datang menyelamatkan Annie. Miss Farrell, seorang wanita cantik perwakilan dari Mr. Warbucks konglomerat terkaya di kota. Siapa mereka dan apa tujuannya?

Sejak di halaman pembuka cuma satu pertanyaan yang akan hadir di benak pembaca: apa Annie bisa bertemu dengan orang tuanya lagi?

~

Membaca buku ini rasanya seperti masuk ke dalam dunia cerita klasik seperti di buku-buku karangan Charles Dickens. Dengan suasana yang setting lokasi cerita yang juga klasik, Meehan sanggup membawa saya merasa melihat langsung penderitaan Annie. Di beberapa adegan bahkan saya membayangkan Annie cukup mirip dengan cerita Si Gadis Penjual Korek Api.

Ya, benar-benar cerita imajinatif khas anak-anak. Membacanya jadi merasa kembali ke masa kecil. Annie sebagai anak dengan pribadi yang menyenangkan, kecerdasannya, akalnya, juga rasa optimisnya yang tinggi sepertinya memang bagus untuk dikenalkan kepada anak-anak.

Sebenarnya saya mengenal Annie lebih dulu melalui soundtrack-nya yang terkenal dengan judul 'Tomorrow' daripada film atau bukunya. Walau sudah jauh sekali terlambatnya, tapi saya lega masih sempat mengenal Annie yang cerdas dan pemberani ini.

  • Annie
  • Thomas Meehan
  • Gramedia Pustaka Utama, 2016