Ketik untuk memulai pencarian

Dua Kandidat Pengganti Pepe

Dua Kandidat Pengganti Pepe

Jesus Vallejo dan Diego Llorente (Sumber: marca.com)

Kontrak bek tengah Real Madrid, Pepe, akan habis pada bulan Juni tahun 2017 ini. Negosiasi antara perwakilan Pepe dengan Madrid dikabarkan terhenti. Pihak Pepe menginginkan pembaruan kontrak dengan durasi 2 (dua) tahun. Sedangkan Madrid bertahan dengan tawaran perpanjangan setahun kontrak.

Kabar kegagalan perpanjangan kontrak Pepe, menghembuskan rumor kepergian bek kelahiran tahun 1983 itu dari Santiago Barnebeu. Pelatih Madrid, Zidane, memang menegaskan tidak berniat menjual Pepe. Namun rumor transfer bek bertinggi 188 cm itu menuju  Hebei China Fortune atau Manchester United tetap tak terbendung.

Selain Pepe, Madrid saat ini hanya punya Sergio Ramos, Nacho dan Raphael Varane di posisi bek tengah. Sehingga bila pemin bernama asli Kepler Laveran Lima Ferreira itu akhirnya pindah, maka Madrid akan benar-benar butuh pengganti sepadan.

Sampai akhir musim nanti, tentu Madrid harus menahan kepergian Pepe. Madrid saat ini sedang dihukum tak bisa beroperasi di bursa transfer Januari nanti. Hukuman itu akibat Madrid pernah merekrut pemain di bawah umur 18 tahun.

Membeli bek tengah bintang berharga mahal tentu bukan masalah besar bagi Madrid pada akhir musim nanti. Namun membeli bek bintang bukan satu-satunya pilihan bagi Madrid. Preferensi Zidane mengorbitkan pemain muda Madrid sangat terlihat musim ini. Marcos Assensio, Casemiro adalah beberapa contoh.

Ditambah lagi, pemain bintang baru belum tentu bisa beradaptasi dengan tim. Sedangkan pemain-pemain muda Madrid setidaknya sudah familiar dengan lingkungan Madrid dan bisa berbahasa Spanyol.

Untungnya, Madrid punya investasi dua bek tengah muda yang bermain mengesankan di klub lain. Keduanya sedang dipinjamkan ke Malaga dan klub Jerman Eintracht Frankfurt. Mereka adalah Diego Llorente dan Jesus Vallejo.

Diego Llorente

Diego Javier Llorente Rios merupakan produk akademi sepakbola Madrid. Bek tengah bertinggi 186 cm itu sudah berada di Madrid sejak usia 8 tahun. Pemain kelahiran 1993 tersebut mengawali debut pertamanya bersama Madrid pada 1 Juni 2013 melawan Ossasuna. Dalam pertandingan musim terakhir Jose Mourinho bersama Madrid.

Sejak musim 2015/2016, Llorente telah dua kali dipinjamkan Madrid. Pertama ke Rayo Vallecano. Kemudian awal musim ini, ia dipinjamkan ke Malaga. Dalam dua masa peminjamannya tersebut, Llorente bermain mengesankan. Buktinya, ia sempat dipanggil sekali ke timnas Spanyol pada Mei 2016 oleh Vicente Del Bosque, pelatih saat itu.

Llorente adalah pemain yang cerdas dan berani. Llorente pernah bermain dengan hidung patah. Selain sebagai bek tengah, ia dapat ditempatkan sebagai bek sayap. Kaki kiri dan kanan Llorente berfungsi sama baiknya. Di Rayo Vallecano, Llorente bisa ditempatkan sebagai gelandang oleh pelatih Paco Jemez.

Sejak awal Juni 2016 lalu, telah terdengar kabar santer masa depan cerah Diego Llorente kelak di Madrid. Setelah bermain bagus di Vallecano, Zidane kabarnya tertarik pada Llorente. Walaupun akhirnya Llorente kembali dipinjamkan, ia tetap mampu memperlihatkan performa cemerlang.

Penampilan mengesankan Llorente tentu membuat Madrid kini sedang mempertimbangkannya sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Pepe di posisi bek tengah.

Jesus Vallejo

Jesus Vallejo Lizzaro berasal dari akademi sepakbola Real Zaragoza. Real Madrid membelinya seharga 6 juta euro dari Zaragoza untuk dibiarkan tetap bermain sebagai pemain pada klub tersebut. Awal musim ini, Madrid mengalihkan peminjaman Vallejo ke klub Jerman Eintracht Frankfurt.

