33371.jpg
Tribun Kaltim
Hukum · 3 menit baca

Bagaimana Jadinya Jika Suatu Masyarakat tanpa Hukum?

Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu berinteraksi dengan sesamanya. Dari hasil hubungan-hubungan dan interaksi tersebut, maka terbentuklah suatu kelompok sosial, yaitu masyarakat.

Apabila dalam suatu masyarakat sudah tercipta suatu nilai tertentu yang sesuai dengan keinginan dan tujuan masyarakat, maka dengan sendirinya akan terbentuk suatu norma, yaitu kumpulan dari berbagai nilai yang akan mengatur kehidupan masyarakat secara otomatis. Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap individu akan berusaha untuk bisa bersosialisasi dengan dibuat untuk mengatur individu agar sesuai dengan harapan masyarakat.

Jadi, hukum itu tidak dapat dipisahkan dari masyarakat, karena hukum itu membutuhkan masyarakat dan masyarakat dibutuhkan hukum. Apabila hukum tanpa masyarakat, maka untuk apa hukum itu dibuat.

Begitu pentingnya hukum, jadi apabila masyarakat tanpa hukum, apa jadinya suatu masyarakat itu? Maka setiap individu akan bertindak sesuai dengan keinginannya tanpa peduli dengan orang lain.

Hukum berawal dari persoalan-persoalan masyarakat sosial dalam masyarakat dan bermula dari persoalan politik dan ekonomi yang kemudian juga merambah ke dunia pendidikan. Selama ini, penegak hukum atau aturan-aturan formal bertujuan untuk mencapai kepastian hukum, bukan keadilan hukum.

Antara keadilan dan kepastian hukum tidak dapat disatukan, karena keduanya memiliki basis yang berbeda. Perbedaan itu dimulai dari kepentingan setiap individu atau kelompok dalam menghadapi suatu permasalahan hukum.

Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan, mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan kehidupan manusia di luar masyarakat. Maka, manusia, masyarakat, dan hukum merupakan pengertian yang tidak bisa dipisahkan.

Untuk mencapai ketertiban masyarakat, kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur. Akan tetapi, akan mempertegas lembaga-lembaga hukum. Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup di dalam masyarakat (the living law) yang tentunya sesuai dan merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

Manusia dan hukum adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Bahkan dalam ilmu hukum, terdapat istilah yang terkenal “Ubi Socitas Ibu Ius” yang artinya di mana ada masyarakat di situ ada hukum. Maksudnya, bahwa dalam setiap pembentukan suatu bangunan struktur sosial yang bernama masyarakat, maka selalu akan dibutuhkan hukum sebagai suatu perekat dalam masyarakat.

Ketika manusia sudah ada hubungan dengan hukum, maka hal yang harus dilakukan manusia untuk terbebas dari jerat hukum adalah memperbaiki nilai dan moral karena ketika nilai dan moral sudah bagus maka dorongan untuk melakukan kejahatan secara perlahan akan hilang.

Dengan tidak adanya hukum di dalam lingkungan masyarakat, ini akan membuat terjadinya kekacauan di dalam masyarakat dikarenakan tidak adanya pedoman dan petunjuk bagaimana berperilaku masyarakat. Tidak adanya petunjuk yang benar atau yang salah, dan masyarakat tidak akan tahu apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan.

Dengan tidak adanya hukum keadilan juga tidak akan terbentuk, karena tidak ada pengadilan. Tanpa hukum pula, pembangunan akan sulit dicapai, karena hukum mempunyai sifat mengikat dan memaksa sehingga bisa memaksa warga Negara melakukan kewajiban-kewajiban baik terhadap masyarakat maupun terhadap Negara.

Jika hukum tidak ada, maka kehidupan sosial akan menemui kekacauan dan menimbulkan konflik-konflik yang akan merugikan banyak orang. Hukum juga akan membatasi hak dan perilaku anggota masyarakat sehingga masing-masing tidak bisa berbuat sewenang-wenang.

Pada hakikatnya, hukum itu tumbuh dan digunakan akibat dari pada peristiwa yang timbul di dalam lingkungan masyarakatyang pada saat itu masih terdapat keraguan dan kebimbangan dalam pemecahan masalahnya, sehingga hukum itu masuk dan menyatu dengan kehidupan setiap manusia.

Setiap peristiwa yang timbul di dalam lingkungan sosial itu sering kali menjadi suatu problem dalam kehidupan mereka, sehingga terjadi suatu kekacauan yang dapat merusak sistem sosial tersebut.

Oleh karena itu, hukum yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat itu tidak efektif dalam memberikan dan menjamin hak dan kewajiban masyarakat sehingga diperlukan adanya hukum secara tertulis yang menjamin suatu kepastian hukum yang mengikat dan memberikan sanksi yang tegas bagi mereka yang melanggar atau melawan hukum.

Bagaimanapun, peran masyarakat sebagai warga Negara juga tak kalah penting terhadap hukum di Indonesia. Sebagai warga Negara, kita tidak dibenarkan ketika mengetahui bahwa hukum di negeri ini masih sangat prihatin, namun kita hanya diam saja menyaksikan hukum tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.