96123.jpg
Perawan kah?
Kesehatan · 2 menit baca

Mengenal "Keperawanan"

Seorang pasien perempuan datang pukul 21.00 wib ke klinik saya. Dia masuk ke dalam poli dengan wajah keraguan. Teman perempuannya yang menemani, hanya menunggu di luar.

"Apa keluhannya mbak?" Saya mengawali komunikasi antara dokter dan pasien.

Wajah si mbak masih ragu.

"Saya mau periksa keperawanan dok." Ungkapnya dengan nada datar dan wajah yang mulai tersipu malu. Saya kaget.

"Kenapa mau diperiksa mbak?"

"Minggu depan saya menikah dok. Saya takut suami saya pikir saya tidak perawan." Jawabnya. Kali ini wajahnya tampak cemas.

Saya hanya tersenyum dan mulai berceramah.

Keperawanan seolah menjadi "standar kualitas" seorang perempuan. Dalam pikiran pria pasti tidak mau tertipu seperti membeli barang baru ternyata bekas. Patokan para pria biasanya adalah "darah perawan" atau perdarahan saat pertama kali berhubungan seksual. Dan ini menjadi beban psikis tersendiri bagi banyak perempuan.

Perawan sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi.web.id) bermakna:

pe·ra·wan 1 n anak perempuan yang sudah patut kawin; anak dara; gadis; 2 a belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; masih murni (tentang anak perempuan): meskipun umurnya 30 tahun, ia masih --; 3 a ki belum digarap (diusik-usik, dijamah tentang hutan, daerah, dan sebagainya): sebagian besar hutan di pulau itu masih --;

Dari definisi ini, maka yang paling tahu bahwa perempuan perawan atau tidak hanya dirinya dan Tuhan. Karena hanya dirinya yang mengetahui apakah dirinya pernah berhubungan seksual atau tidak.

Lalu bagaimana dari sudut pandang ilmu medis?

Secara medis tidak ada istilah "perawan". Namun jika merujuk pada definisi perawan di atas maka secara medis dapat dibuktikan melalui pemeriksaan apakah selaput dara (hymen) terobek atau tidak.

Pemeriksaan selaput dara ini lah yang sering dilakukan pada kasus pemerkosaan untuk dilakukan visum, sehingga terlihat apakah selaput dara terobek atau tidak.

Namun pada kasus lain bisa saja selaput dara terobek bukan karena hubungan seksual, seperti jatuh, trauma akibat olahraga ataupun sengaja atau tidak sengaja tercolok jari. Apakah masih disebut perawan? Silahkan anda jawab berdasarkan definisi kbbi.

Lalu bagaimana dengan darah perawan?

Darah perawan adalah istilah awam untuk perdarahan yang dialami wanita saat pertama kali berhubungan seksual. Darah saat hubungan seksual pertama kali disebabkan oleh terobeknya selaput dara.

Lalu apakah pada saat pertama kali hubungan seksual bisa tidak terdapat darah? Bisa, seperti pada kondisi:

* Perempuan sudah tidak perawan atau sudah pernah berhubungan seksual

* Perempuan perawan tetapi selaput dara sudah terobek akibat trauma berulang pada olahraga seperti berlari atau bersepeda, jatuh atau tertusuk oleh suatu benda

* Perempuan perawan yang memiliki selaput dara yang lebih tebal dan kurang elastis sehingga tidak mudah terobek saat pertama kali berhubungan seksual

Oleh karena itu darah perawan tidak dapat dijadikan patokan keperawanan.

Pesan kepada para pria tak perlu takut merasa ditipu jika malam pertama anda tidak membuat si istri "berdarah". Jika anda yakin dan percaya pada istri anda bahwa dia belum pernah berhubungan seksual sama pria lain, maka dia masih perawan.

Pesan kepada para wanita, banyak pria yang masih menganggap keperawanan adalah "bukti kualitas" seorang wanita. Oleh karena itu jagalah keperawanan anda, jangan sampai anda menyesal nantinya. Bagi yang sudah pernah mengalami trauma hingga terobek, anda tidak perlu kawatir, berikan penjelasan pada pasangan anda, bila perlu ajak pasangan ke dokter anda untuk diberi penjelasan.

Kembali ke pasien saya. Setelah menjelaskan panjang kali lebar, akhirnya dia mengerti dan kecemasannya berkurang.