Siapa dia yang datang menemuiku?

Dengan pakaian indah bagai permaisuri.

Datang dengan permadani.

Diiringi cahaya terang yang abadi.


Kutatap wajahnya perlahan.

Dan aku tidak mengenalnya.

Kaki yang tertutup melangkah mendekat.

Dia meraihku dan berkata.

Mari kuantar kau ke pintu surga.


Entah dari mana dia datang.

Dan entah ke mana aku diajak pergi.

Kanan kiri ku menatapku.

Puluhan wanita mulia tersenyum padaku.

Tak ada satupun yang kukenali.


Tapi ada satu pemuda yang mendekat padaku.

Dia berkata.

Tidakkah kau ingat mereka?


Mulutku tertutup rapat.

Mataku buka lebar.

Pikiran kujernihkan.

Tak ada satupun yang terbayang.


Kujawab.

Aku tak mengenal mereka.


Lalu pemuda itu bertanya lagi.

Tidakkah kau ingat mereka, yang mengajakmu menghadiri majlis mulia?


Lagi..

Kucoba berpikir keras mengingat mereka.

Hingga ada satu bayangan terlintas di otakku.


Di mana aku pernah terduduk ketika semua berdiri.

Aku berdiri, ketika semua melangkah.

Aku melangkah, dan semua hendak berlari.


Dan ketika mereka hendak berlari, mereka tak lupa menarik tanganku. 

Menarik aku dari kesendirian.

Dan menyelamatkanku dari kesepian.


Sahabat yang tak pernah membuat hati terluka.

Sandaran saat kecemasan datang tiba-tiba.

Ya, mereka adalah sahabatku di dunia.