Ketik untuk memulai pencarian

Kiat-Kiat Bagi Anda yang Ingin Ahok Kalah dalam Persidangan

Kiat-Kiat Bagi Anda yang Ingin Ahok Kalah dalam Persidangan

Foto: YouTube

Saya punya keyakinan bahwa kelompok tertentu di luar sana ingin sekali Ahok berakhir dalam penjara. Selain karena beliau kafir, beliau juga dilaporkan terkena kasus penistaan agama islam.

Aksi bela islam yang sudah memasuki jilid 3 dengan dihadiri Presiden Jokowi, Kapolda RI, Jendral TNI dan tentu saja sosok yang tidak kalah fenomenal, Habib Rizieq. Aksi bela islam yang ternyata bukan akhir dari segalanya. Permasalahan malah semakin mengekor. Dimulai dari Sari Roti yang diharamkan dari mulut ke mulut bukan dari surat ke surat. 

Selain masalah haramnya Sari Roti, kasus persidangan yang menimpa Ahok juga tidak kalah mentereng. Di sinilah kita bisa melihat bagaimana rupa pelapor dan saksi-saksi yang mempunyai bukti bahwa Ahok melakukan penistaan agama. 

Saya paham teman-teman FPI sudah berusaha keras untuk bisa memenjarakan Ahok yang katanya kebal hukum, bekingannya presiden dan apapun yang dikatakan teman-teman. Saya sih iya iya saja. Bahkan Aa GYM yang ngotot banget pengen Ahok dipenjara.

Jika bekenan, saya ingin membantu teman-teman FPI agar bisa memenjarakan Ahok. Saya punya cara-cara yang bisa teman-teman FPI lakukan.

Pililah Saksi Persidangan yang Intelektualnya Bagus

Wahai teman-teman FPI, Anda bukan berhadapan dengan orang yang silau uang atu orang dengan IQ jongkok. Anda melawan Basuki Tjahaja Purnama. Orang ini tidak bisa kalian anggap remeh.

Orang yang Anda lawan ini adalah Insinyur Geologi, lulusan Universitas Trisakti jurusan Teknik Geologi tahun 1990. Mentalitas dan kepintarannya sudah teruji sejak dulu. Sebagai orang minoritas di Indonesia, Ahok sudah tahan banting sejak kecil. 

Selain tahan banting, orang etnis Tionghoa terkenal dengan ingatannya yang kuat. Teman-teman perhatikan saja toko-toko yang dimiliki orang Tionghoa. Ketika kalian belanja di sana, tanpa melihat daftar harga, mereka langsung bisa jawab. Begitu juga dengan duit, jika kamu pinjem duit sama orang Tionghoa jangan heran kalau utang kurang ceban masih diingat dan bakal ditagih terus-terusan.

Sudah terlihat kan bagaimana kepintarannya. Maka, dalam memilih saksi pada persidangan berikutnya pililah orang yang benar-benar intelektual dan terpelajar. Jangan seperti saksi yang ditanyain lulus sekolah tahun berapa, lupa. Diminta nulis berita acara, malah nyalahin polisi karena salah tulis. Padahal aslinya yang bersangkutan yang nulis.

Follow Qureta Now!

Dan terakhir, jangan menggunakan saksi yang juga punya kasus sama orang lain. Berkacalah dari sidang sebelumnya, saksi yang kalian bawa semuanya bahlul.

Cuci Otak Warga yang Ada di Kepulauan Seribu

Jika saksi yang dihadirkan teman-teman FPI ternyata belum membuat Ahok bisa masuk penjara, cobalah datang ke tempat di mana Ahok Pidato pada tanggal 27 september yaitu di Kepulauan Seribu. 

Terlepas dari kesaksian Habib Novel yang mengatakan bahwa dia mendapat laporan dari orang-orang di Kepulauan Seribu, tapi waktu ditanya bukti-bukti telepon dan SMS, justru sudah dihapus oleh Habib Novel.

Hal itu membuat Ahok dan kuasa hukumnya hendak mencari tahu lewat provider. Apakah ada panggilan telepon yang masuk pada nomor Habib Novel pada tanggal tersebut. Sampai sekarang kita nggak tau bagaimana kebenarannya.

Itu ada kesempatan teman-teman untuk mempengaruhi warga di Kepulauan Seribu. Coba teman-teman datang ke Kepulauan Seribu. Pastikan datangnya berjamaah seperti yang kalian lakukan sewaktu di Monas.

Ketika kalian datang ke sana, pakailah trik yang dilakukan oleh kelompok teroris dalam merekrut anggota. Katakanlah "Anda Ingin mendapat tempat di Surga? Penjarakan Ahok. Orang kafir harus dimusnahkan. Jangan biarkan Jakarta dikuasai oleh kafir."

Gunakan Jasa Artis untuk Menciptakan Berita Palsu

Jika menggunakan saksi terpelajar dan mempengaruhi warga Kepulauan Seribu ternyata masih membuat Ahok berdiri tegak, cara terakhir yang bisa teman-teman FPI lakukan adalah menggunakan Jasa Artis untuk menciptakan sensasi. Sangat disarankan menggunakan sesosok perempuan. Hal ini dikarenakan wanita mampu menghancurkan kehidupan pria selaian harta dan tahta. 

Jika teman-teman FPI bingung bagaimana caranya, teman-teman bisa menyontek cerita-cerita sinetron. Dalam sinetron pasti akan ada cerita di mana seorang wanita diam-diam memasuki kehidupan sang pria yang sudah beristri.

Sang wanita akan mulai mencari celah untuk mendekati si pria dan perlahan mengusik kehidupan pria tersebut. Jika sudah mengusik kehidupan sang pria, lalu mengancam akan menjebloskannya ke penjara jika semua harta benda tidak diberikan pada sang wanita. 

Ikhlaskan Saja dan Terima Nasib Kalau Ahok Bebas dari Pidana

Jika teman-teman FPI sudah melakukan cara-cara di atas namun masih belum membuat Ahok dijebloskan dalam penjara, maka teman-teman FPI mulai mengakui kalau Ahok memang tidak bersalah secara hukum. Terimalah kenyataan kalau Ahok maju dalam pilgub 15 februari 2017.

Terimalah kenyataan jika Ahok dan Djarot akan berada dalam singgasana Balai Kota Jakarta hinga 5 tahun ke depan. Ikhlaskan saja kepergian Ahok menuju DKI 1, bukankah dalam ajaran Islam diajarkan untuk menerima segala sesuatu dengan ikhlas? Ambillah hikmah dari Ahok menjadi DKI 1 pada sampai tahun mendatang.

Saya tegaskan, saya tidak mendukung Ahok dan saya juga tidak ikut pilgub DKI besok. Karena apa, karena saya bukan warga DKI. Hak pilih saja saya gak punya.

Ishak Okta Sagita

Diam diluar, berisik didalam|Mahasiswa Eksakta yang suka berimajinasi

Comments

Untuk merespon artikel ini, Anda harus login atau register terlebih dahulu

© Qureta.com 2016