Ketik untuk memulai pencarian

AHY Kritik SBY

AHY Kritik SBY

https://4.bp.blogspot.com

Sejak menjadi Cagub DKI Jakarta pada pilkada 2017, AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) banyak membeberkan sederet program kerjanya kepada masyarakat. Bahkan ia juga mengkritik kebijakan Pemprov DKI yang dinilainya  tidak relatif efektif. Ia mengkritik sarana olahraga yang kerap tidak tuntas pembangunannya.

Sebagaimana ucapannya: “Pemimpin tidak memperhatikan olahraga itu keliru karena melalui olahraga Jakarta bisa dikenal,”. Kritik tajam ini disampaikan AHY saat ulang tahun Persija ke-88 di Jakarta pada (28/11/2016). Tidak jelas kritik ini ditujukan kepada siapa, namun kritiknya menjadi blunder bagi dirinya sendiri.

Follow Qureta Now!

Kritik AHY ini telah membuka kembali memori kelam pemerintahan masa lalu. Faktanya, mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, yang merupakan ayahnya sendiri adalah pemimpin yang tidak berhasil membangun pusat olahraga nasional seperti Hambalang. Bahkan pembangunan olahraga ini tidak hanya mangkrak, namun juga dikorupsi oleh kader-kadernya sendiri.

Mulutmu Harimaumu

Pernyataan AHY sebenarnya merupakan alasan politis untuk mengkritisi lawan politiknya dalam Pilkada 2017. Sayangnya, tanpa logika dan argumentasi valid, justru ini menjadi noda hitam dalam menjaga setiap pernyataannya pada waktu kampanye. Padahal, setiap calon dituntut berbicara dengan data valid sesuai realitas yang ada.

Setiap orang berhak menyampaikan kritik selama tidak melanggar kode etik dan sifatnya membangun. AHY membahas permasalahan olahraga seakan-akan hanya meliputi sepak bola dan Persija, lalu disinggung dengan status Persija yang tidak memiliki stadion tempat bertanding.

Berdasarkan ucapannya, pada momen ini AHY terlihat hanya untuk memanfaatkan dan mengambil simpati dari supporter The Jack Mania, pasalnya olahraga tidak hanya sepak bola saja melainkan banyak cabang-cabangnya terlebih ia berjanji akan mewujudkan impian Persija dan TJM yaitu membangun stadion/gelanggang olahraga. Lalu, apakah yakin AHY mampu mengatasinya dengan bermodal pengetahuan dan pengalaman militer saja?

Permasalahan olahraga seharusnya AHY lebih melek dan hati-hati menyingkapinya, mengingat banyak rapor merah yang diraih Ayahnya saat menjabat sebagai RI 1 dua periode, mulai dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap para atlet baik kaderisasi, pelatihan serta masa depan atlet setelah pensiunan dan yang menjadi viral adalah proyek kasus hambalang yang menghabiskan dana fantastis senilai 2,5 triliun tanpa hasil nyata.

Maka dari itu, rekam jejak SBY merupakan tolak ukur dan acuan bagi janji yang dijual AHY dalam membangun gelanggang olahraga (GOR) untuk warga Jakarta, khawatir kritik itu hanya sebatas seperti angin lewat tanpa ada solusi yang tepat, berdasarkan latarbelakang yang AHY miliki sebagai seorang tata kelola militer bukan tata kelola pemerintah yang egaliter. Seperti ungkapan “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya

Royyan Perdiana

inilah aku yang datang untukmu

Comments

Untuk merespon artikel ini, Anda harus login atau register terlebih dahulu

© Qureta.com 2016