Ketik untuk memulai pencarian

Angin Mempermainkanku

Angin Mempermainkanku

http://id.tubgit.com/bara-cahaya-api-api

Aku seperti arang yang butuh angin untuk terbakar kembali
Di antara membara atau mati
Angin bertiup sedikit aku membara
Angin pergi aku redup kembali
Membara dan redup

Membara.. membara.. lalu Redup!
Redup,
Redup,
dan Redup

Kemudian membara
Membara,
Membara,
Membara dan berapi

Kemudian aku berkobar-kobar dan angin buatku redup lagi
Aku masih redup
Kemana perginya angin?
Aku masih redup!
dan aku semakin redup

Angin biarkan aku hanya membara saja
Jangan biarkan aku mati
Tapi, aku semakin meredup
Angin mempermainkan aku

Kaulah angin itu

Medan, 16 September 2016

Nurhannifah Rizky Tampubolon

Menjadi manusia pembelajar adalah kewajiban untuk bisa memanusiakan manusia, Kader HMI, Alumni Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara

Comments

Untuk merespon artikel ini, Anda harus login atau register terlebih dahulu

© Qureta.com 2016