Bermain di luar negeri, tentu menguji kematangan mental pemain berusia 19 tahun seperti Vallejo. Di Frankfurt, ia harus beradaptasi dengan lingkungan hidup, bahasa, rekan setim dan kultur bermain yang jauh berbeda dibanding La Liga Spanyol.

Sejauh ini Vallejo sukses dalam perantauannya. Pelatih Eintracht Frankfurt, Niko Kovac, memuji Vallejo. Kovac mengaku belum pernah melihat pemain sebagus Vallejo sepanjang karirnya sebagai pemain dan pelatih.

Kovac terpesona dengan kematangan Vallejo. Mantan gelandang timnas Kroasia tersebut menilai Vallejo telah matang seperti bek berusia 30 tahun. Sekalipun usia pemain bertinggi 183 cm itu masih 19 tahun. Vallejo dinilai Kovac sangat tenang dan mampu membaca permainan dengan jelas.


Follow Qureta Now!

Atas penampilan gemilang tersebut, Eintracht Frankfurt tampak berminat memperpanjang kontrak Vallejo. Namun rumor kepergian Pepe, membuat Madrid sepertinya akan mempertimbangkan memanggil pulang Vallejo.

Pebandingan Pepe, Llorente dan Vallejo

Melihat segala apresiasi pada performa Llorente dan Vallejo tentu harus diuji obyektivitas seluruh pujian tersebut. Sudah layakkah mereka menjadi kandidat bek tengah pengganti Pepe, bila pemain timas Portugal itu jadi pindah dari Madrid? Beberapa data berikut bisa mengevaluasi penampilan mereka dibanding Pepe.

Sejak Oktober lalu, Pepe dihantam cedera panjang yang mengakibatkan hanya bermain dalam 8 dari 16 pertandingan Madrid musim ini. Sedangkan Diego Llrente telah memainkan 11 kali dalam 16 pertandingan bersama Malaga. Jesus Vallejo bermain di seluruh 16 pertandingan Bundesliga.

Dari jumlah penampilan tersebut, rerata aksi bertahan dan memenangkan duel Pepe dibanding kedua juniornya lebih unggul. Namun rerata aksi bertahan Llorente dan Vallejo tetap mengesankan bagi ukuran bek tengah. Berikut perbandingan rerata aksi bertahan dan memenangkan duel ketiganya:  

Pemain Main Rerata Aksi Bertahan Rerata Memenangkan Duel
Pepe 8 6 63%
Llorente 11 6 45%
Vallejo 16 8 44%

Rerata aksi bertahan Llorente dan Vallejo memang relative sama bagusnya dengan Pepe. Namun sebagai bek tengah, kedua pemain muda itu masih perlu memperbaiki rerata memenangkan duel mereka. Dalam tugasnya menjaga pertahanan, bek tengah akan dipaksa berebut bola dengan pemain lawan. Kekokohan saat berduel merupakan salah satu syarat utama bek tengah yang tangguh.

Bek tengah pada permainan sepakbola modern juga dituntut mampu menggiring, mengoper bola dan menciptakan peluang bagi pemain lain. Kemampun mengoper bola dan membuat peluang diperlukan untuk memulai serangan dari belakang. Berikut perbandingan Pepe, Llorente dan Vallejo dalam menggiring, mengoper bola dan menciptakan peluang:

Pemain Main Peluang Rerata Akurasi Operan Rerata Menggiring Bola
Pepe 8 6 85% 100%
Llorente 11 6 78% 50%
Vallejo 16 8 87% 80%

Dari perbandingan di atas, dengan jumlah laga lebih sedikit, Pepe masih relatif unggul dibanding Llorente dan Vallejo. Rerata akurasi operand an sentuhan Llorente lebih buruk ketimbang Pepe dan Vallejo. Namun catatan Llorente sudah termasuk bagus untuk ukuran bek tengah yang tugas utamanya bertahan.

Pujian Kovac pada kecerdasan Vallejo membaca permainan terbukti dengan data. Rerata akurasi operan Vallejo lebih tinggi dibanding Pepe. Kemampuan Vallejo menggiring bola juga jauh lebih bagus dibanding Llorente. Peluang yang diciptakan Vallejo mengungguli catatan Pepe dan Llorente.

