Ketik untuk memulai pencarian

Panorama di Bawah Langit Pulau Samosir

Panorama di Bawah Langit Pulau Samosir

kulinerwisata.com

Pulau samosir merupakan pulau dalam pulau di Sumatera, pulau yang di kelilingi oleh danau yang sangat luas yaitu danau toba, danau yang sudah terkenal dan sampai ke manca negara. Bentangan bukit barisan yang meliuk-liuk menjadikan pulau ini sangat indah. Dari pulau ini ada suku yang terkenal yaitu suku batak, yang kata orang muka kasar, hatinya lembut.

Panorama alam  pulau samosir begitu banyak, banyak tempat yang menjadi legenda di pulau ini, yang paling terkenal adalah danau toba, air tujuh rasa, air terjun dan lain sebagainya. Pulau ini menjadi pulau idaman setiap orang. Pulau ini telah menghasilkan insan intelektual yang berkiprah di dalam negeri dan luar negeri.

Banyak orang mengenal pulau Samosir dengan danau toba yang dimiliki, danau tobalah yang menjadi panorama alam pulau samosir, kalau tidak ada danau toba maka tidak akan terbentuk pulau samosir. Samosir merupakan pulau kecil yang mengandung segudang panorama alam yang begitu banyak.

Namun pulau ini hanya tinggal kenangan karena kurang di promosikan, orang batak telah bangga memiliki pulau ini tetapi mengalami keterbelakangan, telah banyak insan intelektual yang tidak dapat memanfaatkan panorama alam yang dimiliki pulau ini. Angin segar datang setelah presiden Jokowi membuat pulau Samosir menjadi destinasi pariwisata nasional dan dunia, bahkan akan membangun infrastruktur yang dikatakan dengan jalan lingkar Samosir.

Dalam benak saya kenapa pemerintah mengambil alih pengelolaan dan pengembangan karena pemerintah daerah gagal memanfaatkan sumber daya menusia yang ada dan tidak mampu mengelola panorama yang ada, sehingga harus diberikan kepada pemerintah pusat pengelolaannya. Disatu sisi ada positif ada juga negatif. Orang batak yang terkenal pintar, cerdas dan kerja keras jadi pudar. Positifnya biar cepat penaganan dan kerberlangsungan pengelolaannya.

Memang dalam beberapa event yang ada saya melihat pulau Samosir kurang dilibatkan, misalnya dalam acara perayaan kemerdekaan agustus yang lalu, saya melihat tempat bukan di Pulau Samosir, tempat di toba Samosir. Toba Samosir dengan Samosir adalah kabupaten yang berbeda jadi seharusnya acara itu di Pulau Samosir bukan Toba Samosir. Dan begitu juga dengan event-event lainnya.

Hati juga bertanya ini pemerintah mau memperkenalkan Pulau Samosir atau Toba Samosir. Yang butuh perhatian yang serius adalah pulau Samosir. Terbersit di pikiran pulau Samosir menjadi pelengkap penderita, karena pulau ini yang mempunyai panorama daerah lain yang menjadi terkenal. Kita tidak tahu apa yang di kenal orang kalau mau ke danau toba, Prapat atau samosir? Yang sering di kenal orang adalah prapat.

Kenapa bisa terjadi demikian ini menjadi pertanyaan, pulau Samosir kurang di promosikan dan dikembangkan. Untung saja, Nahum Situmorang menciptakan Lagu yang berjudul “Pulau Samosir” yang sering dinyanyikan dalam acara batak di TV, membuat pulau ini bisa di kenal masyarakat. Namun inplementasi lagu ini pun sangat kurang.


Follow Qureta Now!

Ada bebera hal yang di perhatikan dalam mengembangkan Pulau Samosir adalah sebagai berikut.

Mengubah Konsep berpikir (Mind Set)

Dalam pengembangannya konsep berpikir masyarakat yang masih primitif menjadi kendala, masyarakat masih banyak belum berpikir modern. Misalnya dalam pembangunan jalan  masih banyak orang yang berpikir negatif, tidak mau memberikan tanahnya dalam pengembangan infrastruktur, jalan raya perlu dibangun untuk mempercepat akses daerah yang satu ke daerah yang lain.

