gerakan-di-media-sosial-b-1024x732_0.jpg
http://ceritakota.info
Politik · 4 menit baca

Media Sosial Madu atau Racun?

Madu di tangan kananmu racun di tangan kirimu, aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku (Madu & Racun- Koes Plus)

Kurang lebih seperti lagu koes ploes diatas lah kondisi Politik Indonesia lewat media sosial saat ini, kenapa bisa begitu? Dewasa  ini media sosial merupakan salah satu wadah dengan cakupan terbesar untuk menyebarkan luaskan  informasi informasi dalam hal ini saya berkonsentrasi pada hal yang berbau politik lewat.

Media sosial mampu merangkul masyarakat kelas bawah hingga masyrakat kelas atas, karena media sosial menawarkan informasi yang fresh dan up to date setiap harinya. Hal ini menjadikan media sosial jujukan utama bagi masyarakat yang ingin belajar atau mengabdikan dirinya dalam politik Praktis.

Hal ini tentu saja menjadikan masyarakat awam lebih tau secara luas bagaimana jalannya politik diindonesia tetapi di lain kesempatan media sosial mampu menjadikan dirinya sebagai sumber bahaya laten bagi politik di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui Media sosial sebagai pusat informasi memiliki kelebihan dalam hal menyebarkan berita hal ini yang saya maksudkan dengan bahaya terhadap jalannya politik di Indonesia.

Di media sosial kita akan bertemu dengan orang orang berpikiran berbeda dan memiliki kepentingan kepentingan tersendiri yang tentu saja hal ini menjadikan media sosial tempat berkumpunya orang orang dari berbagai element masyarakat.

Sering sekali kita akan menemukan diskusi tidak sehat saat berada di media sosial, diskusi diskusi yang mengarah ke hal hal yang berbau sara dan mampu memecah belah persatuan bangsa ini.

Belum lagi dengan adanya kemudahan berbagi dalam media sosial menjadikan munculnya berita berita yang belum tentu ada kebenarannya menjadi viral dan menyebar luas kesegala kalangan masyarakat.

Hal ini mampu mempengaruhi pola pikar bangsa kita kedepannya  hanya dengan menyebarkan berita yang belum tentu ada kebenarannya akan menyebabkan kerisauan di pikiran masyarakat kita sehingga jika tidak diawasi dengan benar hal ini bisa menjadikan media sosial sebagai salah satu factor pemecah kehidupan berpolitik bangsa ini.

Hal ini terbukti dengan semakin banyak munculnya account account yang berusaha menggiring opini public disertai dengan informs informasi tidak akurat tapi lucunya hal hal tersebut disukai oleh banyak pengguna media sosial bahkan dijadikan acuan sebagai bahan diskusi dengan netizen laiinya.

Tidak lama ini kita akan menghadapi PILKADA untuk menentukan pemimpin bagi ibukota kita tercinta, disinilah kita bisa melihat dan menjumpai media sosial sebagai jujukan informasi masyarakat dengan mudahnya menggiring opini masyarakat dengan  berbagai fitur fiturnya memudahkan masyarakat bisa mengakses dan menyebarluaskan apa yang ada di dalamnya.

Kita setiap harinya disuguhi dengan gabar gambar, informasi sara yang menyudutkan salah satu pihak belum lagi ditambah komentar komentar berbau hate speech yang kita temui setiap harinya, setiap hari masyarakat kiat disuguhkan dengan hal hal yang berlum tentu ada kebenarannya tapi banyak masyarakat kita menyebar luaskannya .

Apakah itu akan menimbulkan hala hal negative  bagi kehidupan berpolitik bangsa? Jawbannya tentu saja iya.

Mungkin bagi orang orang yang memiliki pemahaman kebangsaan yang baik akan menganggap segala informasi yang didapatkannya dari media sosial hanya sebagai bagian pelengkap dalam tradisi berpolitik bangsa ini, tapi informasi ini akan menjadi berbeda jika diterima oleh orang yang salah.

Berita berita bohong ini menjadikan masyarakat kita yang memiliki pemahaman kebangsaan yang kurang akan menjadikannya sebagai acuan dan menyebarkannya hingga terjadilah diskusi diskusi berbau sara seperti dan menyerang pihak pihak tertentu, hanya dimulai dengan membaca status status/komentar komentar di media sosial seseorang bisa saja menjadi haters orang lain walaupun haters tersebut tidak mengenal secara baik orang yang dibencinya.

You Know Im Right karena memang seperti itu kondisi masyarakat kita di dalam media sosial saat ini terlalu mudah percaya, terlalu mudah menyebarkan dan terlalu mudah menjadi bagian salah satu pihak.

Disini bisa saya katakana kondisi Politik masyarakat kita di media sosial sangat memprihatinkan, walaupun senyatanya banyak masyarakat kita yang masih bias berfikir jernih di media sosial. Seperti Pisau jika digunakan oleh chef handal akan menjadikan masakan masakan yang lezat dan jika digunakan oleh orang yang salah akan menjadikan orang lain terluka.

Begitu pula dengan Media sosial,jika digunakan dengan baik akan menjadikan informasi informasi yang mamou dengan baik dilahap oleh masyarakat kita dan jika digunakan dengan salah akan menimbulkan kerugian bagi bangsa kita sendiri. Siapkah masyarakat kita menjadi pengguna media sosial yang baik, mari kita tanyakan dan perbaiki dari diri kita terlebih dahulu.

Apakah itu yang kita inginkan? Tentu saja tidak.

Apakah yang bias kita lakukan?

1. Memiliki pemahaman politik yang luas, sebagai bangsa yang semakin modern kita memiliki akses untuk mendapatkan infromasi informasi lebih luas, jangan dengarkan salah satu pihak saja tapi miliki kemampuan untuk menyaring beberapa berita dan baru simpulkan.

2. Miliki pemahaman bahwa media sosial bukanlah ajang untuk menyebarkan Hate speech tapi media sosial sebagai salah satu sumber untuk mendapatkan informasi informasi terbaru tentang apa yang terjadi di sekitar.

3. Gunakan media sosial secukupnya jangan jadikan media sosial sebagai jujukan utuma dalam membentuk pendapat, terkadang manusia harus memiliki kemampuan untuk berfikir secara logis dalam mencerna berita dan info yang didapatkan.

4. Bedakan Fakta dan Opini, terkadang informasi informasi di media sosial didapatkan melalui blog ( sumber personal ) bukan Fakta, kita harus cermati ini.