Ketik untuk memulai pencarian

Angin Menjelang Hujan

Angin Menjelang Hujan

http://www.turbonesia.com/

Kau,

Jangankan menjadi cerita dalam hidupku,

menjadi iklan pun sulit

Kau angin yang berhembus menjelang hujan

Membawa keresahan, 

Seperti pekerja yang ingin segera pulang sebelum hujan

Membawa kecemasan dalam penantian,

Seperti orang tua menunggu kehadiran anaknya sebelum hujan

Kau angin menjelang hujan,

yang bertiup membawa duka rindu yang teramat lara

Kau pun hilang bersama hujan yang bercampur air dari sudut mataku

Bagaimana aku menyampaikan rindu padamu?

Jika hujan tak pernah reda semenjak kau pergi

Kau, angin menjelang hujan

Medan, 27 agustus 2016

Nurhannifah Rizky Tampubolon

Menjadi manusia pembelajar adalah kewajiban untuk bisa memanusiakan manusia, Kader HMI, Alumni Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara

Comments

Untuk merespon artikel ini, Anda harus login atau register terlebih dahulu

© Qureta.com 2016