Menulis merupakan kegiatan merangkai kata untuk menciptakan tulisan yang utuh. Dengan menulis, kita bisa menuangkan ide sekaligus memperkaya wawasan. Kita juga bisa memberi informasi kepada orang banyak.

Bagi kamu yang tertarik untuk menjadi penulis yang baik dalam memunculkan inspirasi untuk ide tulisan serta konsisten dalam menulis, kamu bisa menerapkan 12 langkah berikut ini:

1. Sering-sering baca karya penulis ternama

Sering-sering membaca karya penulis yang namanya sudah mentereng. Sebagai penulis hebat, ia akan membuat kita lebih peka dalam menulis nantinya. Membaca juga merupakan proses meniru karya-karya penulis besar (dalam artian baik ya, meniru gaya penulisannya, bukan memplagiasi).

Jika kita jarang membaca, kamu tidak akan tahu seperti apa tulisan yang enak dibaca atau bagaimana menuliskannya.

Sebagai penulis, membaca adalah langkah awal yang baik untuk segalanya. Melalui ini, kita akan tahu bagaimana mekanisme penulisan yang baik dan gaya menulis seperti apa yang cocok untukmu. Membaca juga mampu memperluas pandangan atau inspirasi buat tulisan kamu loh.

2. Banyak-banyak berlatih

Ok, latihan. Analoginya seperti ini: ibarat pisau yang harus selalu diasah agar tetap tajam dan bertambah tajam. Kemampuan menulis kita harus dilatih setiap hari. Jangan pernah berhenti membaca dan menulis. Malu dong sama anak TK yang menghafal tiap Minggu sampai Sabtu.

Kita bisa menulis sesering mungkin; buku harian, medsos, atau di platform online seperti Qureta ini, atau apa pun yang bisa digunakan untuk kegiatan menulis kita. Karena mungkin ide kita akan tajam, dan kita akan bisa lepas mengekspresikan pikiran.

3. Selalu catat ide

Ke mana pun dan kapan pun kamu pergi, jangan lupa untuk membawa buku harian atau handphone untuk lebih simpelnya. Buat apa? Untuk mencatat ide-ide yang berlintasan di kepala.

Jika suatu waktu ide muncul, kamu bisa menuangkan ide tersebut ke dalam sebuah karya. Jangan menunggu sampai rumah, nanti keburu lupa! Kalau perlu, kamu bisa menuliskan percakapan-percakapan yang menurutmu menarik, bait-bait lagu, puisi, atau detail tempat yang menarik yang kamu lewati. Mungkin saja ada bagian yang bisa dijadikan inspirasi untuk sebuah karya.

4. Ciptakan ritual menulis

Jika kamu ada waktu atau hari yang menurut kita tidak sibuk, kamu bisa jadikan hari tersebut menjadi rutinitas untuk menulis. Menulis apa? Apa saja. Menulis hal yang bermanfaat, yang bisa dijadikan sebagai karya tulis atau kita bisa membaca buku yang mungkin bisa menginspirasi untuk bisa membuat karya tulis. Tapi jangan asal menyalin tulisan orang ya, itu bukanlah hal yang baik.

5. Tulis tulis tulis

Tulis apa? Jika masih bosan atau bingung mau ngapain dan kamu cuma berada di depan layar kosong, jangan buat semuanya sia-sia. Kamu bisa gunakan waktu “bosan” itu buat menuliskan apa pun yang melintas di pikiran. 

Tetaplah gerakkan jemari, dan coba untuk menulis apa pun yang ada di kepala. Karena ketika kita sudah memulai, proses yang berikutnya akan lebih mudah. Semua bisa diperbaiki nanti, yang terpenting tetaplah berada di aliran kita. Kuncinya adalah memulai.

6. Hilangkan semua gangguan

Menulis akan kurang berjalan dengan lancar jika ada banyak hal yang mengalihkan konsentrasi, seperti suara-suara bising atau multitasking. Menulis perlu dilakukan dalam keadaan tenang dan bebas gangguan. 

Nah, kalau begitu kita haru ambil langkah dimana kita harus menonaktifkan segala hal yang menggangu konsentrasi. Jangan sampai notifikasi dari si dia menjadi penghambat hobi kita.

7. Mulailah merencanakan apa yang akan kamu tulis, lalu tuangkan

Yaps! Merencanakan berarti kita sudah memiliki ide buat dituangkan ke karya tulis. Nah, kalau sudah begini, kita tidak perlu repot buat cari ide, karena proses brainstorming telah kita lakukan lebih awal. Tapi ingat, tetap saja harus fokus dahulu pada satu karya agar karya tersebut bisa selesai dengan baik.

8. Bereksperimen

Mengikuti jejak penulis lain bukan berarti meniru mereka sama persis loh. Cobalah hal-hal baru, ambil cerita kecil dari berbagai penulis favoritmu, bereksperimenlah dengan gaya menulis masing-masing. Cobalah berbagai hal akan membuat kita menjadi kaya ide dan kita akan menemukan gaya menulis yang cocok untuk kita sendiri.

9. Revisi

Nah, ini nih bagian yang penting. Kalau kita sudah memasuki tahap di mana karya sudah selesai, jangan senang dulu. Kita harus membaca ulang karya tersebut dan merevisinya menjadi lebih baik, karena kita harus sadar bahwa ada yang perlu diperbaiki dari draft pertama. 

Baca ulang semuanya, perbaiki tata bahasa yang keliru, ejaan yang salah, maupun kalimat yang kurang pas dan membingungkan.

10. Buatlah yang ringkas

Saat proses revisi tulisan, sunting ulang kalimat dan paragraf. Buang hal-hal yang tidak penting dan pertahankan yang esensial. Kalimat yang sederhana tapi jelas lebih baik dari pada kalimat yang bertele-tele.

11. Gunakan Kalimat Yang Mengena

Setelah selesai tahap yang nomor 10, fokuskan untuk membuat kalimat yang mengena pada pembaca, yang menimbulkan kesan kuat dan berkarakter tetaplah tiap kalimat dibuat bervariasi.

12. Buat tulisanmu dibaca khalayak luas

Ini bisa lakukan dengan cara memublikasikan tulisan di blog, media sosial, atau platform menulis yang sekarang sangat banyak dijumpai di era ini. Promosikan karya lewat media sosial biar makin banyak yang baca.

12 langkah di atas bisa kamu terapkan saat berkeinginan bisa menulis atau ketika kamu ingin kembali menulis. Langkah tersebut juga harus dibarengi dengan kemauan kita untuk menulis. Makin sering berlatih, maka akan makin terasah kemampuan.