Tekel adalah usaha merebut bola di atas tanah dari lawan dengan menjulurkan kaki. Bisa dengan cara meluncur (sliding tackle) atau dengan cara berdiri. Sebagai bek, kemampuan tekel tentu sangat penting. Berikut perbandingan tekel Pepe, Llorente dan Vallejo:

Pemain Main Rerata Menang Tekel
Pepe 8 58%
Llorente 11 48%
Vallejo 16 44%

Berdasarkan data tersebut, Llorente dan Vallejo masih perlu meningkatkan kemampuan tekelnya. Dua bek muda itu baru punya rerata memenangkan tekel di bawah 50% jika dibanding Pepe. Terutama Vallejo yang rata-rata memenangkan tekelnya paling rendah.

Bek tengah juga dituntut sukses merebut bola dari lawan lewat duel udara. Hal itu berguna saat mematahkan umpan lambung lawan ke pertahanan. Berikut perbandingan duel udara Pepe, Llorente dan Vallejo:

Pemain Main Rerata Menang Sundulan
Pepe 8 76%
Llorente 11 55%
Vallejo 16 46%

Dari data di atas, kehandalan Pepe dalam duel udara sangat telak jika dibanding Llorente dan Vallejo. Pepe memang punya fisik yang cocok untuk memenangi duel udara. Pemain kelahiran Brazil itu bertinggi 188 cm dengan berat badan 81 kg.

Diego Llorente memang hanya kalah 2 cm dibanding Pepe. Namun berat badan Llorente hanya 74 kg. Kalah 7 kg dibanding Pepe. Jesus Vallejo bertinggi 183 cm dengan berat badan 74 kg. Kedua pemain itu lebih kurus dibanding Pepe.

Postur tubuh bisa menjadi penjelasan keunggulan Pepe dalam duel udara dibandingkan Llorente dan Vallejo. Untuk mengatasinya, bisa dengan menambah massa otot dan melatih ketepatan waktu meloncat ke udara untuk menyundul bola.

Cara merebut bola dari lawan serta mengamankan pertahanan tidak hanya lewat tekel dan duel sundulan. Menyapu, menghadang (block) dan memotong (intersep) bola bisa menjadi cara lain. Berikut perbandingan Pepe, Llorente dan Vallejo:

Pemain Rerata Aksi Bertahan Sapuan Blok Intersep
Pepe 6 31 4 14
Llorente 6 32 3 34
Vallejo 8 67 7 48

Berdasarkan data di atas, kali ini Pepe kalah dibanding Llorente dan Vallejo. Kalah dalam duel tekel dan duel udara, terbukti kelebihan utama Llorente dan Vallejo dibanding Pepe adalah pada kemampuannya menempatkan posisi dan membaca arah bola.

Kepintaran Llorente menempatkan posisi dan membaca aliran bola terkonfirmasi lebih baik jika dibanding Pepe. Namun Vallejo yang membuktikan diri sebagai bek paling cerdas menempatkan posisi dan membaca arah bola dibanding Llorente dan, terutama, Pepe.

Bagi seorang bek tengah haram hukumnya membuat kelalaian dalam bertahan. Kecerobohan bertahan bisa membuat gawang tim kebobolan lalu kalah. Berikut perbandingan Pepe, Llorente dan Vallejo:

Pemain Main Kelalaian Bertahan
Pepe 8 1
Llorente 11 1
Vallejo 16 2

Dari data di atas, Vallejo masih harus memperbaiki konsentrasi bertahannya. Jika dibandingkan total jumlah laga, kelalaian bertahan Vallejo masih sangat kecil. Namun 2 kelalaian bertahan dapat menghilangkan 6 poin karena mengakibatkan kekalahan tim.

Kesimpulan

Berdasarkan perincian data, secara umum kemampuan bertahan Pepe lebih baik dibandingkan Diego Llorente dan Jesus Vallejo. Namun dengan usia yang masih muda, Llorente dan Vallejo masih bisa meningkatkan kemampuan tekel dan duel udaranya.

Dalam diri Llorente dan Vallejo, Madrid punya model bek tengah yang cerdas walaupun kurang cadas. Kedua pemain itu layak menggantikan Pepe. Madrid hanya perlu mempertimbangkan kecocokan mereka ke dalam tim.

Sumber: http://en.as.com/en/, http://www.marca.com/en/, www.squawka.com

Pradhana Adimukti

Penonton sepakbola, film, pameran seni serta pembaca buku-buku hukum dan sejarah yang menulis

Comments

Untuk merespon artikel ini, Anda harus login atau register terlebih dahulu

© Qureta.com 2016