aku_rindu_kamu.jpg
Foto: bospedia.com
Puisi · 1 menit baca

Rindu, Hal Halal yang Kau Haramkan


Katamu rindu adalah hal halal yang kau haramkan
Haram semenjak kau menginjakkan kaki disana, di negeri mu yang baru
Aku tanya apa yang salah dengan rindu?
Apakah rinduku ini membuat hatimu lemah di perantauan sana?
Apakah rinduku ini menghambat giatmu menuntut ilmu?
Namun kau tak kuasa menjawab, dan rinduku masih saja kau hiraukan
Ketika aku katakan padamu aku rindu,
Kau jawab kita sudah dewasa
Aku baru tahu kalau rindu memiliki batasan usia
Bagaimana caranya agar kau tahu kalau aku begitu merindukanmu?
Kata mereka, jika aku rindu cukup aku sampaikan saja pada Tuhan dalam doa
Apakah sekarang tuhan menjadi penyampai pesan rindu?
Apa yang salah dengan rindu?
Betapa kejamnya kau telah mengharamkan rinduku
Mungkin karena kau akan menjadi anggota ulama,
dan aku hanya menjadi pendosa dengan rindu ini
Harus bagaimana aku dengan rindu ini?
Semakin aku berusaha melupakanmu, semakin rasa ini membuncah
Semakin aku membencimu justru semakin sering aku memikirkanmu
Betapa miris rindu yang telah kau haramkan ini,
bukan mendekatkan aku padamu, tapi kau semakin menjauh
Aku seperti akan gila karena sering melihat bayangan mu yang hidup,
mendengar suaramu memanggil namaku
Meskipun aku gila dan menjadi pendosa aku tetap menunggumu,
sampai kau bisa melihat rinduku dan bukan kegilaanku padamu
Meskipun aku hanya pendosa dan kau menjadi ulama yang telah mengharamkan rindu ku ini
Aku akan tetap menunggumu dengan rindu yang telah kau haramkan

Medan, 22 september 2016