Mewabahnya virus Covid-19 di Indonesia, masyarakat pun terpaksa menanggung imbasnya. Tak terkecuali bagi sektor pendidikan. Alhasil, para guru harus jungkir balik demi menemukan metode pembelajaran yang adaptif. Didorong untuk mengejar ketertinggalan pembiasaan IPTEK untuk menyeimbangi kaum muda.

Tidak hanya terjadi di kalangan tenaga pendidik namun juga merebak hingga generasi muda penerus bangsa. Survey penilaian cepat tim Satgas Penanganan Covid-19 (BNPB 2020), menunjukkan bahwa 47% anak Indonesia merasa bosan di rumah. 

Oleh sebab itu, dibutuhkan segudang ide sederhana kreatif untuk menciptakan suasana belajar online yang menyenangkan juga membaur. Berikut beberapa opsi yang bisa menjadi bahan referensi:     

Mengambil materi dari platform digital (media interaktif)

Era digital mengundang masyarakat untuk menciptakan gebrakan. Sejumlah youtuber dan influencer lainnya berlomba menciptakan kreasi baru. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika pengajar memanfaatkan konten edukatif youtube seperti Nihongo Mantappu, Retta Pramesti, Miracle Sitompul, dan masih banyak lagi.

Belajar melalui permainan atau game

Kecenderungan orang akan merasa terbebani jika dihadapkan dengan hal yang serius, berbanding terbalik apabila dikemas secara menarik dan dinamis. Permainan atau game merupakan inovasi lain yang dapat diterapkan selama masa daring ini, yaitu menggiatkan pemakaian kahoot, quizizz, dan sebagainya.

Apalagi memilih mode tim, murid dapat bekerja sama untuk berkompromi antaranggota kelompok. Caranya mudah, para guru hanya perlu memasukkan daftar pertanyaan ke dalam kolom yang telah disediakan dan mencantumkan gambar sebagai illustrator dengan durasi tiap pertanyaan antara 10 – 60 detik.

Mengaktifkan fungsi username

Umumnya, guru hanya memperbolehkan para muridnya untuk mencantukan nama siswa/i berdasarkan daftar nama resmi. Namun demi menghindari kejenuhan, tidak ada salahnya jika kita berpikir bebas dan menjadikan fitur ini sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan.

Contohnya yaitu, pada saat pelajaran sejarah. Setiap murid diharuskan untuk mengganti username mereka dengan nama tokoh sejarah dengan batas persyaratan yang telah ditetapkan. Lalu ketika KBM, murid dapat menjelaskan peran penting tokoh tersebut dalam peristiwa yang sedang bahasan.

Mengoptimalkan kegunaan Virtual Background di aplikasi video conference

Penggunaan Virtual Background sudah menjamur di berbagai platform media sosial, seperti Line dan Instagram. Alih-alih hanya digunakan sebagai pajangan, fitur ini bisa dialihfungsikan sebagai bahan edukasi. 

Ambil saja contoh pelajaran seni. Para siswa dapat mengganti latar belakang guna memberikan ilustrasi mengenai materi yang akan dibahas, baik itu tarian, lagu, alat musik, karya rupa, atau kriya.

Mendesain poster atau infografis

Bukan hanya kecerdasan intelektual saja yang harus diasah, namun soft skill pun juga harus mendapat perhatian. Perkembangan di era 4.0 menuntut masyarakat untuk sering bersentuhan dengan media digital. Maka dari itu, alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan ialah merancang poster atau infografis.

Misalnya dalam pelajaran PKWU atau kewirausahaan. Murid diminta untuk membuat promosi jajanan atau usaha lainnya dengan iklan media online. Kemudian jangan lupa unggah tugas di akun media sosial. Sehingga murid merasa diapresiasi dan dapat memberikan inspirasi bagi orang lain.

Membuat video atau vlog

Ujian praktik atau pengambilan nilai motorik dapat digantikan dengan tugas pembuatan video. Cara ini melatih siswa/i dalam berkomunikasi dan presentasi. Pembuatan video ini juga melatih ketekunan karena dilakukan melalui proses yang cukup panjang, dari tahap brainstorming hingga pengaplikasian konsep.

Sebagai contoh penerapan dalam pelajaran biologi yang memperlihatkan dokumentasi di mana murid rajin merawat tanamannya setiap hari juga hasil akhir perkembangan tumbuhan. Lalu percobaan kimia, ketika murid berusaha mencampurkan beberapa senyawa reaktif sehingga menghasilkan elemen baru.

Mengadakan tugas yang bersifat interaktif (wawancara)

Di tengah kondisi pandemi seperti ini, kita sebagai warga Indonesia turut bersimpati terhadap kondisi di sekitar. Kegiatan wawancara adalah hal yang terpuji untuk kita lakukan, baik itu dengan para pedagang, karyawan, driver ojol, hingga orang terkena dampak PHK akibat ganasnya pandemi.

Apalagi sebagai generasi muda, kita bisa belajar menggerakan hati banyak orang untuk bertegar hati dengan berbagi motivasi juga bantuan sosial kecil lainnya. Semisal, murid memesan makanan melalui aplikasi ojol. Lalu mereka menanyakan kesediaan driver menjadi narasumber dalam sesi wawancara. 

Jangan lupa selama pembuatan video menjalankan protokol kesehatan. Opsi lain yang dapat dilakukan dengan menghubungi calon narasumber via email atau nomor kontak  yang telah tersedia di website institusinya. Kemudian memintanya untuk bergabung dalam link video conference seperti google meet atau zoom.

Program Kakak Asuh

Menjadi guru tidak hanya memperkaya diri sendiri tetapi juga mengambil peranan penting dalam kehidupan orang lain. Diperlukan keterampilan untuk terus belajar mempersiapkan materi yang up to date dengan perkembangan yang ada. Lalu otomatis kita semakin memahami materi yang kita bawakan.

Program ini mengharuskan guru untuk membagi setiap anak memiliki satu adik kelas. Kemudian setiap murid ini memiliki kewajiban untuk mengajar adik kelas atau teman didiknya, sebagaimana menjadi seorang mentor. Contoh anak kelas 12 mengajarkan materi fisika kepada anak didiknya yang duduk di bangku kelas 11.

          

Setelah membaca artikel ini, para tenaga pendidik tidak perlu khawatir kehabisan ide untuk mengajar. 8 metode pembelajaran di atas bisa menjadi sumber inspirasi untuk diterapkan dalam KBM (Kegiatan Belajar-Mengajar) secara daring. 

Meski terdengar asing namun alternatif tersebut cukup sederhana, mudah, dan tentunya low budget untuk dilakukan. Maka dari itu, jangan takut untuk mencoba hal baru demi memperjuangkan masa depan pendidikan Indonesia yang cerah.