89168.jpg
idsalim.com
Pendidikan · 4 menit baca

Menciptakan Pendidikan Keluarga Berkarakter dan Terintegrasi


Pendidikan sangat penting, namun pendidikan memerlukan waktu yang panjang dan upaya yang tidak sederhana. Jika kita tidak lakukan dengan baik sekarang maka dampaknya akan terlihat kepada generasi penerus bangsa.

Ada pepatah cina yang berbunyi, “Butuh sepuluh tahun untuk menumbuhkan pohon dan dibutuhkan seratus tahun untuk menumbuhkan manusia.” Pendidikan merupakan upaya untuk menarik potensi seseorang keluar, untuk bisa menarik keluar potensi hebat, sangat bergantung pada apa yang kita masukkan pada orang itu .

Anak merupakan tunas bangsa yang akan melanjutkan tongkat estapet dari orang tua, adat istiadat dan bahkan meneruskan perjuangan bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki generasi yang berkarakter. Anak harus dijaga dan dididik menjadi insan yang mengerti akan kebenaran. Anak bertumbuh melanjutkan peradaban bangsa, sehingga tercapai pengembangan dan pembangunan yang bangsa stabil, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pendidikan

Keberhasilan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikannya serta apa yang diajarkan untuk generasi mereka. Di negara Eropa dan Amerika kenapa bisa anak-anaknya cerdas dan pintar karena mereka memasukkan sesuatu yang penting agar ketika menghadapi tantangan mereka bisa menarik keluar apa yang baik dan benar dalam pendidikan.

Pendidikan mereka yang terutama terletak dalam keluarga dan konteks hidup sehari-hari mereka diperintahkan untuk mengajarkan ahklak dan karakter, dari situ berkembang pendidikan dalam hal-hal kehidupan lainnya seperti bekerja, berkeluarga dan berbangsa..

Betapa pentingnya pendidikan sebagai fondasi suatu bangsa atau negara karena keberhasilan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikan negara tersebut. Tentu guru sangat memegang peranan yang penting dalam pengembangan pendidikan nasional karena guru sebagai tenaga pengajar dan mendidik serta yang mentransformasikan ilmu kepada siswa.

Pendidikan berkualitas tidak terlepas dari tenaga pendidik yang berkualitas karena apa yang dimasukkan atau diajarkan sangat menentukan kepada keberhasilan bangsa ini untuk jangka panjang. Realitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan di mana pendidikan itu tidak dikembalikan kepada tujuan dan hakekatnya.

Pendidikan Indonesia dirasuki ajaran radikal dan aliran keras sehingga merusak cara berpikir anak. Pendidikan seharusnya membawa anak kepada pemahaman yang baik, tahu mana yang baik mana yang buruk.

Dalam analisis yang saya perhatikan banyaknya yang mempengaruhi pendidikan anak adalah sebagai berikut:

  • Kemajuan Teknologi

Teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. Teknologi pada hakikatnya baik dan menjadi bahan canggih dan modern yang kita miliki, namun tidak semua teknologi baik untuk kehidupan manusia khususnya kepada anak. Anak saat ini menjadi korban dengan berkembangnya teknologi, karena semua sudah serba instan. Cara anak dalam memaknai teknolgi akan mempengaruhi tingkah lakunya.

Dalam perkembangan Internet dan game yang menghantui anak-anak membawa mereka kepada alam kesadaran yang aneh-aneh. Anak banyak menghabiskan waktu untuk main game dalam sehariannya. Anak menjadi manusia yang serba tahu dan ingin mempraktikkan apa yang dilihat, sehingga mempengaruhi tingkah lakunya.

Dengan perkembangan teknologi, siswa semakin digurita oleh pesona teknologi yang penggunaan salah sehingga membentuk kepribadian yang instan tanpa didasari dedikasi yang kuat akan dirinya, mudah terpengaruh membuat siswa semakin cuek, mementingkan diri sendiri, tidak mau tahu kondisi sosial, mudah marah dan suka terhadap kejahatan.

  • Gaya Asuh Orang Tua

Keluarga adalah tempat yang nyaman untuk anak dalam keberlangsugnan hidupnya. Orang tua adalah pelopor untuk mewujudkan kenyamanan itu, orang tua harus bisa menjadi pengasuh kepada anak-anaknya, namun saat ini orang tua banyak yang mencari pengasuh untuk mengasuh anaknya. Sehingga tidak sedikit anak kekurangan perhatian dari orang tuanya

  • Lingkungan Sekolah

Lingkungan sekolah adalah hal yang penting dalam pembentukan karakter anak, tidak ada alasan sekolah dan komponen sekolah untuk tidak bertanggung jawab dalam pembentukan karakter siswa itu sendiri. Kelemahan selama ini adalah kurangnya sinergis di antara komponen sekolah untuk membentuk karakter anak.

Kita harus sadari bahwa komponen sekolah tidak bekerja dengan maksimal dalam pembentukan karakter siswa di mana orang tua sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak ada lagi waktu untuk menasehati dan mengajari anaknya, Guru yang hanya mengejar target mengajari tanpa menanamkan ajaran budi pekerti kepada siswa, apalagi dengan adanya sertifikasi guru, membuat guru hanya mengejar sertifikasi sehingga meninggalkan esensinya sebagai tenaga pendidik

Komite sekolah yang tidak berjalan efektif untuk memberi masukan dan bimbingan kepada sekolah untuk perbaikan di sekolah, terkadang komite sekolah hanya menumpang nama saja di sekolah tanpa ada gerakan yang membangun untuk perbaikan sekolah. Siswa yang semakin nakal melawan guru tidak mau diajari.

Amat disayangkan kalau sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih menghasilkan lulusan yang berada pada tahap mengingat. Juga amat disayangkan jika cendekiawan Indonesia lulusan pendidikan luar negeri juga masih memiliki “mental asisten” dan amat disayangkan pendidikan Indonesia belum memiliki pola yang mandiri, kemampuan untuk mencipta kurang tetapi kemampuan untuk menciplak kuat.

Melihat permasalahan yang ada pada pendidikan anak pada saat ini perlu dilakukan langkah strategis, yaitu membentuk sistem pendidikan keluarga terpadu yang melibatkan orang tua, guru, Komite sekolah dan pemerintah menciptakan sinergis yang bisa mendidik anak dengan aman, ramah, berkarakter dan berakhlak.

Mengadakan dialog yang melibatkan komponen pemerintah, masyarakat, guru, dan orang tua untuk membicarakan masalah dan membuat kesepakatan bersama untuk bisa menjaga dan mengawasi anak-anaknya, sehingga tercipta pendidikan yang berkarakter dan terintegrasi

Saya berharap pendidikan di Indonesia membawa bangsa ini mandiri dan berkarakater. Nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan yang kita imani ditanamkan dalam pendidikan nasional sehingga menjadi perbuatan dan perilaku masyarakat Indonesia sehari-hari serta menjadi pelopor di bidang masing-masing dan punya kontribusi yang signifikan.