yl.jpg
Foto: YouTube
Hiburan · 3 menit baca

Young Lex Adalah Kita

Tepat di malam pergantian tahun kemarin, Young Lex, bintang muda berbakat Indonesia, mengalami kejadian yang agaknya akan sulit dia lupakan. Tampil sebagai guest star di acara Banten Indie Clothing, bukan sambutan yang ia dapatkan, melainkan sambitan. Belum selesai satu lagu yang ia bawakan, antusiasme warga Serang sudah tidak terbendung.

Apa yang terjadi pada malam tahun baru di Serang kemarin, bukanlah hal yang menyenangkan bagi seorang musisi sekaliber Young Lex. Berbeda dengan yang pernah dialami oleh rapper bule, Akon, yang marah dan membalas penonton yang melemparinya dengan botol minuman saat manggung di New York, Young Lex justru menyerap energi penonton malam itu dengan positif hingga melahirkan cara pandang yang positif pula.

Bagaimana tidak, ramainya penonton malam itu membuat banyak orang hanya bisa memandangi keunyuan Young Lex dari kejauhan. Young Lex memandang mereka layaknya fans yang sedang menahan hasrat bertatap muka dengan idolanya.

Hingga akhirnya, dengan tidak kehabisan akal mereka berinisiatif untuk menyampaikan salam cintanya pada Young Lex lewat botol-botol yang mereka lemparkan ke panggung, sambil berharap botol-botol tersebut meluncur tepat ke pipi cabi Young Lex.

Young Lex juga tidak meragukan cinta dan hasrat penonton yang menggebu malam itu. Rasa cinta tersebut termanifestasikan secara nyata pada kecepatan laju botol-botol terbang tersebut.

Botol-botol plastik tersebut terbang melawan arah angin yang berhembus dengan kecepatan 300 knot, namun hanya butuh kurang dari 5 detik untuk sampai ke panggung. Luar biasa, bukan? Jack dan Rose pun rasanya akan minder melihat the power of love yang sebesar itu.

Bak gayung bersambut, Young Lex yang juga mencintai warga Serang, pun membalas umpan manja para penonton dengan sundulan onde-onde.

Dia bahkan mengacungkan jari tengah lambang cintanya seraya mengundang langsung para pengirim botol tersebut untuk naik ke panggung yang sama dengannya. Entah apa yang terjadi hingga membuat para penonton tersebut tak memenuhi undangannya. Begitulah gambaran perayaan meriah malam tahun baru di Alun-Alun Kota Serang.

Young Lex sendiri populer dengan lirik lagu yang jenius, manis dan yang terpenting, santun. Kesantunan tersebut tercermin dalam salah satu lirik lagunya: “Lo ngajak berantem berasa paling jago, nganggep gua ayam, gua bilang: O aja ya kan..”

Bayangkan, kemuliaan macam apa lagi yang melebihi kesabaran seorang artis ternama yang dihina bahkan dianggap tak lebih dari seekor ayam. Ayam sepuh pula! Ayam yang satu guyuran air sudah cukup untuk melunturkan wibawanya.

Tak ada keuntungan dari sebuah pertikaian dan perkelahian. Mungkin hal itu yang menjadi prinsip hidup Young Lex. Bisa jadi, prinsip itu yang tertanam jauh di hati dan pikirannya.

Young Lex sudah bersikap santun sejak dalam pikiran. Padahal, kalau mau berantem bisa saja dia kerahkan Lex Sugar, yang konon jumlah keseluruhan anggotanya bisa menandingi 7 juta massa aksi 212 di Monas.

Banyak orang merasa lebih pintar dan paling benar, cara paling santun untuk menghadapi orang-orang itu adalah cukup dengan bilang “O aja ya kan” lengkap dengan gestur dan artikulasi a la Young Lex. Semangat perdamaian yang digelorakan Young Lex ini harus bisa ditangkap dan diimplementasikan oleh kita.

Masih ada sekelompok orang yang gemar memaksakan kebenaran dan pemahaman pribadinya pada orang lain, bahkan tak jarang menunjukkan ketidaksukaan dengan ancaman dan intimidasi.

Mereka-mereka inilah yang harus belajar banyak dari Young Lex. Menyambut tantangan dengan senyuman, membalas sambitan dengan undangan, meski sesekali keceplosan, tidak masalah asal masih batas wajar.

Semakin panjang paragraf yang saya tulis, hanya menambah besar kekaguman saya yang sudah overdosis pada kharisma Young Lex.

Young Lex seolah menjadi oase di padang gurun. Dia, dengan segala kekurangannya telah mengingatkan kita agar tak lagi berteori untuk menanggapi konflik. Bukan. Bukan karena teori tidak penting, melainkan karena fakta bahwa seratus teori pun akan menimbulkan banyak mudharat dibanding manfaat jika disertai dengan hati yang kotor.

AA Gym pernah berpesan: “Jagalah hati, jangan kau kotori. Jagalah hati lentera hidup ini.”

Sudaaah, tak usah pakai nada!