71041.jpg
ilustrasi: http://advertisementfeature.cnn.com
Filsafat · 2 menit baca

Mengapa Pertanyaan Lebih Penting dari Jawaban?


Entah kapan pertama kali aku mendengar istilah itu, tapi sampai sekarang hukum itu mungkin masih berlaku. Kita sering mendengar ada orang berkata bahwa “kualitas seseorang ditentukan oleh kualitas pertanyaan”. Benarkah demikian? Jika benar, itu berarti bertanya lebih penting dari menjawab. Tapi bukan asal bertanya, tapi pertanyaan yang mampu menunjukkan bobot dan kualitas orang tersebut.

Lantas bagaimana kita dapat menentukan apakah sebuah pertanyaan dapat dikategorikan pertanyaan yang berkualitas dan tidak? Kita bisa memulainya dengan asumsi sederhana: bahwa setiap jawaban, sesulit apapun pasti memiliki pertanyaan. Tapi tidak setiap pertanyaan memiliki jawaban.

Semua orang mencari jawaban.

Tidak peduli siapa anda, apa anda kerjakan atau kemana anda pergi, ada pertanyaan yang anda inginkan jawabannya. Apakah pertanyaan itu merupakan pertanyaan mendalam dan bijaksana, seperti “apa yang membuat orang berbahagia?” atau pertanyaan itu hanya sekedar pertanyaan acak dan spontan, seperti “mengapa lem tidak menempel di dalam botol kemasannya?”

Kita semua menginginkan jawaban, untuk itulah pertanyaan menjadi penting.

Ada beberapa alasan mengapa pertanyaan terkadang lebih penting dari pada jawaban, atau mengajukan pertanyaan lebih baik dari pada mencari jawaban.

Pertama, pertanyaan mendorong kita untuk berpikir lebih. Sementara jawaban membuat kita berpikir bahwa kita telah selesai. Pikirkanlah. Begitu kita mendapat jawabannya, kita sudah selesai. Kita telah menemukan penyelesaian. Tidak perlu melangkah jauh. 

Tapi kita kita memiliki pertanyaan, kita terdorong untuk berpikir dan bertindak lebih. Kita terus didorong untuk berjalan, terus, sampai kita mendapatkan jawabannya. Dalam mendorong lebih banyak lagi, kita belajar lebih dari sekedar jawaban atas satu pertanyaan. Ini juga mendorong kita untuk tumbuh dan menemukan sesuatu yang lebih baik.

Kedua, pertanyaan menunjukkan kerendahan hati, sementara jawaban bisa berakhir dengan rasa bangga. Jika kita adalah seseorang yang cenderung memiliki semua jawaban atau mengetahui banyak hal, itu dapat menyebabkan rasa bangga tumbuh dalam diri kita. 

Pertanyaan, membuat kita merasa lebih rendah hati. Menunjukkan kebijaksanaan, bahwa ada hal-hal yang belum sepenuhnya kita pahami. Bertanya bukan berarti kita bodoh. Selama ada pertanyana dalam diri kita, kita tidak akan pernah menyangka bahwa kita telah menemukan segala hal.

Ketiga pertanyaan mendorong kita untuk menjalin hubungan dengan orang lain, sementara jawaban cenderung mengisolasi kita. Mengajukan pertanyaan menyebabkan kita mencari orang lain yang menurut kita mungkin memiliki jawaban atas pertanyaan yang kita ajukan. 

Kita membangun ikatan dan hubungan dengan orang lain untuk mendapatkan jawaban. Jika kita telah memiliki jawaban atas suatu pertanyaan, hubungna dna keinginan untuk terhubung dengan orang lain cenderung perlahan menghilang. Kita berpikir, kita tidak membutuhkan orang lain lagi.

Berusahalah untuk terus mencari jawaban, tapi jangan pernah membenci pertanyaan.