Dalam menjual souvenir khas pulau Samosir masih banyak tidak memperhatikan harga, masyarakat banyak yang mempertahankan harga selangit daripada harga murah tetapi banyak barang yang terjual. Memang Batak adalah banyak Tak-tik, misal dalam membeli mangga, bisa waktu kita mencoba mangganya manis, sewaktu  pulang mangganya asam, sehingga membuat pembeli kurang puas akhirnya trauma lagi untuk membeli.

Dalam Budaya batak masih kental dengan menghormati orang tua, tidak salah menghormati orangtua, tetapi banyak salah kaprrah, menghormati orang tua, membuat kuburannya seperti istana tetapi membantu keluarga yang kurang mampu kurang, banyak persatuan dan kesatuan marga yang hanya memperhatikan tugunya marganya masing-masing, kurang dalam mengelola potensi danau toba.

Pariwisata berbasis Teknologi

Pengembangan pariwisata di pulau samosir masih banyak yang tradisional, memakai alat tradsional belum mengarah kepada pariwisata modern, misalnya pembanguna water boom raksasa, misal menciptakan tali berjalan dari bukit yang satu ke bukit yang lain, membuat kapal pesiar. Membuat kapal mini cepat. Pemanfaatan air Panas untuk kesehatan. Pembangunan pelabuhan yang modern dan canggih,

Pertanian dan perikanan air tawar

Kata orang tanah pulau Samosir gersang dan kering sehingga banyak tumbuhan yang tidak bisa tumbuh, menurut saya kenapa di bilang gersang karena belum ditemukan apa sebenarnya keunggulan tanah pulau samosir, di Pulau samosir ada keunggulan mutlaknya yaitu bawang merah dan bawang putih, pulau samosir kalau dikelola budidaya bawang merah ku pikir bisa menjadi pemasok bawang merah nasional bahkan internasional.

Bukan hanya bawang, padi dan jagung juga bagus untuk dilestarikan di bumi Pulau Samosir. Danau toba terkenal dengan ikan mujahirnya yang enak dan manis, ikan mujahir enak dan manis menjadi kenangan setelah banyak keramba ikan mujahir yang makanannya pellet. Masyarakat serakah ingin meraup untung dari panorama danau toba lupa dalam pelestarian sehingga jangan salahkan siapa kalau danau toba setiap tahun makin surut.

Jembatan Danau Toba (JDT)

Banyak orang senang akan di bangun jalan lingkar Samosir, selain pembangunan jalan lingkar Samosir  perlu juga diperhatikan pembangunan Jembatan Danau Toba, analisa yang bisa di pikirkan untuk mempercepat akses adalah untuk mengunjungi danau toba adalah membangun bandara udara dan membangun Jembatan danau toba yang menghubungkan kota Medan dan daerah lainnya dengan Pulau Samosir.

Jembatan yang dimaksud adalah dari Tiga ras ke Simanindo, menghubungkan tol tebing tinggi sehingga akses dari Medan ke Pulau Samosir hanya satu jam, memang ada wacana membangun jalan tol dari Medan ke Prapat, kupikir itu untuk pengembangan Simalungun bukan Pulau Samosir. Jadi untuk membangun pulau Samosir adalah Membangun Jembatan Danau Toba Samosir atau membangun bandara.

Memang mengebangkan pariwisata dan potensi alam pulau samosir tidak segambang membalikkan telapak tangann butuh kajian dan kerjasama antara Pemerintah daerah, Pemerintah pusat, masyarakat. Paling tidak tulisan ini membantu dalam mengembangkan potensi alam di bawah Bumu Pulau Samosir

Benni Sinaga

Benni Sinaga Lahir di Laumil 26 Juli 1986 suka, Menulis, nyanyi, dan membaca, aktif di Komunitas Air Mata Guru, Ketua Lembaga Intelektual Pendidikan Masyarakat (LIPM)

Comments

Untuk merespon artikel ini, Anda harus login atau register terlebih dahulu

© Qureta.com 2016