26640.jpg
Puisi · 1 menit baca

Kamu, Aku, Kita


Kamu, aku, kita, sekarang mungkin sedang tidak ingin beranjak ke mana-mana. Hanya duduk-duduk di beranda menikmati perjalanan garis tangan yang merambat pelan. Menyelinap di antara senyap garis senyummu yang jatuh di mataku dan buku-buku yang aku baca.

Kamu, aku, kita, tidak sedang diburu waktu, meski mungkin ada hal-hal yang terlambat. Dan sebelum semakin banyak yang terlambat, aku akan mengajakmu berkemas, bergegas meninggalkan seruang redup, lengang, yang hanya menawarkan  lebam.

Kamu, aku, kita, sesekali akan beranjak pergi. Kamu dengan ingatanmu, aku dengan angan inginku. Mungkin kita akan berpisah di suatu pagi berkabut, dan gerimis yang jatuh menggigilkan jendela rumah tempat kita singgah. Lalu sebelum punggung hilang dari pandangan kau berpesan: "Hati-hati,  Ing, aku akan merindukanmu. Jika semesta membawa kita pada kedatangan, sekali lagi, bawakan aku remah kasih yang ada di saku bajumu."

Lalu aku, seperti biasa, hanya diam dan mengangguk. Membiarkan kelokan membawa tegap punggungmu. Menyerahkan sepi pada dirinya sendiri.  

Kau ingat ini senja keberapa sejak pertemuan terakhir kita? Kau pasti tahu aku merindukanmu, apa kau juga begitu? Tapi sudahlah, lupakan itu. Kamu tak pernah berjanji kembali. Aku pun tak pernah berjanji menunggu. Sebab kamu, aku, kita, hanya mencoba memahami, sekuat apapun menggenggam jika bukan untuk kita tak akan kita miliki.

Suatu waktu, entah malam yang keberapa saat aku mengingatmu lagi, akan ku katakan pada sunyi bahwa kamu, aku, kita, adalah sepasang kebetulan yang direncanakan langit. Duduk bersisihan lantas saling berbagi mimpi, narasi-narasi, redup cahaya, ucapan selamat pagi, sketsa bulat purnama dan jejak kaki sepanjang pantai. 

Kamu, aku, kita, sesekali dengan sekuat tenaga mengakali kosong agar tetap terasa isi. Hingga saat menuju pulang yang entah ke mana, kepada siapa, kehilangan tak akan terasa menyakitkan. Kamu, aku, kita, sekarang mungkin sedang tidak ingin beranjak ke mana-mana. Dan membiarkan angka-angka dalam kalender menyimpan kita, untuk sementara.  

Solo, 08 Mei 2017