soekarno_tentang_pemuda.jpg
Politik · 4 menit baca

Pemuda Mampu Memberikan Perubahan

“Pemuda” sebutan untuk para generasi bangsa, di tangan merekalah tongkat estafet perjuangan bangsa berada. Tentu kita tidak lupa dengan ungkapan bapak proklamator, “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.”

Dari ungkapan itu, sebenarnya bapak proklamator kita Ir. Soekarno telah menyampaikan beberapa petuahnya bahwa anak muda adalah makhluk yang luar biasa. Dengan jiwa yang berkobar-kobar, dan semangat nasionalisme yang besar. Generasi muda sebagai agent of change atau agen perubahan sosial merupakan harapan masyarakat Indonesia untuk menjadikan negara ini jauh lebih sejahtera.

Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah sebuah contoh karya dari pemuda-pemuda Indonesia yang memiliki semangat perubahan bagi bangsanya. Lewat sentuhan dan semangat khas pemuda maka kedua peristiwa bersejarah tersebut lahir dan menjadi saksi semangat pemuda yang tidak hanya berpangku tangan melihat bangsa sedang terpuruk tetapi sebaliknya juga ikut memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Sumpah Pemuda 1928 adalah sebuah pernyataan politik yang menyatukan bangsa Indonesia dalam satu bangsa, tanah air, dan bahasa. Sedangkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah sebuah tindakan politik yang menciptakan hokum dan berfungsi sebagai bentuk pembuktian hukum.

Perubahan yang dipelopori oleh pemuda tersebut merupakan wujud dari bersatunya pemuda karena memiliki kepentingan yang sama (common interest) yaitu untuk memajukan Indonesia. Kepentingan bersama tersebut akan semakin menjadi kekuatan yang besar jika diusung oleh pemuda yang memiliki komitmen moral yang tangguh serta tidak tergoda godaan sesaat. Kontribusi pemuda dalam momentum perubahan bangsa tersebut memiliki sisi lain yang paradoks.

Kata John F. Kennedy, “Jangan pernah bertanya apa yang diberikan negara kepadamu, namun bertanyalah apa yang sudah diberikan untuk negara.” Jika, para pemuda terdahulu telah mampu membuat perubahan besar pada negara ini, maka yang menjadi pertanyaan adalah apa yang mampu diberikan kaum muda sekarang untuk bangsa? Apakah sudah cukup jika hanya menjadi penikmat hasil perjuangan para terdahulu? Tentu tidak.

Perjuangan tidak berakhir saat negara kita mampu memproklamirkan bahwa “Kita telah medeka”, perjuangan masih akan terus berlanjut dan masa depan negara ada pada generasi mudanya.

Setiap pemuda tentu memikili cara masing-masing untuk menunjukan bukti kecintaannya kepada negara, salah satunya pada bidang politik. Namun, telah menjadi sebuah rahasia umum tentang seperti apa perpolitikan di Indonesia.

Perilaku negatif partai politik selama masa kampanye, ketidakpercayaan pada pemerintahan yang begitu-begitu saja, kurangnya pendidikan politik, hingga idealisme kaum muda sebagai agent of change yang semakin luntur. Itulah beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya sifat apatis pada sebagian pemuda dalam hal politik.

Sifat apatis yang muncul tentu memberikan dampak yang buruk bagi negara, bayangkan saja bila mereka yang dikatakan generasi penerus tidak peduli dengan politik pada negaranya sendiri, lantas siapa yang mau peduli ? Akan jadi seperti apa bangsa ini kedepannya jika hal ini tidak mampu diatasi? Kepedulian kaum muda terhadap politik sangat penting bagi kemajuan kehidupan negara ke depan.

Sudah saatnya kita sebagai anak muda tak bergaya apatis dengan politik. Apatisme kaum muda terhadap politik adalah bumerang. Bentuk dari ketidakpercayaan pada partai politik atau pemerintahan sebelumnya bisa menjadi hal yang bahaya.

Jika kita sebagai anak muda tidak berpartisipasi, maka pemerintahan yang hingga sampai saat ini belum mampu memberikan kenyamanan dan kesejahteraan bagi rakyat, selanjutnya negara kita akan begini-begini saja atau bahkan makin terpuruk.

Partisipasi politik pemuda sangat diperlukan agar kemunculan pemuda dalam keterlibatan politik tidak hanya dengan bermodalkan pembaharuan secara fisik ataupun umur, namun pandangan segar kaum muda yang terefleksikan oleh visi dan misi kepemimpinannya juga harus menunjukkan semangat perubahan. Kaum Pemuda memiliki kesempatan yang besar untuk meningkatkan partisipasi politiknya.

Keberadaam pemuda dalam sepak terjang partai politik dapat pula dianalisa sebagai satu faktor yang berpengaruh. Fenomena tersebut secara umum telah menunjukan bagaimana peran pemuda sebagai salah satu faktor yang cukup berpengaruh dalam kehidupan politik di Indonesia. Langkah pemudaan partisipasi politik oleh pemuda di Indonesia merupakan sebuah urgensi yang harus benar-benar terealisasi.

Dengan kemunculan sosok pemuda yang memiliki ideologi jelas yang meliputi sistem politik, demokrasi sosial, dan ekonomi pasar. Diharapkan akan tercipta sebuah gerakan perubahan yang mampu membawa negara Indonesia menjadi lebih baik lagi. Keterlibatan Pemuda secara progresif merupakan perwujudan dari upaya pembangunan semangat kebangsaan yang belandas kepada cita bangsa secara utuh menuju masa depan Indonesia yang membanggakan.

Sebagai penutup untuk tulisan ini, marilah kita sebagai para pemuda berhenti untuk terus mengeluh, dan hanya mampu menjelek-jelekkan politik di negara ini. Jika menurut kita, apa yang tejadi sekarang adalah sesuatu yang membuat negara terlihat buruk, maka mulailah bergerak dan membawa negara ini menjadi terlihat baik dengan memberikan bukti nyata bukan hanya berkoar-koar memperlihatkan keburukan bangsa.

Tunjukkan bahwa “agent of change” bukan hanya sebuah istilah untuk bergaya-gayaan tapi kita memang mampu untuk mengaplikasikannya.

Apatisme yang sebenarnya adalah mereka yang menutup mata, tidak berkomentar apa-apa, dan tidak mau tahu sama sekali. Sistem yang bobrok, tidak akan pernah berubah jika masyarakatnya terutama para pemuda juga tidak ikut berubah menjadi baik. Sebuah perubahan besar dimulai dari satu langkah kecil, maka mulailah sekarang demi Indonesia yang lebih baik.

#LombaEsaiPolitik