Provinsi Riau memiliki potensi pariwisata yang cukup luar biasa, mulai dari wisata alam, buatan, kuliner dan budaya. Ditambah lagi pemerintah provinsi Riau mulai menunjukkan keseriusannya untuk menjadikan provinsi Riau sebagai salah satu destinasi wisata andalan yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu, berikut adalah festival yang dapat anda kunjungi saat berlibur di provinsi Riau selama 2019 dan juga festival ini masuk dalam kalender wisata nasional 2019

1. Bakar Tongkang

Ritual bakar tongkang atau dalam bahasa Tionghoa disebut Go Gek Cap Lak, merupakan ritual tahunan masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir.

Festival ini sudah berlangsung selama 134 tahun, pada tahun 2019 festival ini akan diadakan pada tanggal 28-30 juni. Festival yang juga masuk dalam kalender visit Indonesia ini setiap tahunnya mampu menyedot wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. 

Seperti nama dari festival ini rangkaian acara pada festival ini merupakan kegiatan membakar kapal replika yang disebut tongkang. Beragam acara dihadirkan selama festival ini berlangsung mulai dari panggung bakar tongkang hingga panggung acara.

Ritual bakar tongkang diawali dengang sembahyang di klenteng Ing Hok Kiong. yang merupakan klenteng tertua di Bagansiapiapi. setelah itu dilanjutkan dengan arak-arakan tongkang ke tempat pembakaran setelah sampai ditempat pembakaran kertas sembahyang ditimbun dekat lambung kapal yang siap untuk dibakar setelah itu barulah tongkang dibakar.

Sejarah upacara ini bermula pada tahun 1820. Ketika itu sekelompok etnis Tionghoa Hokkian dari Provinsi Fujian, China, merantau dan menyeberangi lautan dengan kapal kayu sederhana, dengan tujuan mencari kehidupan yang lebih baik.

Dalam pelayaran panjang yang dipenuhi dengan rasa bimbang dan kekhawatiran kehilangan arah, para penumpang kapal berdoa kepada Dewa Kie Ong Ya agar selamat sampai daratan.

Di suatu malam yang diselimuti kegelapan dan keheningan, samar-samar mereka melihat cahaya dari kejauhan. Cahaya tersebut seakan memanggil dan menuntun mereka sampai ke daratan, yang ternyata merupakan pesisir Bagansiapiapi. 

Sesampainya di daratan, mereka membakar kapal yang ditumpangi sebagai simbol melupakan suka dan duka. Pembakaran tersebut juga menjadi simbol bahwa mereka akan membangun kehidupan baru di kota yang mendapat sebutan Hong Kong van Andalas ini.

2. Pacu Jalur

Pacu jalur adalah acara tahunan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Lomba dayung menggunakan perahu panjang yang terbuat dari kayu bulat tanpa sambungan dan dikayuh oleh 40-60 orang ini setiap tahunnya diadakan di batang sungai kuantan.

Acara tahunan ini sudah ada sejak satu abad yang lalu. Pacu jalur awalnya di gelar untuk memperingati hari ulang tahun Ratu Wilhelmina, penguasa Belanda saat itu. Namun saat Indonesia terbebas dari belenggu penjajahan pacu jalur digelar pada hari kemerdekaan Indonesia.

Setiap tahunnya festival pacu jalur ini mampu menarik ribuan masyarakat maupun wisatawan baik itu wisatawan asing maupun wisatawan lokal yang datang ke Taluk Kuantan untuk menyaksikan lomba pacu jalur tersebut. Serta festival ini juga sering masuk kedalam kalender festival nasional.

3. Tour de Siak

Lomba balapan sepeda yang diikuti oleh pembalap sepeda dari dalam maupun luar negeri ini setiap tahunnya selalu menjadi agenda wajib yang di adakan di Kabupaten Siak. 

Agenda yang diadakan sejak tahun 2013 ini juga ikut mengenalkan sektor pariwisata di Kabupaten Siak, rencana ini berhasil jika dilihat dari banyaknya wisatwan yang datang ke Siak setiap tahunnya.

Tour de Siak pada tahun 2019 event ini akan menjadi ajang untuk mencari poin bagi para pembalap karena Tour de Siak sudah masuk ke dalam kalender United Cycling Internationale (UCI).

Terdapat empat etape tour de siak, dimana disetiap etape para peserta akan disuguhi oleh pemandangan kabupaten Siak. Total dari keempat etape tersebut ialah 522 KM.

4. Festival Bekudo Bono

Festival bekudo bono adalah wisata andalan Kabupaten Pelelawan, festival ini menghadirkan olahraga selancar yang berbeda. Pada umumnya olahraga berselancar dilakukan di pantai, namun berbeda pada acara ini. 

Para peselancar akan berselancar dialiran sungai kampar yang memiliki gelombang pasang yang dinamai dengan sebutan bono.

Gelombang pasang bono memiliki kecepatan 40 kilometer per jam ini memberikan pengalaman yang berbeda dalam olahraga surfing. Biasanya gelombang pasang bono memiliki ketinggian lebih dari dua meter.

Setiap tahunnya para peselancar dari dalam maupun mancanegara menunjukkan kemampuan dan keahlian mereka dalam hal menaklukkan ombak bono dan memecahkan rekor  dunia untuk perjalanan terpanjang dan terjauh di sungai Kampar.

Gelombang bono ini terjadi secara teratur di Teluk Meranti dan orang yang pertama kali menemukannya adalah Bore dan Rider yang menemukan pengalaman berbeda saat berselancar di sungai ini. Kemudian banyak dari penggemar Bore dan Rider datang ke sungai kampar untuk merasakan pengalaman berselancar di sungai kampar.

Itu tadi festival yang diadakan setiap tahunnya di Provinsi Riau. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi liburan anda saat berada di Riau.