Ketik untuk memulai pencarian

Daftar Tindakan Kekerasan FPI

Daftar Tindakan Kekerasan FPI

FPI kembali melakukan aksi kekerasan. Sekelompok anggota FPI melakukan tindakan kriminal berupa pengeroyokan terhadap salah satu kader PDIP, Widodo, pada Jumat (6/1).

Tindakan ini bermula karna korban dianggap sebagai pendukung Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta. Korban mengalami luka di bagian mata dan di bagian kepala dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Taruma, Daan Mogot, Jakarta Barat.

Aksi kekerasan ini sungguh sangat disayangkan, karena pertama, kekerasan atas nama politik dan agama adalah anti tesis dari pinsip Pancasila. Jika kekerasan ini terus dilakukan, tentu akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi dan ancaman untuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, masyarakat Indonesia yang secara umum toleran dan damai kerap diteror oleh FPI dengan tindakan kekerasan, keonaran dan kekacauan.

Data Kekerasan FPI

Kekeraasan FPI bisa kita lihat dengan data dari berbagai aksi kekerasan yang dilakukan ormas ini. Sejak awal, ormas ini kerap melakukan aksi kriminalitas dengan kekerasan di tengah-tengah masyarakat.


Follow Qureta Now!

Noda hitam aksi-aksinya adalah sebagai berikut. Pertama, pada 22 Oktober 2004, FPI melakukan perusakan café dan keributan di Kemang. Kedua, pada 22 Agustus 2005 FPI melakukan penutupan paksa Gereja Pasundan Dayeuhkolot di Bandung.

Ketiga, pada 12 September 2007, FPI merusak rumah tempat berkumpulnya aliran Wahidiyah karena dianggap sesat. Keempat, pada 1 Juni 2008 masa FPI menyerang masa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak di Monas. Massa AKK-BB waktu itu sedang merayakan Hari Pancasila.

Dua puluh tujuh aktivis AKK-BB yang berdemo memprotes surat keputusan bersama Ahmadiyah mengalami luka-luka dianiaya masa FPI. Tak hanya memukul orang banyak, masa FPI juga merusak mobil-mobil yang terparkir di sekitar lokasi tersebut.

Kelima, pada 8 Agustus 2010, ratusan masa FPI menyerang jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Indah Timur pukul 09.00 pagi di Ciketing Asem, Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi Jawa Barat.

Keenam, pada 4 Maret 2011, masa FPI membakar rumah makan yang pemiliknya anggota jemaah Ahmadiyah di kota Polewali, kabupaten Sulawesi Mandar, Sulawesi Barat. 

Ketujuh, pada 12 Agustus 2011 masa FPI merusak warung makan milik restoran topaz Makassar. Kedelapan, pada 14 Agustus 2011 masa FPI merusak warung makan milik seorang ibu di Ciamis.

Kesembilan, pada 28 Agustus 2011, masa FPI merusak mobil Daihatsu Luxio di kawasan Senayan Jakarta Pusat. Mobil tersebut diduga milik seorang penjual minuman keras di Matraman Jaya Cempaka Putih, dan saat itu juga masa FPI bentrok dengan pemuda.

Kesepuluh, pada 23 September 2011, massa FPI mengancam akan menyerang pernikahan yang sedang berlangsung di Gereja Pantekosta Jatinangor. Kesebelas, pada 21 Februari 2012, masa FPI mengepung ruko yang sedang mengadakan pengobatan gratis. Keduabelas, pada 10 April 2013, FPI mengambil motor secara paksa dan menyerbu leasing.

Ketigabelas, pada 18 Oktober 2013, masa FPI mendobrak ruang kerja Wali Kota Depok. Keempatbelas, pada 22 Maret 2014, masa FPI kota Bekasi mengepung gEereja Katolik St. Stanislaus Kostka. Kelimabelas, pada 12 Juni 2015, masa FPI memukuli Jemaah Ahmadiyah di Tebet.

Usut Tuntas

Aksi pengeroyokan dan berbagai kekerasan yang dilakukan oleh FPI ini merupakan tindakan kriminal yang harus diselesaikan secara hukum dengan seadil-adilnya. Polisi harus mengusut segera kasus ini dengan tuntas. Indonesia adalah negara hukum, jika FPI brutal maka kepolisian harus berani menindaknya. Kepolisisan jangan sampai tidak serius, sebab instansi inilah yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan ketertiban negara.

Terlebih, Indonesia bukan negara Islam melainkan Pancasila. Ekstrim kanan harus ditindak tegas. Pemerintah harus campur tangan dalam penanganan ormas-ormas yang menempuh jalan kekerasan dalam menyampaikan dakwahnya, termasuk FPI. Jangan sampai membiarkan ormas ini semakin brutal di masa depan.

Firman Sapta

Mengejar impian yang masih di genggaman tangan Tuhan

Comments

Untuk merespon artikel ini, Anda harus login atau register terlebih dahulu

© Qureta.com 2016