narzies6228.jpg
Pantai Koka Atik Sandraw
Wisata · 4 menit baca

Pantai Koka, Surga Tersembunyi di Sikka, Flores

Perayaan akhir tahun identitk dengan liburan. Apa lagi akhir tahun 2016 bertepatan dengan liburan semester sekolah, Natal dan tahun baru. Sehingga, waktu libur terasa lebih lama dari biasanya.

Di mana-mana tempat wisata dipadati oleh pengunjung dari berbagai daerah. Ada banyak alasan kenapa orang berwisata. Ada yang ingin menghabiskan kebersamaan bersama keluarga, hangout dengan teman dan ada juga yang ingin me-refresh kejenuhan pikiran.

Banyak jenis tempat wisata yang bisa menjadi pilihan, seperti kebun binatang, monumen, candi, daerah pegunungan, pantai, dan lain-lain. Semua tempat wisata tersebut tersebar luas di Indonesia, dari ujung Indonesia bagian barat sampai Indonesia timur. Nah, jika refreshing adalah salah satu tujuan anda berwisata, maka tempat wisata yang tenang, jauh dari keramaian dan kebisingan sangat pantas untuk dipilih.

Dengan refreshing, otak dan badan akan kembali segar, siap untuk kembali bekerja. Kali ini mari menuju ke Indonesia Timur. Wisata daerah Indonesia timur tentu sudah tidak diragukan lagi keindahannya. Salah satu ilustrasi terbaik yang Allah ciptakan di bumi ini ialah alam Indonesia Timur.

Adalah Pantai Koka, surga tersembunyi di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Saya “bertemu” pantai ini pertama kali di tahun 2011, saat sedang bertugas mengajar di Kabupaten Ende, Flores. Pantai ini berada di pesisir pantai selatan 48 kilometer dari Kota Maumere. Sebenarnya pantai ini justru lebih dekat diakses dari Kecamatan Watuneso, Lio Timur, Ende.

Untuk menuju Pantai Koka, banyak pilihan jalur yang ditempuh. Dari jakarta misalnya, bisa menempuh jalur penerbangan dari Bandar Udara Soekarno Hatta Tangerang menuju Bandar Udara El Tari Kupang terlebih dahulu.

Dari Kupang ada dua alternatif. Bisa langsung landing di Maumere, di Bandar Udara Frans Seda atau Bandar Udara Wai Oti. Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 1.850x30 m. Jarak dari pusat kota sekitar 5 km. Di ujung utara landasan menghadap langsung dengan Laut Flores, sedangkan ujung Selatan menghadap perbukitan (Sumber : Wikipedia).

Kemudian dari Maumere bisa menyewa mobil atau motor menuju pantai koka. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar dua jam perjalanan dari Maumere.

Alternatif kedua adalah, dari Bandar Udara El Tari Kupang menuju ke Ende, landing di Bandar Udara H. Hasan Aboeboesman. Dari Ende bisa menyewa mobil, motor atau bisa juga naik bus. Sepanjang perjalanan menuju Koka, kita bisa explore beberapa tempat wisata lain yang dilewati, seperti desa adat Wologai, Pemandian air panas di Detosuko, tracking ke danau tiga warna Kelimutu, baru menuju arah watuneso untuk menuju ke Pantai Koka.

Akses menuju Pantai Koka bisa dibilang memang belum baik. Untuk menuju pantai ini kita harus melewati jalan setapak yang terjal, rusak dan berliku. Tapi semua itu akan terbayar saat kita melihat air biru tosca jernih dan pasir putih yang terpampang nyata di depan mata kita. Rasanya seperti menukan pantai milik pribadi, “private place”.

Hanya ada suara ombak dan air yang membentur karang. Cahaya matahari pagi memancarkan kilauan di atas pantai, membuat orkestra koka lebih menarik lagi. Siapa yang tidak lupa diri kalau sudah begini?

Pantai Koka adalah salah satu pantai yang masih “perawan”. Tak banyak orang luar daerah yang mengenal apa lagi mengunjungi pantai berpasir halus dan putih keemasan ini. Keindahahannya masih sangat terjaga dan alami. Meski fasilitas publik di tempat wisata ini masih sangat minim, bagi saya, tidak mengurangi ketertarikan saya akan pantai ini.

Tidak banyak yang kita temui di pantai ini. Kita hanya akan berpas-pasan dengan beberapa nelayan yang sedang beristirahat saja. Sungguh tenang dan nyaman sekali rasanya. Sangat cocok sebagai tempat untuk menjernihkan pikiran.

Selain memiliki air biru tosca yang jernih dan pasir putih, pantai ini terlihat seperti memiliki dua teluk kecil yang dibatasi oleh sebuah batu karang berukuran besar di tengah. Pantai di sisi kanan tampak garang karena dihiasi jajaran karang dan tebing curam yang terus dihantam oleh gelombang terus menerus. Sedangkan di sisi kiri tampak lebih lembut karena panoramanya berupa jajaran bukit hijau dipadu dengan kilauan pasir putih yang sangat cantik.

Di tengah laut tampak terlihat sebuah pulau karang kecil, menurut warga setempat, itulah Pulau Koka. Konon katanya di sana banyak dihuni oleh ular-ular laut yang tidak berbisa.

Selain keindahannya, Pantai Koka juga memiliki ombak yang cukup besar. Ketinggiannya bisa mencapai 1,5 meter dengan terpaan yang kuat. Jika kalian hobi berselancar atau surfing, Koka bisa menjadi salah satu alternatif pilihan pantai yang tepat.

Tips ketika ingin berkunjung ke Pantai Koka, hati-hati saat mengendarai motor, karena jalan yang sempit, terjal, dan tidak rata sehingga rawan tergelincir. Jangan lupa juga membawa bekal atau minimal air minum. Karena di sini belum ada warung atau tempat yang menjual makanan dan minuman.

Ada baiknya datang ke pantai pagi hari saja. Pagi hari adalah ilustrasi terbaik yang saya dapatkan di pantai ini. Selain menghindari panas, saat pagi hari air pantai terlihat lebih bersih, jernih dan biru. Pasir putih juga terlihat lebih berkilauan terkena pancaran matahari pagi.

Sungguh tidak ada yang bisa saya gambarkan lagi selain kata “subhanallah” atas ciptaan Allah yang luar biasa indah indah ini. Tertarik menjelajah Indonesia Timur? Silakan mampir ke Pantai Koka, surga tersembunyi di Nusa Tenggara Timur.