54279.jpg
Lingkungan · 4 menit baca

Taman Nasional Gunung Palung

Taman Nasional Gunung Palung  (TNGP)  secara historis ditunjuk sebagai kawasan suaka alam melalui Staat Blaat No.4/ 13IB/1937 tanggal 29 April 1937 dengan luas 30.000 Ha. Kemudian, melalui SK Menteri Pertanian No. 101A/Kpts/VIII/12/ 1981 tanggal 10 Desember 1981 statusnya menjadi Suaka Margasatwa dengan luas kawasan menjadi 90.000 Ha. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1990 melalui SK Menteri Kehutanan No.448/Menhut-VI/1990 Kawasan ini menjadi kawasan Taman Nasional, dan tanggal 24 Maret 1990 kawasan ini dideklarasikan sebagai Taman Nasional dengan luas  90.000 Ha.

Berdasarkan peraturan tersebut,  Taman Nasional merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan  sistem zonasi yang dimanfaatkan  untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.

Setelah Kabupaten Ketapang  dimekarkan menjadi dua Kabupaten yaitu kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara pada tahun  2007, maka sebagian besar wilayah TNGP masuk dalam wilayah Kabupaten Kayong Utara. Secara administratif kawasan TNGP berbatasan langsung dengan:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Sungai Air Merah, Sungai Matan, Sungai Batu Barat
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Karimata, Sungai Melinsum, Desa Riam Berasap Jaya, Desa Laman Satong, Sungai Siduk, Hutan Lindung Gunung Tarak, Desa Pangkalan Teluk,
  • dan Sungai Lekahan.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Karimata, Desa Gunung Sembilan, Desa Sutera, Desa Pangkalan Buton, Desa Pampang Harapan, Desa Sejahtera, Desa Benawai Agung, Desa Sedahan Jaya, Desa Harapan Mulia.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Sungai Laur, Desa Sempurna dan Desa Teluk Bayur.

Kekhasan dari Taman Nasional Gunung Palung adalah keanekaragaman ekosistem hutan yang ada didalamnya, mulai dari ekosistem pantai hingga ekosistem puncak pegunungan. Sehingga kawasan ini digolongkan sebagai salah satu kawasan yang memiliki vegetasi terlengkap di dunia. Berbagai tipe ekosistem hutan tersebut adalah hutan mangrove, hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan tanah alluvial, hutan dataran rendah dipterocarp, dan hutan sub montana. Sehingga menjadi sebuah keharusan untuk dijaga kelestariannya. Kita sadari ataupun tidak, hutan memiliki fungsi dan manfaat yang besar diantaranya sebagai sumber penyedia air dan udara bersih, penyerap zat-zat  pencemar dan kunci utama keanekaragaman hayati.

Keragaman mamalia primata di TNGP sangat berharga yaitu antara lain  orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii), bekantan atau monyet hidung panjang (Nasalis larvatus), lutung merah/kelasi (Presbytis rubicunda), kelempiau/owa (Hylobates muelleri), tarsius/singapuar (Tarsius bancanus borneanus), lutung (Presbytis frontata), kukang kalimantan (Nycticebus caucang, labi-labi  (Amyda cartilaginea) dan aneka jenis ikan air tawar seperti belidak (Notopterus chilata).

Fauna lainnya adalah buaya muara (Crocodylus porosus), burung enggang (Buceros rhinoceros), ruwai (Argunsianus argus), biawak khas Kalimantan (Varanus bornensis, V. salvator ), ikan siluk (Scelrophages formusus), ular sanca/sanca darah (Python reticulates), sanca batik (Python breitenstein), kura-kura Batok (Coura amboinensis), labi-labi (Amyda cartilaginea) dan aneka jenis ikan air tawar seperti belidak (Notopterus chilata).

Tumbuhan yang tergolong unik di taman nasional ini adalah anggrek hitam (Coelogyne pandurata), yang mudah dilihat di Sungai Matan terutama pada bulan Februari-April. Daya tarik anggrek hitam terlihat pada bentuk bunga yang bertanda dengan warna hijau dengan kombinasi bercak hitam pada bagian benang sarinya, dan lama mekar antara 5-6 hari. Selain itu juga banyak terdapat jenis pohon-pohon besar seperti dari  family Dipterocarpaceae yaitu jenis-jenis  meranti  dan keruing (Shorea sp), kapur (Dryobalanops sp), keruing (Dipterocarpus sp), resak (Vatica sp). 

Family Fabaceae yaitu merbau (Intsia sp), sindur (Sindora sp), kempas (Koompasia sp), Family Lauraceae yaitu medang (Litsea sp, Cryptocarya sp), belian/ulin (Eusideroxylon zwageri), Family Sapotaceae seperti nyatoh (Palaquium sp), family Thymelaeaceae seperti ramin (Gonistylus bancanus), family Tetrameristaceae seperti Punak (Tetrameristra glabra), family Hypericaceae seperti Geronggang (Cratoxylum sp), family Apocynaceae seperti jelutung (Dyera sp), family Sonneratiaceae seperti perepat (Soneratia alba), family Polygalaceae seperti bedaru (Xanthophyllum ellipticum), dan banyak lagi jenis pohon lainnya.

Walaupun TNGP telah ditetapkan sebagai Taman Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia, namun kawasan ini tidak terlepas dari ancaman baik ancaman terhadap individu berbagai jenis satwa dilindungi maupun ancaman terhadap kawasan hutan itu sendiri.

Masih besarnya ketergantungan masyarakat dengan kayu terutama untuk kebutuhan bahan bangunan, masih tingginya permintaan terhadap kayu, harga kayu yang sangat menjanjikan serta semakin sulitnya lapangan pekerjaan membuat kawasan-kawasan hutan yang ada tidak terlepas dari ancaman aktivitas penebangan kayu secara illegal logging. Ancaman ini juga selalu terjadi terhadap kawasan konservasi. Disekitar kawasan  telah terdapat berbagai perusahaan perkebunan kelapa sawit, ketersediaan kayu semakin berkurang dan secara tidak langsung akan menyumbang praktek illegal Logging di dalam kawasan TNGP.

Kebakaran hutan menjadi permasalahan tahunan yang selalu dihadapi negara ini.  Kebakaran hutan ini juga selalu menjadi ancaman. Hal ini dikarenakan disekitar TNGP terdapat  pemukiman penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani dan selalu dijumpai kebiasaan masyarakat melakukan pembakaran lahan ketika menghadapi musim bercocok tanam padi. Masih adanya kebiasaan pembakaran lahan disekitar TNGP membuat kawasan tidak aman dari ancaman kebakaran. Selain itu juga, masih terdapat berbagai ancaman lain yaitu pertambangan batu, perburuan berbagai jenis satwa dipelihara dan perdagangkan.

Keanekakaragaman hayati yang ada di Taman Nasional Gunung Palung perlu dijaga dan dilindungi, untuk keberlangsungan kawasan konservasi yang ada di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Taman Nasional memiliki peran yang sangat penting bagi manusia dan satwa. Jadi  mulai saat ini mari lestarikan kawasan Taman Nasional Gunung Palung.