Ternyata Mourinho belum juga lepas dengan kutukan musim ke 3 dalam menangani setiap klub, tercatat sejak ia melatih Porto 2002-2004, Chelsea 2004-2007, Inter Milan 2008-2010, Real Madrid 2010-2013, Chelsea 2013-2015, dan Terakhir Manchester United 2016-2018. Jika melihat karir kepelatihan Jose Mourinho, ia tidak pernah melewati angka 3, ya mungkin saja angka 3 menjadi angka sial buat Mourinho, seakan mengingatkan kita lagi pada laga ketika Manchester United dikalahkan Tottenham 0-3 dan dia dengan nada sedikit marah mengatakan pada media saat konfrensi pers “0-3 kalian tahu artinya? ya 0-3 artinya saya sudah memenangkan 3 gelar Primer League lebih banyak dari pelatih yang ada disini”. Lagi-lagi Mourinho Menyebutkan angka 3 tadi.

Tapi bukan Mourinho namanya jika tidak memiliki catatan yang sangat menarik, ya benar saja Semua Klub yang pernah dilatih Mourinho selalu ia beri gelar, ia selalu sukses di musim pertamanya dan musim kedua. Tapi kesuksesan itu tidak ia teruskan di tahun ke 3, dan kasusnya hampir selalu sama pada musim ketiga ia akan bersiteru dengan manajemen dan pemain. Terakhir ia bersiteru dengan Paul Pogba di Manchester United, Sebelum nya ia juga pernah bersiteru dengan Iker Casillas di Real Madrid.

Manchester United Telah resmi memutus hubungan dengan Mourinho, catatan Manchester united yang sangat buruk saat ini menjadi alasan Manajemen untuk memutus kontrak Mourinho. Manchester United Musim ini menduduki peringkat 6 klasemen sementara dengan 26 poin, terpaut 19 poin dari pemuncak Liga inggris saat ini Liverpool yang merupakan Rival utama Manchester United. Dan Liverpool Mengalahkan United 3-1 di pekan 17 dan membuat Manajemen tak ragu lagi memecat Jose Mourinho. Dan Mourinho Lagi-lagi mengucapkan selamat tinggal sebanyak 3 kali untuk Primer League.

Kembalinya Baby Face Assasin 

            Ole Gunnar Solskjaer, nama tak asing bagi seluruh Fans Manchester United di dunia, mengapa tidak Gol Solskjaer di menit 93 melawan Bayern Munchen Final Camphions 1999 menjadi penentu gelar Treble Winner MU musim itu. Solskjaer bermain Buat MU dalam kurun 1996-2007 dan tampil sebanyak 359 pertandingan dengan 123 gol.

            Ole Gunnar Solkjaer telah meraih banyak gelar untuk MU, tercatat ia telah memenangkan 6 Primer League, 2 gelar FA Cup, Community Shield 2 kali, Intercontinental 1999 dan Uefa Champoins League 1999. Solskjaer juga merupakan pemain yang cukup di cintai oleh fans united di Old Trafford, namanya selalu dinyanyikan di tribun penonton hingga saat ini.

            Kini sang pemain kembali ke Old Trafford, kali ini bukan sebagai pemain tapi menjadi Pelatih Certaker bersama Mike Phelan dan didampingi Michael Carrik yang sebelumnya di isukan sebagai pengganti Mourinho. Berita ini sudah langsung dikonfirmasi oleh Manchester di laman media sosial resmi mereka. Menarik menunggu sentuhan manis dari sang legenda, dimana sebenarnya Solsjkaer bukan anak baru didunia kepelatihan, ia pernah melatih Klub Molde (Norwegia) dan juga Melatih Cardif City pada tahun 2014.

            Nama Solsjkaer mungkin mengejutkan sebagian fans United, karna namanya tidak pernah menguat di media manapun, nama-nama seperti Zidane dan Pocchetino yang santer di kaitkan dengan United bahkan diawal musim ini.

Nafas Baru Manchester United

            Gaya permainan Jose Mourinho sebenarnya tidak begitu disukai oleh banyak Fans United, Mourinho yang masih mempertahankan gaya pragmatisnya dan mengandalkan serangan balik banyak menuai kritik baik dari fans maupun para legenda United seperti Paul Scholes yang terang-terangan tidak menyukai formasi parkir bus ala Jose. 

Ini menjadi polemik di mana di tahun pertama Jose mampu meraih 3 gelar sekaligus, yaitu Community Shield, EFL dan Uefa Eroupa League, yang seakan memberikan secercah harapan kembalinya Manchester United menjadi Raja di Inggris. Akan tetapi Parkir Bus ala Jose belum sanggup memarkir Manchester United dipuncak tertinggi liga Inggris malah semakin jauh dari Puncak.

            Pemecatan Mourinho mungkin bukan solusi paling cerdas dari para petinggi United, tapi setidak ini menjadi nafas baru untuk mengarungi laga sisa kompetisi agar tidak semakin tenggelam. Memanggil kembali sang Legenda Ole Solsjkaer tentu menjadi nilai positif bagi skuat united saat ini. Solskajer yang tentu sudah kenyang dengan atmotfers liga inggris akan memberikan ilmunya dan aura Sir Alex Ferguson masih tentu melekat dengannya, dan Aura itulah yang sangat di rindukan oleh seluruh Fans Manchester United.

            Kini publik Machester United akan berharap besar pada sang legenda, akan sangat sulit bagi fans untuk mengatakan bahwa Manchester United tidak lagi bersaing di Primer league, namun kenyataan itulah yang terjadi, berada di peringkat 6 saat ini dan berharap mengakhiri musim di Peringkat 4 menjadi harapan dari nafas baru Manchester United Musim ini.