4394Hairul di Pantai Air Tawar Legung Barat, Batang-Batang, Sumenep.jpeg.jpg
Dok. Pribadi (Rafiqi Kalaras)
Puisi · 1 menit baca

Bertamu
Hairul

Kita biarkan mentari tenggelam sore itu

Tetaplah berkendara sepanjang pantai

Jalan menuju rumahnya tentu tak lagi jauh

Meski ragu, apa yang dapat membikin kesasar


Seperti sering kita perbincangkan

Kesulitan menemukan adalah bumbu paling sedap

Jangan menutup harap

Sekali lagi, hanya mentari yang boleh pergi

Sedang langkahmu baru saja kau mulai


Ingatlah, saat perjalanan ini disepakati

Kami hanya rindu diri memantai

Sementara dikau, ada yang menyelip perlu dilepaskan

Lebih dari labuhan, apalagi hanya terminal


Sedikit bersabar tentu berbuah binar

Percayalah, sebagaimana akhirnya petunjuk datang

Kita dapat bertamu meski agak malam

Karena saat bertemu, waktu lindap mengangin lalu


Tentu, segala pembicaraan layaknya tandang biasa

Rasakan saja sebagai sesuatu yang pertama

Hirup, resapi untuk nanti kau tunjukkan di mana punya hati


Sementara, jika kau bertanya pada kami

Begitu lapang dalam pandang

Hanya tinggal apakah kau sanggup lalui perlahan

Yang terjal dan berombak, semua siap menantang


Tapi jika sepulang dari masjid

Metafora itu kau telan diam-diam

Kami paham, kau perlu menghirup napas panjang


Satelit, 12 September 2017