"Jualanku gak kelihatan untungnya, mau gimana, samping tokoku ada Alfamart, anakku bolak-balik ke sana," keluh teman suatu hari ketika saya berkunjung ke toko nya. Teman saya mempunyai anak kecil berusia 3 tahun. Menurut teman saya, anaknya suka sekali jajan. Dalam sehari bisa lebih dari tiga kali meminta jajan. Jika tidak dituruti maka anak akan tantrum.

Anak yang gemar jajan jelas bukan kebiasaan yang baik. Selain dapat menyebabkan borosnya pengeluaran, jajan juga berdampak pada kesehatan. Untuk jangka panjang, kebiasaan jajan ini bahkan bisa menetap sampai anak menjadi dewasa.

Lantas apa yang bisa dilakukan agar anak tidak gemar jajan? Anda mungkin bisa mempertimbangkan langkah berikut ini:

  • Tidak membawa anak saat belanja bulanan

Banyak pasangan yang menjadikan belanja bulanan adalah kegiatan keluarga. Mereka akan berbelanja di supermarket dengan membawa seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak.  

Aneka makanan atau snack yang tertata pada rak display supermarket jelas akan menarik perhatian anak, termasuk batita dan balita. Dan biasanya orang tua memang memasukkan snack ke dalam daftar belanja bulanan, sehingga anak bisa saja berpikir bahwa snack atau camilan adalah kebutuhan pokok alih-alih kebutuhan yang kurang penting. 

Anda bisa memulai untuk tidak mengajak serta anak ketika pergi belanja bulanan. Sebagai permulaan, Anda bisa membelikan beberapa snack untuk persediaan dengan jumlah yang dikurangi. 

Saya sendiri tidak pernah membawa kedua anak saya belanja bulanan. Saya biasa pergi belanja bulanan sendiri atau berdua bersama suami, tapi tanpa anak-anak. Hal itu membuat anak saya tidak konsumtif terhadap jajanan, karena mereka tidak pernah melihat banyaknya aneka jajanan yang biasa ada di supermarket.   

  • Tidak menyetok camilan

Hampir semua orang tua yang saya temui menyatakan bahwa mereka menyetok camilan untuk anak di rumah. Stok camilan itu ya snack yang biasa ada di supermarket, seperti aneka chips, susu kotak, coklat, ataupun biscuit. 

Menurut mereka, menyetok camilan di rumah masih lebih baik dibandingkan anak diberi uang jajan. Bisa saja, sih, selama jumlahnya tidak berlebihan. Biar bagaimana, jika niat nya ingin mengurangi kebiasaan anak jajan, maka stok camilan di rumah juga harus dikurangi. 

Dengan banyaknya camilan di rumah bisa membuat anak cenderung memilih nyamil daripada makan makanan sehat. Anak yang terbiasa nyamil akan sangat susah diajak makan sayur atau buah, karena kuatnya perasa yang ada dalam snack membuat lidah anak sulit menerima rasa lain. 

Alih-alih menyetok camilan, mungkin Anda bisa membuatkan camilan sendiri, setidaknya bahan, komposisi dan proses pembuatan camilan Anda bisa memastikan sendiri yang terbaik. Bisa juga Anda mengganti stok camilan menjadi stok buah-buahan. Butuh perjuangan memang, tapi Anda akan merasa hebat jika berhasil.

  • Tidak perlu merasa bersalah jika tidak memberi jajan

Orang tua perlu kembali membangun mindset bahwa jajan bukanlah kebutuhan pokok. Tidak memberi jajan anak bukanlah sebuah kesalahan. Ada banyak orang tua yang merasa bersalah jika tidak memberi jajan anak. "Kasihan anak gue, masak teman-temannya jajan, anak gue cuma ngeliatin doank," begitu alasan yang dilontarkan teman saya ketika suatu hari kami sedang mengobrol.  

Ya, banyak orang tua yang merasa bersalah jika tidak memberi anak nya jajan sementara anak orang lain jajan. Bahkan ada orang tua yang rela tidak makan asalkan anaknya bisa jajan. 

Tentu saja pemikiran seperti itu keliru. Anda perlu kembali mengingat bahwa komposisi yang ada dalam jajanan sebagian besar adalah nutrisi yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Gula, pewarna makanan, dan pengawet merupakan komposisi jajanan yang tidak baik bila dikonsumsi berlebihan setiap hari. Jadi, kenapa perlu merasa bersalah jika Anda justru menjaga anak dari bahaya kesehatan?

  • Tidak memberi contoh kebiasaan jajan 

Anak adalah peniru ulung. Orang tua yang hobi jajan setiap kali jam makan tiba, tanpa sadar telah merusak pola makan sehat di rumah. Jika Anda ingin anak tidak gemar jajan maka Anda harus mengontrol frekuensi jajan Anda. Akan menjadi percuma jika Anda sibuk menasihati anak, namun Anda sendiri masih suka jajan. 

Menghabiskan setiap malam minggu dengan berburu kuliner, pergi ke warung bakso bersama teman-teman komplek adalah sedikit kegiatan yang harus mulai Anda kurangi. Sebagai gantinya, belajar membuat camilan sehat di rumah bisa dijadikan alternatif kegiatan bersama anak. 

Saya dan kedua anak saya biasa memanfaatkan hari libur untuk sekedar membuat stik kentang keju kesukaan kakak, ataupun pisang goreng kesukaan adik. Anda perlu mencobanya, itu akan menjadi kegiatan yang menyenangkan bersama anak.

Nah, itu adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar anak tidak gemar jajan. Jangan lupa untuk memberikan pengertian dengan penuh kasih sayang agar anak memahami bahwa apa yang orang tua lakukan adalah untuk kebaikan dan kesehatan anak.