ckhlt57ukaajetm.png
Pengelola RPTRA Meruya Selatan sedang memperjelaskan tanaman obat.
Wisata · 2 menit baca

Ketagihan ke RPTRA

Apa sih RPTRA itu?  RPTRA adalah singkatan dari Ruang Publik Terpadu Ramah anak yang sudah ada di hampir  tiap kelurahan di Provinsi DKI Jakarta. Awalnya saya juga tidak tahu apa itu RPTRA. Saya kira hanya taman biasa, ternyata taman ini fasilitasnya sangat lengkap, nyaman bagi ibu menyusui, anak-anak dan anak muda.

Pertama kali ke RPTRA saya waktu itu di ajak seorang  teman namanya Mas Hariadhi ke RPTRA Meruya Utara. Saya kira ini tempat hiburan keluarga yang masuknya harus pakai tiket, ternyata RPTRA fasilitas publik yang diberikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau disapa Ahok untuk warganya. Jadi siapa saja boleh bermain di RPTRA, asal menuruti peraturan di dalamnya tidak merokok, dan tidak mengganggu ketertiban.

Akhirnya saya pun ketagihan ingin terus main ke RPTRA, saya pun minggu depan langsung mencari RPTRA yang lain, saya langsung ke RPTRA Meruya Selatan yang berada di kelurahan Meruya Selatan. Untuk mecari alamat RPTRA sangat mudah karena sudah tersedia di google maps, jadi sangat mudah mencari alamatnya.

Melihat keceriaan anak-anak bermain dan belajar, keseruan anak-anak muda yang sedang olahraga dan melihat para orang tua bahagia semua saya rasakan saat berada di RPTRA.

Hampir semua fasilitas di RPTRA sama, seperti  permainan anak-anak, ruang laktasi/ibu menyusui, Perpustakaan, Joggingtrack, amphiteater, tanaman obat, tanaman hias, PKK Mart, gedung serbaguna, toilet disabilitas, dan lapangan olahraga seperti minisoccer, lapangan voli, dan lapangan bulutangkis. Bahkan di RPTRA Penjaringan, ada lapangan voli pantai.

Nah pembangunan RPTRA berkerja sama dengan Corporate Social Responsibility (Kerjasama tanggung jawab sosial). Para pengelola di sini pun diberi gaji sesuai dengan UMP (upah minimum provinsi). Selama ini saya sudah mengunjungi sekitar 7 RPTRA. Di antaranya adalah RPTRA Meruya Utara, RPTRA Meruya Selatan, RPTRA Manunggal, RPTRA Krendang, RPTRA Penjaringan, dan RPTRA Duri Pulo.

Bagi saya dengan adanya RPTRA ini sangat baik untuk perkembangan anak-anak untuk belajar dan bermain. Karena di mana kita tahu bahwa dulu Jakarta hampir tidak ada ruang bermain untuk anak. Dan anak-anak jika bermain di RPTRA pun bisa sambil diawasi, jadi bisa mencegah pelecehan seksual pada anak. Bagus juga untuk kerukunan dan kreatifitas warga.

Karena dari cerita pengelola di RPTRA Krendang, dulu sebelum dibangun RPTRA Krendang, warga Kelurahan Krendang dan Warga kampung Jembatan Besi sering terjadi tawuran warga. Tapi setelah dibangun RPTRA Krendang warga Kelurahan Krendang dan Kampung Jembatan Besi jadi lebih rukun karena sudah beraktivitas bersama-sama di RPTRA ini.

Di RPTRA kita bisa juga belajar  pengenalan di tanaman obat dan hidroponik jadi warga juga menjadi senang bertani. Gedung serba guna juga sangat berguna untuk musyawarah warga, apalagi sudah dilengkapi PKK mart untuk hasil kerajinan warga, perpustakaan, ruang laktasi/ ibu menyusui untuk ibu yang mebawa bayi, toilet dan toilet disabilitas untuk penderita disabilitas.

“Pak Ahok sangat memperhatikan warga terutama anak-anak, saya seneng banget sekarang jadi warga Jakarta,” kata ibu Nung  warga yang berkunjung ke RPTRA Penjaringan.

Ini cerita dan pengalaman saya sampai ketagihan main ke RPTRA. Kalau yang masih penasaran silakan datang sendiri ke RPTRA dan rasakan banyak kebaikan untuk warga Jakarta.