Aku memang iri padamu, Nur
Rambutmu yang hitam berkilau bergelombang
Kulitmu yang mulus dan seputih susu
Bulu matamu yang lentik
Dan tubuhmu yang bak biola

Aku memang iri padamu, Nur
Semua memuja
Semua menyuka
Aku pun juga

Tapi aku tidak membencimu, Nur
Meski aku sering berdo'a
Agar kau celaka
Meski aku sering menyebutmu
Perempuan penuh dusta

Sungguh aku tidak membencimu, Nur
Semua hanya karena
Kau selalu membuatku menjadi yang kedua

Aku tidak membencimu, Nur
Hatiku saja yang penuh bara
Menyala-nyala
Berkobar-kobar

Aku memang iri padamu, Nur
Tapi aku tidak membencim
Aku hanya ingin kau mati saja