Hujan telah memberikan alasannya.

Dia turun, untuk membuat seorang kembali mencintai matahari. Dia selalu turun, untuk membuat matahari bersinar lebih terang esok hari. Dia turun, untuk membuat langit, berhiaskan pelangi. Dan dia turun, untuk membuat malam bersanding dingin.

Tapi yang kutahu, hujan selalu punya alasan untuk turun, menjadi perantara rindu. Rindu yang selalu kutitip pada angin, memintanya menyelipkan pada sisi awan lembut.

Jatuhkan lewat hujan agar kau bisa merasakannya, lewat aroma tanah yang terangkat; lewat biasan yang membasahi kaca. Jendelamu dan lewat semua yang tersentuh olehnya. Apakah kau tahu? Rindukulah yang selalu mengetuk jendela, ketika hujan. Membawakan dingin, agar kau tahu di sini ada kehangatan untukmu.