Ketik untuk memulai pencarian

Situs Islam Radikal Diblokir, Kok Masih Bisa Diakses?

Situs Islam Radikal Diblokir, Kok Masih Bisa Diakses?

gambar : situs sara. sumber: diposkan.com

Baru-baru ini pemerintah memblokir 11 situs negatif. 9 situs tersebut  penyebar isu SARA, fitnah, provokasi dan kebencian. Sementara itu, dua lainnya karena mengandung phising dan malware. 11 situs tersebut adalah:

1. voa-islam.com 
2. nahimunkar.com 
3. kiblat.net 
4. bisyarah.com 
5. dakwahtangerang.com 
6. islampos.com 
7. suaranews.com 
8. izzamedia.com 
9. gensyiah.com 
10. muqawamah.com 
11. abuzubair.net

Kenyataannya, sampai saat ini 9 situs terebut saat ini masih bisa diakses, hanya dua situs terakhir yang tidak bisa diakses. Ini menunjukkan pemerintah masih takut untuk memblokir situs atas nama agama, padahal konten nya sarat dengan fitnah dan provokasi.

Kejadian seperti ini kerap terjadi, tahun 2015 lalu pemerintah juga pernah memblokir 22 situs Islam radikal, namun karena adanya protes dari sejumlah pihak, beberapa hari sesudahnya bisa diakses kembali.

Situs-situs tersebut juga rasanya tidak pernah kapok memuat berita negatif, terutama voa-islam.com yang telah dua kali diblokir, tapi kemudian bisa diakses lagi. Jika ini dibiarkan, tak pelak akan muncul ribuan bahkan ratusan ribu website dengan nama “Islam” yang bisa memecah belah bangsa atau bahkan perang saudara dengan dalih agama seperti yag terjadi di negara-negara Arab.

Ciri Situs Penebar Ahli Fitnah

Selain 9 situs di atas, masih banyak situs lain yang mengusung nama agama dan sarat dengan fitnah dan kebencian. Sayang nya, situs-situs ini sering dijadikan pedoman atau bahkan rujukan bagi orang-orang yang ingin mengenal Islam. Di beberapa kontennya memang menyajikan kisah inspiratif dan keteladanan Rasulullah, tapi di konten berikutnya sangat menyerang ulama kharismatik Indonesia, terutama yang dari kalangan NU. Situs “ Islam’ abal abal ini pula yang kerap menyerang pemerintah dan menyebar provokasi untuk menggiring opini negatif dari masyarakat awam.


Follow Qureta Now!

Jika situs Islam ini susah dibrantas, ada baiknya kita sebagai pembaca yang harus berhati-hati dalam membaca berita.Jika anda menemukan situs dengan ciri-ciri dibawah ini, sebaiknya, anda tidak perlu membacanya lagi dan menghindari peyebaran (share) berita nya. Berikut ciri-cirinya:

Pertama, mudah mengafirkan kelompok atau indvidu yang berseberangan baik secara agama dan politik.

Situs ahli fitnah biasanya gampang sekali memberi cap kelompok atau invidu yang bersebrangan paham dengan mereka dengan sebutan kafir, terlebih jika individu tersebut beragama non muslim dan dari kalangan etnis Tionghoa.

Situs nahi munkar misalnya, pada 29 April 2014, pernah menulis bahwa Presiden Jokowidodo adalah anak pengusaha China Solo Oey Hong Liong, seorang kafir. Sedangkan voa-islam pada 8 Agustus 2014 menyebut Presiden Jokowi adalah antek PKI, oleh sebab itu tidak pantas jadi presiden RI.

Tulisan-tulisan media tersebut tentu bukan dari penelitian atau wawancara dengan keluarga, hanya tulisan karangan bebas yang lalu diangkat jadi sebuah berita. Ironisnya, banyak orang yang percaya, mengakses berita tersebut, lalu men-share di media sosialnya.

Kedua, kecenderungan untuk menciptakan polarisasi dan fitnah berdasarkan aliran (mazhab) dan identitas keagamaan

Media penebar fitnah biasanya sangat gencar menyerang kelompok Syiah. Foto-foto ulama dari Iran kerap diedit lalu lalu membuat berita bohong.

Di situs syiahindonesia.com misalnya, membuat berita “Ulama Syiah Membolehkan Homo Sex” pada 23 Oktober 2014, disertai foto seorang bersurban hitam tengah mencium bibir anak laki-laki kecil. Dalam sumbernya, ternyata berita terebut bukan ditulis oleh jurnalis dari situs terbut, melainkan diambil dari blok pribadi milik seseorang bernama fadhlihsan.wordpress.com

Padahal sebagaimana mazhab sunni lain, Syiah adalah salah satu madzhab Islam yang sangat menjunnjung tinggi nilai Islam dan adab. Jadi, tidak mungkin seorang ulama memberikan fatwa cabul. Sayang nya berita fitnah inilah yang menjadi konsumsi masyarakat, yang kemudian berdampak negatif terhadap seseorang dalam menilai kelompok tertentu, terutama Syiah.  

Ketiga, menjadikan tokoh moderat sebagai sasaran

Biasanya situs ahli fitnah sangat menyerang tokoh moderat. Penyerangan dilakukan dengan membunuh karakter ualama dan tokoh tersebut misalnya dengan memberikan label-label antagonis seperti liberal, syiah, dan sekuler.

Ulama moderat yang sering dijadikan bahan hujatan mereka diantaranya, Prof. Quraish Shihab, Kyai Said Aqil Siradj, dan KH. Mustofa Bisri yang nota bene dari kalangan NU. Sedangkan dari kalangan Muhammadiyah salah satunya Buya Syafii Maarif.

Mari, waspadai berita fitnah dan provokasi atas nama Islam.

Anisatul Fadhilah

Penulis, Lulusan International Islamic Call Libya dan Univ. Padjadjaran Bandung

Comments

Untuk merespon artikel ini, Anda harus login atau register terlebih dahulu

© Qureta.com 2016