Ketik untuk memulai pencarian

Perpisahan dengan Rosetta

Perpisahan dengan Rosetta

Kurir Pencarian Asal Umat Manusia

National Geographic Documentary : Artistic illustration of Rosetta orbiting Churyumov-Gerasimenko

Kita hidup di era baru ekspedisi ruang angkasa. Curiosity Rover berjalan-jalan di Mars, Pluto Flyby mengirim serpihan data dari ujung tata surya, dan yang tidak kalah serunya ekspedisi Rosetta. Diluncurkan pada tahun 2004, Rosetta, sebuah probe bertenaga surya, melesat menuju angkasa luar dengan salah satu misi paling ambisius anak manusia di awal milenium ini: mengejar komet dan mengantarkan Philae, untuk mendarat diatasnya.

Apa yang sekolah ajarkan tentang komet? Komet adalah benda ditata surya yang mempunyai orbit sendiri, dengan jalur yang sama sekali lain dengan planet. Terdiri dari debu, gas dan es, sebuah komet bisa menghabiskan berpuluh-puluh tahun untuk menyelesaikan orbitnya. Satu yang terkenal adalah komet Halley, terakhir terlihat tahun 1986 dan akan lewat 76 tahun lagi. Tapi, betulkah apa yang kita pelajari dari sekolah? Betulkah komet terdiri dari debu gas dan es?

Komet adalah objek yang terdokumentasi dengan baik oleh astronom-astronom sejak kebudayaan kuno, namun tak ada yang tau dengan jelas dalam waktu yang sangat lama sampai Edmond Halley terbukti benar dan sebuah probe bernama Giotto berhasil mendekati komet tersebut pada tahun 1986. Kemudian probe Stardust berhasil kembali pada 2006 ke bumi membawa contoh material dari coma (ekor) komet WILD2 untuk diteliti. Hingga ilmuwan percaya komet adalah relik yang tak banyak berubah sejak awal terbentuknya alam semesta. Inilah agenda sebenarnya ekspedisi Rosetta: mencari jejak asal mula alam semesta.

Pertama kali saya mendengar rencana ekspedisi Rosetta ini saya bingung, bayangan saya mendarat di planet kurang lebih seperti mendarat di kapal pesiar, dan mendarat di komet adalah mendarat diatas Shinkansen. Entah bagaimana caranya, saya bukan fisikawan jadi ngga kebayang, tapi pasti keren kalau berhasil. Benar saja, selama 7 tahun awal perjalanannya Rosetta harus mendapat 3 kali gravity assist (oleh bumi 2 kali dan oleh mars 1kali) melesat melewati sabuk asteroid hingga dapat mendekati kecepatan komet.

Pada tahun 2011 Rosetta yang telah terlalu jauh dari matahari harus menghemat tenaga dan beralih ke mode hibernasi dan di jadwalkan untuk “bangun” pada Januari 2014, saat sudah lumayan dekat dengan 67p/Churyumov-Gerasimenko, komet yang lintasannya “berjodoh” dengan jalur yang diambil Rosetta ketika dia aktif kembali. Tiga bulan kemudian Rosetta berhasil mengantarkan Philae mendarat diatas Churyumov-Gerasimenko.


Follow Qureta Now!

Selama ekspedisi segala hal direkam, diambil sampelnya, diproses didalam laboratorium kecil Philae dan datanya dikirim ke European Space Agency (ESA). Sehingga hari ini kita dapat yakin bahwa komet mempunyai permukaan yang lebih padat dari yang kita kira sebelumnya; bahwa komet tidak punya inti gravitasi; bahwa lebih banyak oksigen di sekitar komet dari yang kita kira sebelumnya; bahwa walaupun terlihat seperti ada air di komet namun komposisinya berbeda dengan air di bumi. Padahal beberapa ilmuwan memperkirakan bahwa tabrakan komet dengan bumi muda adalah asal elemen air di bumi.

September 2016 ini Rosetta mulai mendarat -atau tepatnya mungkin jatuh karena Rosetta tidak diciptakan untuk pendaratan-  di atas Churyumov-Gerasimenko, beristirahat bersama Philae, si sobat lamanya. Di akhir desember 2016, setelah kepingan data terakhirnya sampai, ia akan tertidur untuk selamanya. Rosetta memang tidak pernah di rencanakan untuk kembali.

***

Sepanjang tujuh paragraf saya memperkenalkan kisah Rosetta dan ekspedisinya. Sudah tentu anda mengerti saya tidak perduli dengan kelompok “denial” yang punya slogan "everybody lies" atau “kalian semua suci aku penuh dosa”, semacam Flat-Earther atau simpatisan Awkarin. Jadi jangan repot-repot mendebat saya dengan argumen anda jika anda tidak percaya bumi itu bulat.

***

Rosetta hanyalah sebuah benda sebesar SUV yang saya gunakan setiap hari. Hanya saja jarak yang sudah ditempuhnya lebih jauh dari apapun yang berasal dari bumi ini, apa yang disaksikannya (dan dikirimkan datanya) sudah banyak sekali memberi pengalaman dan pemahaman tentang apa yang sebelumnya hanya kira-kira dan spekulasi. Harga 1,7 miliar dolar Amerika bukan apa-apa dibandingkan apa yang umat manusia dapatkan dari ekspedisi 12 tahun ini.

Mengikuti kabar ekspedisi sampai Rosetta mati adalah hal terkecil yang bisa saya lakukan sebagai manusia. Menulis dan membuat anda mengetahui misi ini pernah ada adalah hal kecil selanjutnya. Sehingga setiap anda mau mandi dan gosok gigi anda bisa mengingat sebenarnya kita belum tau dengan pasti bagaimana asal muasal air bisa sampai ada di bumi.

Banyak sekali hal yang kita belum ketahui, diluar angkasa sana, dan di dalam diri kita sendiri. Apa yang bisa kita lihat saja tidak cukup menjelaskan tentang segala yang terjadi, tidak usah yang luar biasa, cukup yang sehari-hari. Ya itulah, darimana asal muasal air mandimu?

Semakin dicari jawaban itu, semakin banyak pertanyaan yang datang. Waktu 12 tahun hanya langkah kecil bayi dibandingkan hal-hal yang belum terungkap dibalik alam raya ini. Manusia yang bijaksana mengetahui bahwa pencarian seperti ini akan melewati beberapa generasi. Pernahkah berpikir mungkinkah tujuan hidup kita bukan hanya membela kepentingan golongan dan menjadi pion politik saja?

Betul, saya menikmati ilmu pengetahuan. Anda juga betul jika menduga saya sengaja menulis tentang Rosetta saat ini agar bacaan anda tidak melulu soal calon A-A-A, ketua ormas R, atau presiden J. Marilah sama-sama memperluas cakrawala, tidak ada salahnya kan?

Terima kasih Rosetta. Mudah-mudahan anak cucu saya tidak punah oleh perang saudara atas nama kepentingan politik semata sehingga bisa menemukanmu diatas langit sana.

Selamat Tahun Baru 2017. Salam hangat dari bumi.

Alfarina Herdianti

Perempuan. Mengejar cita-cita menjadi ahli bedah. Penikmat ilmu pengetahuan. Pecandu cerita. Twitter: @sphericalfa

Comments

Untuk merespon artikel ini, Anda harus login atau register terlebih dahulu

© Qureta.com 2016